POLITIK EKSPANSI DAN IMPERIALISME JEPANG (1894 – 1945)

Posted: 24 Juni 2011 in makalah

POLITIK EKSPANSI DAN IMPERIALISME JEPANG (1894 – 1945)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Sejarah Asia Timur II

Dosen: Drs. Suharman,M.Pd

 

OLEH :

  1. 1.      Anissa Filial Putri           (09021005)
  2. 2.      Etty Susanti                     (09021014)
  3. 3.      Eni Windarsih              (09021012)
  4. 4.      Marlina                            (09021024)
  5. 5.      Ngatilah                           (09021027)
  6. 6.      Saeful Rohman               (09021031)

  SEMESTER           : IV

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP YOGYAKARTA

2011

BAB III

POLITIK EKSPANSI DAN IMPERIALISME JEPANG (1894 – 1945)

  1. 1.      Kemampuan Meniru dan Konservatisme yang Fundamental

Kemampuan bangsa Jepang untuk mengadopsi dan mengadaptasi gaya hidup dan cara berpikir bangsa – bangsa yang lebih maju memang sangat luar biasa. Mereka selalu belajar dengan mengikuti perkembangan dan perubahan – perubahan kebudayaan, peradaban, ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kebudayaan mereka. Mereka tidak malu untuk belajar pada Tiongkok, bahkan sampai menggulingkannya. Ketika terjadi hubungan bangsa Barat, dengan tangkas mereka mengejar ketertinggalannya dalam bidang pilitik, ekonomi, teknik, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa Jepang sangat cerdik dan pandai dalam mengadopsi dan mengadaptasi berbagai oengetahuan dari Barat tanpa kehilangan karakter bangsanya. Hal itu dikarenakan mereka punya rasa bangga yang tinggi terhadap kebudayaan warisan nenek moyang mereka. Mereka punya kesanggupan yang kuat untuk tetap melestarikan adat dan budaya bangsanya.

Dalam sejarah belum ada lembaga didunia ini yang dapat dibandingkan dengan lembaga kekaisaran Jepang, yang berlangsung secara turun temurun. Walaupun kaisar hanya bersifat simbolis dalam memimmpin urusan – urusan kenegaraan, tetapi kaisar yang dianggap sebagai keturunan Dewa Matahari sangat dihormati dan dijadikan lambang pemersatu serta nasionalisme Jepang.

Selain mempertahankan kekaisaran, di Jepang ada tradisi kemiliteran yang sangat penting artinya bagi Jepang pada masa yang akan datang. Sehingga terbentuk angkatan laut yang merupakan kelengkapan dari angkatan darat, walau kadang timbul iri hati da persaingan diantara keduanya. Jepang juga merasa dirinya sebagai bangsa yang tak terkalahkan. Hal itu dibuktikan dengan gagalnya serangan Kubilai Khan. Hal itu mendorong Jepang untuk menyerang daratan Asia Timur akhir abad XIX.

  1. 2.      Faktor – faktor yang Mendorong Politik Imperialisme

Setelah berhasil melaksanakan modernisasi, Jepang berubah dari negara tradisional menjadi negara Industri yang maju pesat. Sejak tahun 1894 Jepang telah diakui dunia sebagai negara modern yang kuat dan kedudukannya sejajar dengan negara – negara Barat. Sebagai negara industri yang maju, diikuti dengan peningkatan perdagangan dan pertambahan penduduk serta semangat patriotisme mendorong Jepang untuk melakukan ekspansi ke daerah – daerah lain. Sehingga menimbulkan masalah dengan negara – negara lain seperti Cina.

Jadi faktor pendorong Jepang melakukan Imperialisme adalah :

  1. Revolusi demografi

Untuk mengatasi kepadatan penduduk Jepang mengambil langkah :

-          Memperluas industrialisasi

-          Melakukan emigrasi.

  1. Jepang harus mencari sumber – sumber bahan mentah untuk keperluan industrinya
  2. Pengaruh ajaran Shinto

Dalam ajaran Shinto Jepang punya tugas untuk mempersatukan dunia dalam satu keluarga dibawah pimpinan Jepang, dengan membentuk Pan Asia. Dalam hal ini Jepang tidak mau kalah dengan negara – negara besar seperti Amerika dengan Pan Amerika, Rusia dengan Pan Slavia.

Korea sangat menarik bagi Jepang. Seperti kata Roy H. Akagi (1936), bahwa korea secara geografis memliki bentuk seperti golok yang menuju jantung Jepang. Jika golok itu dikuasai bangsa lain tentu akan mengancam keamanan Jepang. Sebaliknya jika Jepang bisa menguasai Korea, maka bisa digunakan untuk keperluan Jepang sebagai benteng pertahanan.

Bahkan oleh Mc. Chuns (1950 : 24) dalam bukunya “Korean To Day” secara geografis Korea dapat dimanfaatkan sebagai batu loncatan Jepang untuk menguasai daratan Asia. Hal ini dibuktikan dengan menguasai Korea, Jepang memeperluas kekuasaannya ke Manchuria, dan Rusia juga dikalahkan dalam perang tahun 1904 – 1905.

  1. 3.      Keterlibatan Jepang dalam Perang untuk Mewujudkan Imperialisme

Karena ambisi Jepang untuk menguasai Korea, maka Jepang terlibat perang dengan negara lain :

  1. a.      Perang Jepang >< Cina (1894 – 1895)

Korea merupakan daerah vasal negara Cina, maka Cina tidak segan melakukan perang demi mempertahankannya.

  1. Sebab – sebab umum :

-       Korea dapat dimanfaatkan sebagai benteng pertahanan bagi Jepang dari serangan bangsa lain.

-       Korea merupakan batu loncatan untuk memasuki Cina dan daratan Asia lain.

-       Korea akan dijadikan tempat memindahkan penduduk Jepang yang sudah padat.korea dianggap penting untuk pengembangan industri dan perdagangan Jepang.

  1. Sebab – sebab khusus :

-       Di Korea terjadi konflik antara golongan konservatif dan golongan progesif. Golongan konservatif pimpinan Tonghat minta bantuan ke Cina sedang golongan progresif minta bantuan Jepang.

-       Dengan alasan tersebut kedua negara mengirim pasukannya. Pemberontakan Tonghak dapat dipadamkan namun kedua negara tidak mau menarik mundur pasukannya.

Dalam persengketaan tersebut Rusia mulai campur tangan, apabila kedua negara menolak untuk menrik pasukannya, maka Rusia akan tampil kedepan dan bertanggung jawab.

Sementara itu di dalam negari Korea ingin mengadakan perubahan dan pembaharuan. Dan hal itu sulit dilakukan bila Cina tetap ada di Korea. Raja Korea meminta Jepang untuk mengusir pasukan Cina dati Korea. Kemudian Cina meminta bantuan kepada Inggris yang mengirimkan kapal perangnya ke Korea tahun 1894 dan membakari kapal perang Jepang. Hal itu menimbulakan kemarahan Jepang sehingga tanggal 1 Agustus 1894 Jepang mengumumkan perang melawan Cina.

Perang itu diakhiri dengan perjanjian Shimonoseki tanggal 17 April 1895. Bertindak sebgai penengah kedua pihak adalah Amerika. Cina dinasehati oleh John W. Foster, seorang sekretaris negara pada Harrison Administration and Legal Advisor di Washington. Sedang Jepang dinasehati oleh Henry W. Denison seorang Veteran Kementrian Luar Negeri.

Isi perjanjian Shimonoseki adalah :

  1. Cina mengakui kemerdekaan dan ekonomi Korea
  2. Cina harus menyerahkan sebagian Manchuria kepada Jepang
  3. Cina harus menyerahkan kepulauan Pescadores kepada Jepang
  4. Cina harus membayar 200.000.000 tael kepada Jepang
  5. Wei hawei akan diduduki Jepang selama Cina belum dapat membayar ganti rugi perang
  6. Empat kota, Shosi, Chunking, Soochow, dan Hong Chow dibuka untuk orang asing.
  7. Liatoung harus diserahkan kepada Jepang.

Dampak dari perjanjian itu :

  1. Jepang berhasil menginjakan kaki di daratan Asia.
  2. Jepang menjadi negara yang berpengaruh di Korea dan Cina
  3. Citra negara Cina sebagai negara besar merosot karena kalah dari Jepang
  4. Pembaharuan Jepang selama 40 tahun telah mengangkat Jepang menjadi negara yang kuat dan besar sejajar dengan negara besar lainnya.
  5. Berkat kemenangan Jepang atas Cina memberi peluang Jepang untuk memperluas imperialismenya ke Manchuria dan daratan Asia lainnya.
  1. b.      Keterlibatan Rusia dalam masalah Korea

Atas jasa Rusia ikut campur tangan dalam sengketa antara Cina dan Jepang serta atas jasanya menghalangi orang – orang Jepang, tahun 1895 Rusia mendapat hak – hak istimewa dari Cina. Rusia memperoleh daerah Port Arthur dan daerah di semenanjung Liatung sehingga Rusia diperbolehkan membangun jalan kereta apai Trans Siberia yang menghubungkan kereta api dari Eropa lewan Manchuria ke Wladiwostok.

  1. c.       Terjadinya Perang Rusia  >< Jepang  (1904 – 1905)

Sebab terjadinya perang Rusia – Jepang adalah :

  1. Jepang dan Rusia sama – sama punya kepentingan poitik dan ekonomi terhadap Korea dan Manchuria.
  2. Kedua pihak ingin mempertahankan pengaruh dan kedudukan dengan cara mengadakan perjanjian rahasia dengan Cina.
  3. Jepang Ingin agar masalah Manchuria diselesaikan langsung dengan Tsar Rusia dan agar perjanjian rahasia tahun 1901 antara Rusia dengan Cina dibatalkan.
  4. Jepang mengajukan usul kepada Rusia yaitu :

-       Kedaulatan Korea dan Cina harus diakui

-       Soal administrasi Manchuria akan dikembalikan kepada Cina, Rusia hanya berwenang mengawasi jalan kereta api.

-       Kepentingan Rusia di Manchuria diakui oleh Jepang berdasar pada pengakuan perjanjian.

-       Rusia harus mengakui kepentingan Jepang di Korea terutama dibidang perdagangan dan industri.

-       Manchuria dan Korea Railway akan dihubungkan.

Karena usulan Jepang tidak dihiraukan oleh Rusia dan jalan damaipun sulit ditempuh mak tanggal 10 Februari 1904, Jepang mengumumkan perang dengan Rusia. Dibawah Jendral Kuroki pada bulan Mei 2904 Jepang mengalahkan Rusia di sungai Yalu kemudian menduduki Dalney. Sedang dibawah Jendral Nogi Jepang menghancurkan kapal – kapal perang Rusia di Port Arthur dan akhirnya diduduki.

Pasukan Jepang terus maju dan memblokir Wladiwostok, akhirnya seluruh benteng pertahanan Rusia jatuh ke tangan Jepang. Jendral Stossel akhirnya menyerah kepada Jendral Toko disertai peryataan perang telah selesai.

Faktor yang menyebabkan Rusia gagal menghadapi Jepang :

-          Tentara dan pimpinannya tidak disiplin

-          Keadaan negerinya sedang lemah

-          Ekonomi Rusia dalam keadaan lemah.

  1. d.      Perjanjian Perdamaian Portsmouth (Agustus 1905)

Perjanjian ini diadakan di Portsmouth negara bagian New Hampire. Jepang diwakili Baron Kemura (Menlu), Baron Takahira (Duta Jepang di Washington), sedang Rusia diwakili Witte dan Rosen.

Perundingan itu dibuka tanggal 10 Agustus 1905, sebagai perantara Presiden Roosevelelt, dan pada bulan September  1905 ditandatangani perjanjian Portsmouth yang isinya :

  1. Jepang menjadi yang dipertuan atas kepentingan politik, ekonomi, dan militer di Korea.
  2. Hak – hak Rusia di Liaoutung diserahkan kepada Jepang
  3. Pelabuhan di Saghalin diserahkan kepada Jepang untuk 50 tahun lamanya.
  4. Jalan kereta api di Manchuria Selatan diserahkan kepada Jepang.
  5. Tentara Rusia dan Jepang ditarik dari Manchuria, tetapi Jepang tetap menjadi pengawas atas jalan kereta api.
  6. Baik Rusia dan Jepang tidak boleh merintangi uasah Cina untuk mengembangkan perdagangan industrinya di Manchuria.
  7. Jalan kereta api di Manchuria digunakan untuk kepentingan ekonomi dan industri bukan untuk strategi, kecuali Liaoutung.

Disamping perjanjian Portsmouth, Baron Komura juga mengadakan perjanjian dengan Cina yang dinamakan “Sino Japanese Agreement” yang isinya :

  1. Cina akan membuka 16 kota di Manchuria sebagai kota dagang internasional.
  2. Jepang menarik pasukan dan pengawasan atas jalan kereta api bila Cina mau melindungi kehidupan serta kemakmuran orang asing.
  3. Jepang boleh menempatkan pasukannya untuk mengawasi jalan kereta api yang membentang dari Changchun ke Port Arthur dan Dalney.

Dampak dari perjanjian tersebut adalah :

  1. Jepang muncul sebagai negara Great Of Powers yang sekaligus merupakan tantangan bagi negara barat, sehingga citra Jepang dimata dunia terangkat sangat tinggi.
  2. Jepang mendorong rasa nasionalisme negara – negara Asia., dan telah mematahkan dominasi kulit putih sebagai bangsa yang tak terkalahkan.
  3. Jepang kecewa karena tidak mendapat ganti rugi perang seperti yang diharapkan.
  4. Citra Rusia dimata dunia merosot, dan terusir dari Korea serta pengaruhnay di Timur Tengah berkurang.
  5. Jepang mengundang kekaguman negara Cina dan negara – negar a Barat, karena Jepang muncul sebagai negara maju yang kuat.
  1. e.       Masa Kegemilangan Jepang sampai tahu 1937
    1. 1.      Situasi Dalam Negeri

Situasi dalam negeri Jepang yang semula aman, menjadi tidak menentu setelah Jepang melibatkan diri dalam Perang Dunia. pada masa ini kaum birokrat, militer, bussinesman dan intelektual semuanya saling berebut pengaruh dalam pemerintahan. Salah satu penyebabnya karena generasi pembaharuan dari zaman meiji telah habis, Ito Hirobumi meninggal tahun 1909, Meiji tahun 1912, Yamagato tahun 1922 dan Saionji tahun 1940. Sehingga dalam negeri kehilangan pemimpin yang dipandang sebagai pemersatu Jepang.

Usai perang dunia I, orang Jepang sangat tertarik pada demokrasi, sehingga muncul partai politik dan DPR (Diet) memegang peranan sangat besar. Pada masa itu militer memgang pengaruh yang besar sehingga corak pemerintahannya bersifat militer yang otoriter.

Tahun 1929 Jepang mengalami depresi otonomi, sehingga memukul perekonomian Jepang disaat ingin mengadakan ekspansi industri baratnya. Oleh Yasihara Konio dalam buku “Japanese Economic Development” dinyatakan bahwa tahun 1937 – 1951 merupakan periode tidak normal karena pada periode ini Jepang terlibat perang secara terus menerus.

  1. 2.      Tindakan Jepang diantara Dua Perang Dunia

Setelah Perang Dunia I selesai, Jepang menghadapi dua masalah besar yaitu aliran ekonomi yang menghendaki kapitalisme dan aliran militer yang menghendaki facisme, yang dipimpin oleh Jendral Araki dengan langkah pertama menakhlukkan Manchuria, kemudian mendirikan negara boneka Manchukuo.

Karena tindakannya, Jepang mendapat kecaman setelah masalahnya diajukan ke PBB. Komisi PBB pimpinan Lord Lytton dikirim ke Manchuria untuk mempelajari keadaan. Merasa tidak senang Jepang memutuskan keluar dari PBB. Dengan demikian Jepang bebas melakukan ekspansinya di Asia. Dengan dikuasainya Manchuria, orang militer yang radikal di Jepang menyusun organisasi “Surga Baru di Manchuria” sebagai pilot proyek untuk menciptakan Jepang baru., yang dimaksudkan untuk pangkalan perang di datratan Asia. Perusahaan partikelis Jepang dan Jalan kereta api di Manchuria dikuasai oleh militer. Dalam perebutan kekuasaan tahun 1932 – 1936 kaum militer mendapat kemenangan. Pada masa itu banyak terjadi pembunuhan politik oleh orang  – orang militer terhadap para menteri, pemimpin partai Zaibatsu (raja – raja bussinessman) dan mereka yang tidak tunduk terhadap kebijakan pemerintah militer. Tahun 1936 Jepang siap berserikat dengan Nazi Jerman dan Facis Italia.

About these ads
Komentar
  1. Ayu intan g. mengatakan:

    Politik ekspansi di Jepang dilaksanakan karena Jepang mengalami kendala apa ya???

    • rohmanf2 mengatakan:

      seperti yang telah dijelaskan diatas, setelah jepang mulai masuk diera modern jepang berkembang menjadi negara yang dapat dikatakan berhasil dalam bidang industrinya dan dapat disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya didunia saat itu. oleh karena daerah Jepang yang sempit, akibat pesatnya industrialisasi yang mempengaruhi laju penduduk maka diperlukan daerah untuk menampung orang-orang Jepang, karena di jepang sendiri sudah kelebihan penduduk. selain itu Jepang juga harus memeasarkan hasil industrinya serta mencari bahan-bahan mentah untuk industri yang tidak dapat diperoleh di Jepang. satu hal yang perlu diperhatikan selain hal tersebut, Jepang melakukan Ekspansi karena adanya kepercayaan agama Shinto ynag di anut oleh Bangsa Jepang, bahwa Jepang adalah pemimpin Asia dan Jepang wajib mempersatukan wilayah Asia dalam satu kepemimpinan Japang.

  2. ian mengatakan:

    informasi yang menarik sekali, ijin untuk dibagi di blog saya…..

  3. dianeyeye mengatakan:

    infonya membantu banget :)
    izin dikopi ya buat tugas sekolah
    makasih :)

  4. shadrinafitri mengatakan:

    izin copy buat tugas sekolah yaa, thanks ;)

  5. reitachii mengatakan:

    boleh tau ga ini dapet sumbernya dari mana? judul buku sama pengarangnya…
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s