ISLAM DI SPANYOL

Posted: 11 Agustus 2011 in makalah

ISLAM DI SPANYOL

 

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah

Sejarah Asia Barat I

Dosen : Deny Hardian Basri, SS.

 

OLEH :

  1. 1.     Marlina              (09021024)
  2. 2.     Maskur               (09021025)
  3. 3.     Ngatilah             (09021027)
  4. 4.     Nurwahid           (09021029)
  5. 5.     Saeful Rohman  (09021031)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

IKIP YOGYAKARTA

2010

ISLAM DI SPANYOL

Setelah Islam mengalami kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi kemajuan dalam bidang politik. Kemajuan yang dicapai oleh Eropa ini tidak lepas dari peran penting dari permerintahan Islam di Spanyol. Pada masa keemasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting, menyaingi bagdad di timur. Banyak orang – orang Eropa Kristen yang belajar di perguruan – perguruan tinggi Islam disana, sehingga Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa.

  1. A.    Masuknya Islam di Spanyol

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705 – 725 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum menakhlukkan Spanyol, umat Islam menakhlukkan Afrika Utara dan menjadikan salah satu propinsi dari Khalifah Bani Umayah. Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi umat Islam untuk menkhlukkan Spanyol.

Dalam proses menakhlukkan tersebut, ada tiga pahlawan yang palinh berjasa memimpin pasukan kesana. Mereka adalah Tharif Ibn Malik, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nushair. Tharif Ibn Malik dianggap sebagai perintis dan penyelidik. Ia memimpin pasukan sebanyak 500 orang untuk menyebrangi selat yang berasa diantara Maroko dan Benua Eropa dengan menaiki 4 buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu mereka mendapat kemenangan dan kemabali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan yang jumlahnya sangat banyak. Didorong oleh keberhasilan Tharif yang besar dan kemelut yang terjadi dikerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol, serta impian yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa Ibn Nushair tahun 711 M mengirim pasukan  ke Spanyol sebanyak 7000 orangdi bawah pimpinan Thariq Ibn Ziyad. Ia terkenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan harinya lebih nyata. Sebuah gunung tempat pertama kali mendarat dan menyiapkan pasukannya di namakan Gibraltar(jabal, tariq) yang di ambil dari namanya. Dengan di kuasainya daerah ini, maka terbuka luas pintu gerbang untuk menusai Spanyol.

Dalam pertempuran di bakkah, Raja Roderick dapat di kalahkan. kemudian tariq dan pasukannya terus menaklukan kota-kota penting seperti Cordova, Granada dan Toledo yang merupakan ibukota kerajaan Goth. Untuk menakluk kota Toledo Thariq meminta tambahan pasukan kepada musa ibn nushair di afrika utara, dikirim 5000 personel sehingga jumlah pasukan thariq menjadi 12000 orang, sedang paskan Ghothik berjumlah 100.000 orang. Tetapi pasukan thariq dapat mengalahkannya.

Kemenangan pasukan thariq menginspirasi Musa Ibn Nushair untuk ikut terjun langsung menakhlukkan daerah-daerah yang subur. Ia terangkan bersama pasukkannya menyeberangi selat Jab el Tarik atau Gibraltar dan menakhlukkan daerah-daerah yang di lewatinya seperti sidonia, karmona Seville, merida serta mengalahkan Theodomir di Orihuela, kemudian bergabung Thariq di Toledo. Keduanya berhasil mengusai seluruh kota penting di Spanyol termasuk bagian utaranya dari saragosa sampai Navare.

Perluasan wilayah bentuknya diteniskan pada masa pemerintahan Umar Ibn Abdul Aziz tahun 99 H/ 717 M. penyerangan di arahkan ke pegunungan pyrenia dan perancis selatan tetapi gagal dan pemimpin pasukanya Al samah terbunuh. Kemudian di teruskan oleh Abd Al-Rahman Ibn Abdullah Al-Ghafiqi dengan menyerang Borduse, Porter dan Tourstetapi di sini tertahan oleh pasukan Charles martel. Sehingga kembali lagi ke Spanyol.

Setelah itu penyerangan di arahkan ke Avirigon tahun 734 M, keilyon tahun 743 M dan pulau- pulau yang terdapat pulau-pulau yang terdapat di laut tengah, seperti Majorca, Corsica, Sardinia, creta Rhodes, Cyprus dan sebagian dani sicilia.

 

  1. B.     Perkembangan Islam di Spanyol

Sejak pertama Islam masuk di Spanyol hingga kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan  peran yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujh tegah abad. Sejarah panjang umat Islam di Spanyol itu dapatdi bagi menjadi enam periode, yaitu:

  1. Periode  Pertama (711-755 M)

Di masa ini Spanyol, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang di angkat oleh khalifah Bani umayah yang berpusat di Damaskus, saat itu stabilitas. Politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna karena berbagai perselisihan antar elit, etnis, dan golongan serta perbedaan pandang antara khalifah dengan gubernur Afrika Utara masing-masing merasa paling berhak untuk mengusai daerah tersebut.

 

  1. Periode Kedua (755-912 M)

Masa itu Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir(panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang saat itu di pegang oleh khalifah abbasiyah di baqdad. Amir pertama adalah Abdurrahman 1 yang memasuki Spanyol  tahun 138H/755M dan di beri gelar Al-Dakhil (yang masuk Spanyol). Dia adalah keturunan Bani umayah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas yang menakhlukan Bani umayah di Damaskus. Ia berhasil mendirikan dinasti Bani umayah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini ialah Abd. Al-Rahman al-Dakhil, hisyam I, Hakam I, Abd Al-Rahman  Al-Ausath, Muhammad Ibn Abd Al-Rahman munzir Ibn Muhammad dan Abdullah Ibn Muhammad.

Dalam kurun waktu ini umat Islam di Spanyol mulai menunjukan kemajuan-kemajuan di bidang politik dan beradaban. Abd Al-Rahman Al-Dakhil mendirikan masjid cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Spanyol , sedangkan Abd Al-Rahman Al-Ausath di kenal sebagai penguasa yang cinta ilmu. Pemikiran filsafat mulai masuk pada masa pemerintahannya. Ia mengundang para ahli di dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak.

Namun demikian berbagai kerusuhan dan ancaman masih sering terjadi. Pertengahan abad IX stabilitas keamanan terganggu dengan munculnya gerakan Kristen Fanatik yang mencari kesyahidan (marlyrdom). Gerakan ini tidak mendapat dukungan umat Kristen lainnya. Karena pemerintah Islam memberi kebebasan beragama, memiliki pengadilan sendiri sesuai aturan agamanya, diizinkan mendirikan gereja, biara dan asrama serta kebebasan bekerja.

Gangguan serius datang dari umat Islam sendiri yang berada di Toledo. Gerakan itu dipimpin oleh Hafsan dan anakya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga. Disamping itu, masih sering terjadi antara orang Bar – Bar dengan orang – orang arab.

 

 

 

  1. Periode Ketiga (912 – 1013 M)

Masa ini dimulai dari pemerintahan Abd ar – Rahman III yang bergelar “An – Nasir” sampai munculnya raja – raja kelompok yang dikenal dengan sebutan Muluk al – Thawaif. Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah. Penggunaan gelar tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abd al- Rahman III, bahwa Al Muktadir khalifah daulat Bani Abbas di Bagdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang mengalami kemelut. Ia berpendapat bahwa saat itu merupakan saat yang tepat untuk memeakai gelar khalifah, yang telah lepas dari kekuasaan Bani Umayah selama 150 tahun lebih dan gelar itu dipakai kembali tahu 929 M. Khalifah – Khalifah besar yang memerintah pada periode ini yaitu, Abd Al – Rahman Al – Nasir (912 – 961 M), Hakam II (961 – 976 M) dan Hisyam (976 – 1009 M).

Pada masa ini umat Islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Bagdad. Abd Al- Rahman Al- Nasir mendirikan Universitas Cordova, perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan, saat itu masyarakat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran.

Awal kehancuran Khilafah Bani Umayyah di Spanyol ketika Hisyam naik tahata dalam usia sebelas tahun, sehingga kekuasaan riil berada di tangan para pejabat. Tahun 981 M, khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Ia ambisius yang berhasil menancapkan akan melebarkan kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan dan juga saingannya. Atas keberhasilannya ia memperoleh gelar Al- Manshur Billah. Ia wafat tahun 1002 M dan digantikan anaknya Al Muzaffar yang masih bias mempertahankan keunggulan kerajaan sampai ia wafat tahun 1008 M. Kemudian digantikan adiknya yang tidak punya kecakapan untuk memimpin, sehingga dalam waktu singkat kerajaan hancur dan khalifah mengundurkan diri tahun 1009 M. Tahun 1013 M Dewan menteri menghapuskan jabatan Khalifah setelah beberapa orang mencoba menduduki jabatan tersebut tetepi gagal mengatasi persoalan.

 

  1. Periode Keempat (1013 – 1086 M)

Pada periode ini Spanyol sudah terpecah – pecah lebih dari 30 negara kecil dibawah pemerintahan raja – raja golongan atau Al- Mulukuth- Thawaif, yang berpusat dikota Seville, Cordova, Toledo dan lainnya, yamg terbesar adalah abbadiyah di Seville. Masa ini diwarnai oleh pertikaian antar umat Islam di Spanyol, ironisnya ada diantaranya raja yang meminta bantuan pada raja – raja Kristen. Meski kehidupan politik tidak stabil namun kehidupan intelektual terus berkembang karena istana member perlindungan kepada para sarjana dan sastrawan.

 

  1. Periode Kelima (1086 – 1248 M)

Meski terpecah – pecah dalam beberapa Negara kecil, ada satu kekuatan yang menonjol yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086 – 1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146 – 1235 M). Dinasti Murabithun pada awalnya suatu gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf Ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun  1062 ia berhasil mendirikan kerajaan yang berpusat di Marakesy. Masuk ke Spanyol atas undangan penguasa – penguasa Islam di Spanyol yang tengah memikul beban berat untuk mempertahankan negaranya dari serangan orang Kristen. Bersama tentaranya tahun 1086 berhasil masuk ke Spanyol dan berhasil mengalahkan pasukan Cashlia. Karena perpecahan raja – raja muslim ia melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan berhasil. Pengganti setelahnya merupakan orang – orang yang lemah dan pada tahun 1143 M dinasti inipun berakhir, baik di Afrika Utara maupun di Spanyol. Tahun 1146 dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut Spanyol. Dinasti ini didirikan oleh Muhammad Ibn Tumart, dan masuk ke Spanyol dipimpin oleh Abd Al- mun’im. Antara tahun 1114 dan 1154 kota – kota penting seperti Cordova, Almeria, dan Granada jatuh kedalam kekuasaannya. Untuk beberapa saat dinasti ini mengalami kemajuan, tetpi tak lama sesudah itu mengalami kejatuhan. Tahun 1212 M tentara Kristen memeproleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan itu menyebabkan penguasa muslim memilih meninggalkan Spanyol ke Afrika Utara tahun 1235 M. kekuatan Islam tak mampu membendung kekuatan Kristen sehingga Cordova jatuh pada tahun 1238 M disusul Seville tahun 1248 M, hanya Granada yang masih berada dalam kekuasaan Islam.

 

  1. Periode Keenam (1248 – 1492 M)

Islam hanya berkuasa di Granada dibawah pimpinan Bani Ahmar (1232 – 1492 M). Peradaban mengalami kemajuan pesat seperti zaman Abdul Al- rahman Al- Nasir, tetapi secara politik dinasti ini hanya berkuasa diwilayah yang kecil. Kekuasaan Islam terakhir di Spanyol ini pun harus berakhir karena perselisihan antar orang Islam untuk memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad putra Bani Ahmar, tak suka kepada ayahnya yang menunjuk putranya yang lain untuk menjadi raja. Ia memberontak untuk merampas kekuasaan dan Bani Ahmar terbunuh yang kemudian digantikan oleh Muhammad Ibn Sa’ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdenand dan Isabella untuk menjatuhkannya dan berhasil dan akhirnya Abu Abdullah Muhammad naik tahta. Ferdinand dan Isabella yang menyatukan kerajaan dengan mengadakan perkawinan tidak puas dan akhirnya menyerang kekuasaan Islam yang terakhir di Spanyol ini. Abu Abdullah tak mampu menahan serangan dan akhirnya mengaku kalah pada penguasa Kristen dan hijrah ke Afrika Utara tahun 1492 M. Umat Islam dihadapkan pada pilihan yang sulit yaitu masuk Kristen atau meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M dapat dikatakan sudah tidak ada lagi umat Islam di Spanyol.

  1. C.    Kemajuan Peradaban

Setelah lebih dari tujuh abad berkuasa di Spanyol, Islam telah mencapai prestasi yang pengaruhnya membawa Eropa dan dunia pada kemajuan yang pesat.

  1. Kemajuan Intelektual

Spanyol adalah negeri subur yang menghasilkan banyak pemikir, masyarakatnya terdiri dari arab (utara dan selatan), Al Muwalladun (orang Spanyol yang masuk Islam), Bar – bar (umat Islam di Afrika Utara), Al- Shagalibah (orang Konstatinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan jerman dan di jual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya arab, dan Kristen yang menentang Islam, semua berkomunitas di Spanyol kecuali yang terakhir member andil dalam pembentukan budaya Andalus yang melahirkan kebangkitan Ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik Spanyol.

  1. Filsafat

Islam di Spanyol telah mencatat lembaran budaya yang sangat brilian dalam sejarah Islam. Berperan sebagai jembatan penghubung ilmu pengetahuan Yunani, Arab ke Eropa pada abad XII minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan dikembangkan pada abad IX di masa pemerintahan Bani Umayyah ke- 5, Muhammad Ibn Al- Rahman (832 – 886 M).

Atas inisiatif Al- Hakam (961 – 976 M), karya – karya ilmiah dan filsafat di import dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitasnya mampu menyaingi Bagdad. Tokoh – tokoh filosof yang lahir antara lain :

-       Abu Bakr Muhammad Ibn Al- Sayiqh yang dikenal dengan Ibn Bajjah. Dilahirkan di Saragoza, pindah ke Seville dan Grananda. Meninggal tahun 1138 di Fez dalam usia yang sangat muda karena keracunan. Seperti halnya Al- farabi dan Ibn Sian di Timur, masalah yang dibahasnya bersifat etis dan eskatologis, magnum opusnya adalah Tadbir al- Mutawahhid.

-       Abu Bakr Ibn Thufan, penduduk asli Wadi Asydasun, waktu kecil di Granada. Wafat tahun 1185 di usia lanjut. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat. Karya filsafat yang terkenal adalah Hay Ibn Yaqzhan.

-       Ibn Rusyd dari Cordova. Lahir tahun 1126 dan wafat tahun 1198. Merupakan pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat Islam. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah – naskah Aristoteles dan kehati – hatian dalam menggeluti masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli Fiqh dengan karyanya Bidayah Al- Mujtahid.

  1. Sains

Ilmu – ilmu kedokteran, music, matematika, astronomi, kimia, dan lain – lain berkembang dengan sangat baik. Abbar Ibn Fainas, termasyur dalam ilmu Kimia dan Astronomi, ia orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim Ibn Yahya al- Naqqash terkenal dalam Ilmu Astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamany. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak anatara tata surya dan bintang – bintang. Ahmad Ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat – obatan. Umm al- Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan Al Hafidz adalah dua ahli kedokteran dari kalangan wanita.

Tokoh – tokoh dalam bidang sejarah dan geografi antara lain; Ibn Jubair dari Valencia (1145 – 1228 M) menulis tentang negeri – negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batutah dari Tangier (1304 – 1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. Ibn Al- Khatib (1317 – 1374 M) menyusunriwayan Granada, sedang Ibn Khaldun dari Tunis adalah perumus Filsafat Sejarah. Semua sejarawan tersebut bertempat tinggal di Spanyol kemudian pindah Afrika.

  1. Fiqih

Dalam bidang fiqh, Spanyol Islam dikuasai sebagian penganut mahzab maliki. Yang memperkenalkan mahzab ini adalah Ziyad Ibn Al- Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abd Al- Rahman. Ahli Fiqh lainnya adalah Abu Bakar Ibn Al- Quthiyah, Munzir Ibn Sai’in Al- Baluthi dan Ibn Hazm.

  1. Music dan Kesenian

Dalam bidang ini, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al- Hasan Ibn Nafi yang dijuluki Zaryab. Setipa ada pertemuan dan jamuan selalu ada Zaryab, ia terkenal sebagai penggubah lagu., dan ilmunya diturunkan kepada semua anak – anaknya laki – laki maupun perempuan, juga kepada budaknya, sehingga kemasyurannya tersebar luas.

  1. Bahasa dan Sastra

Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi di pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu diterima oleh orang – orang Islam dan Non Islam. Penduduk Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka bahkan banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, seperti; Ibn Sayyidi, Ibn Malik pengarang Alifiyah, Ibn Khuruf, Ibn Al- Hajj, Abu Ali al- Isybili, Abu Al- Hasan Ibn Usfur dan Abu Hayyan Al Gharnathi.

Seiring kemujan bahasa juga banyak karya sastra yang bermunculan seperti Al- Igd Al- Farid karya Ibn Abd Rabbin, Al- Azakhirah Fi Mahasin Ahl Al- Jazirah oleh Ibn Bassam, kitab Al- Qalaid karya Al- Fath Ibn Khaqan.

 

  1. Kemegahan Pembangunan Fisik

Dalam perdagangan, jalan – jalan dan pasar – pasar dibangun. Dalam bidang pertanian dibangun saluran irigasi, dam – dam, kanal – kanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan – jembatan air didirikan sehingga tempat – tempat yang tinggi juga mendapat air.

Orang Arab memperkenalkan pengaturan Hidrolik untuk tujuan irigasi. Dam digunakan untuk mengecek curah hujan, waduk untuk konservasi (penyimpanan air). Pengaturan hidrolik dibangun dengan memperkenalkan roda air (water wheel) asal Persia yang dinamakan na’urah (Spanyol : Noria). Orang Islam juga memperkenalkan pertanian padi, perkebuna jeruk, kebun – kebun dan taman – taman.

Dalam bidang Industri antara lain ; tekstil, kayu, kulit, loga,m dan isdustri barang – barang tembikar. Pembangunan – pembanguna fisik juga menonjol antara lain; pembanguna gedung – gedung, pembangunan kota, istana, mesjid, pemukinan, dan taman – taman, dan yang terkenal diantaranya Mesjid Cordova, Kota Al- Zahra, istana Ja Farriyah, di Saragoza, tembok Toledo, istana Al- Makmur, mesjid Seville, dan Istana Al – Hamra di Granada.

  1. Cordova

Cordova adalah Ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang diambil alih oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa Islam kota ini dipindah, jembatan besar dibangun diantara dua sungai yang mengalir ditengah kota, taman – taman dibangun untuk menghiasi kota, phon dan bunga di impor dari timur. Diseputar ibu kota dibangun istana – istana megah, tiap taman dan istana diberi nama tersendiri dan dipuncaknya terpancang Istan Damsyik.

Diantara kebanggaan kota Cordova adalah mesjid Cordova. Menurut Ibn Al- Dala’I terdapat 491 mesjid, 900 tempat pemandian dan saluran air dari pegunungan sepanjang 80 Km karena air sungai tidak dapat diminum.

 

  1. Granada

Granada adalah pertanahan terakhir unmat Islam di Spanyol, disini berkumpul sisa – sisa kekuartan arab dan pemikir Islam. Arsitektur bangunannya terkenal diseluruh Eropa. Istana Al- Hamra yang indah dan megah adalah pusat dan puncak ketingguian arsitektur Islam di Spanyol, disekelilingnya dibangun taman – taman yang indah. Disamping itu masih ada istana Al- Zahra, Istana Al- Gaza, menara Girilda dan lainnya.

 

 

  1. Faktor – faktor Pendukung Kemajuan

Kemajuan yang dicapai umat Islam itu sangat ditentukan oleh adanya penguasa – penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan – kekuatan umat Islam, seperti Abd Al- Rahman Al- Dakhil, Abd Al- Raman Al- Wasith dan Abd Al- Rahman Al- Nashir.

Keberhasilan politik tersebut juga ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa –penguasa lain yang memelopoti kegiatan ilmiah, antara lainMuhammad Ibn Abd Al- Rahman (856 – 886) dan Al- Hakam II Al- Muntashir (961 – 976). Toleransi beragama ditegakkan oleh penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereke punya kontribusi terhadap peradaban Islam di Spanyol.

  1. D.    Penyebab kemunduran dan Kehancuran
    1. Konflik Islam dengan Kristen

Kedatangan Arab Islam telah memperkuat rasa kebangsaan orang Spanyol Kristen, sehingga kehidupan Negara Islam di Spanyol tak pernah berhenti dari pertentangan Islam dan Kristen. Pada abad XI M uamat Kristen mengalami kemajuan pesat, sementara umat Islam sedanf mengalami Kemunduran.

  1. Tidak adanya ideologi pemersatu

Kalau ditempat – tempat lain para muallaf diperlakukan sederajad, orang Arab di Spanyol tidak pernah menerima orang – orang pribumi, mereka memberi istilah ‘Ibad dan Muwalludun kepada para Muallaf itu. Akibatnya etnis non Arab yang ada sering menggerogoti dan merusak perdamaian.

  1. Kesulitan Ekonomi

Di paruh kedua masa Islam di Spanyol, para pebguasa membangun kota dan mengembangkan ilmu pengertahuan dengan sangat serius, sehingga lalai membina perekonomian dan mengakibatkan timbulnya kesulitan ekonomi.

  1. Tidak jelanya Sistem Peralihan Kekuasaan

Hal itu menyebabkan perebutkan kekuasaan diantara para ahli wris. Karenanya kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk Al- Thawaif muncul. Granada kota Islam terakhir jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella.

  1. Keterpencilan

Spanyol Islam bagai terpencil dari dunia Islam lain, berjuang sendirian untuk membendung kebangkitan Kristen tanpa bantuan kecuali dari Afrika Utara.

  1. E.     Pengaruh Peradaban Islam di Spanyol

Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi pada khasanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang saat itu. Spanyol merupakan yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam. Orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol dibawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan Negara-negara tetangganya, terutama dalam bidang pemikiran dan sains disamping bangunan fisik. Terutama prmikiran Ibn Rusyd (1120-1198m). Ia melepas belenggu taklik dan menganjurkan kebebasan berfikir. Ia mengulas pemikiran Aristoteles dengan cara memikat minat semua orang yang berpikiran bebas. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga timbul gerakan Averroisme (Ibn Rusdisme) yang menuntut kebebasan berfikir tetapi ditolak oleh pihak gereja.

Berawal dari gerakan Averroisme ini di Eropa muncul revormasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme abad ke-17M. Buku-buku Ibn Rusyd dicetak di Venisia pada tahun 1481, 1482,1483, 1489, dan 1500M. Edisi lengkapnya terbit tahun 1553, 1557M. Pada abad ke-16 diterbitkan di Napoli, Bologna, lyonms, dan stasbourg diawal abad 17Mdi Jenewa.

Pada mulanya banyak para pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas – universitas Islam di Spanyol, seperti Cordova, Seville, Malaya, Granada dan Salamanea. Selama belajar mereka aktif menerjemahkan buku – buku karya ilmuan muslim. Pusat penerjemahan ada di Toledo. Setelah pulang mereka mendirikan sekolah dan universitas. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris tahun 1231 M, seelah 30 tahun wafatnya Ibn Rusyd. Ilmu yang diajarkan adalah ilmu – ilmu yang mereka peroleh dari Universitas – universitas Islam seperti Kedokteran, Ilmu pasti dan fuilsafat – filsafat yang paling banyak dipelajari adalah pemikiran Al- Farabi, Ibn Sina dan Ibn Rusyd.

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi pengaruh ilmu pengetahuan Islam di Eropa yang berlangsung sejak abad ke -12 M itu telah menimbulkan kebangkitan kembali (renaisance) pusaka Yunani abad ke – 14 M. Melalui terjemahan Arab kemudian diterjemahkan kembali kedalam bahasa latin, yang bermula di Italia, gerakan reformasi abad ke -16 M, rasionalisme pada abad ke – 17 M dan pencerahan (Aufklarung) pada abad ke – 18 M.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s