PERANAN GURU DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH MENENGAH

Posted: 12 Februari 2012 in makalah
Tag:, , ,

PERANAN GURU DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH MENENGAH

Guru merupakan salah satu pelaku dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, ia dituntut untuk mengenal tempat kerjanya. Guru perlu memahami faktor-faktor yang langsung dan tidak langsung menunjang proses belajar mengajar.

  1. A.     Administrasi Kurikulum

Kurikulum dalam sustu system pendidikan merupakan komponen yang teramat penting, karena kurikulum merupakan panutan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar di sekolah. Kualitas keluaran proses pendidikan ditentukan oleh kurikulum dan efektifitasnya pelaksanaannya. Kurikulum sekolah menengah merupakan seperangkat pengalaman belajar yang dirancang untuk siswa sekolah menengah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum dapat diartikan secara sempt dan luas. Dalam arti sempit, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang diberikan di sekolah, sedangkan dalam arti luas kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah kepada siswa, selama mereka mengikuti pendidikan disekolah itu. Dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah seperangkat bahan pengalaman belajar siswa dengan segala pedoman pelaksanaannya yang tersusun secara sistematik dan dipedomani oleh sekolah dalam kegiatan mendidik siswanya.

Fungsi-fungsi kegiatan pengelolaan kurikulum terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengawasan, serta penilaian.

Komponen-komponen kurikulum sekolah menengah adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan Institusional Sekolah

Tujuan institusional pendidikan suatu sekolah dijabarkan dari tujuan pendidikan nasioanal.

  1. Struktur Program Kurikulum Sekolah Menengah

Struktur program kurikulum sekolah menengah merupakan kerangka umum program-program pengajaran yang diberikan pada setiap jenis dan tingkat sekolah menengah.

  1. Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)

GBPP adalah salah satu komponen dari perangkat kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya dalam bidang pengajaran di sekolah. Unsur-unsur GBPP antara lain: (1) tujuan kurikuler, (2) tujuan instruksional umum, (3) bahan pengajaran, (4) program, (5) metode, (6) sarana/metode, (7) penilaian.

 

  1. B.     Pengembangan Kurikulum
    1. a.      Prosedur Pembahasan Materi Kurikulum

Dalam UU No. 2 Tahun 1989 disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan.

  1. b.      Pembahasan Mata Pelajaran Sesuai dengan Lingkungan Sekolah

Kurikulum dapat ditambah oleh sekolah dengan mata pelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan, selama mata pelajaran tersebut tidak menyimpang dari tujuan pendidikian nasional.

  1. c.       Penjabaran dan Penambahan Bahasn Kajian Mata Pelajaran

Menurut UU No.2 Tahun 1989 maupun PP No.29 Tahun 1990 (pasal) bahwa mata pelajaran atau kajian dalam mata pelajaran dapat ditambah oleh sekolah guna memperkaya pelajaran tersebut dengan catatan tidak bertentangan dan mengurangi kurikulum yang telah ditetapkan secara nasional.

  1. C.     Pelaksanaan Kurikulum
    1. a.      Penyusunan dan Pengembangan satuan Pendidikan

Satuan Pendidikan (SP) adalah suatu bentuk persiapan mengajar secara mendetail per pook bahasan yang disusun secara sistematik berdasarkan Garis-Garis Besar Program Pengajaran yang telah ada untuk suatu mata pelajaran tertentu.

  1. b.      Prosedur Penyusunan Satuan Pengajaran

Langkah-langkah yang ditempuh untuk membuat SP berdasarkan GBPP adalah:

1)      Mengisi identitas mata pelajaran

2)      Menjabarkan tujuan pokok bahasan (tujuan instruksional umum) menjadi tujuan instruksional khusus (TIK) yang lebih rinci.

3)      Menjabarkan materi pengajaran dari pokok bahasan atau sub pokok bahasan sesuai TIK

4)      Mengalokasikan waktu pengajaran

5)      Menetapkan langkah-langkah penyampaian secaralebih terperinci

6)      Menetapkan prosedur memperoleh balikan, baik balikan formatif melalui monitoring maupun balikan sumatif memalui tes.

7)      Mengantisipasikan perbaikan pengajaran.

  1. c.       Pengembangan Satuan Pengajaran

Pengembangan SP dapat meliputi penambahan, pengurangan, pengubahan dan penggatian. Oleh karenanya guru selalu disarankan untuk melakukan tilik ulang SP yang telah dibuat. Tilik ulang dapat dilakukan oleh guru secara individual, kelompok guru di sekolah, kelompok guru antar sekolah maupun kelompok guru yang lebih luas lagi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara berkala setiap akhir semester.

  1. d.      Penggunaan Satuan Pengajaran Bukan Buatan Guru Sendiri

Jika SP tidak dibuat oleh guru sendiri, maka guru perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :

1)      Melihat kembali GBPP dan mencocokkan kesesuaian komponen SP dengan komponen dalam GBPP

2)      Jika tidak ada penyimpangan, selanjutnya adalah mencocokkan konsistensi (keajegan) antara (1) tujusn umum dengan tujuan instruksional khusus, (2) Tujuan instruksional khusus dengan bahan, metode, dan yeknik evaluasi, serta sumber belajar.

3)      Melakukan pertimbangan (judgment) apakah SP itu dapat dilaksanakan di kelas.

4)      Jika no 3 belum terpenuhi, maka guru harus melakukan penyesuaian terhadap SP tersebut sehingga realistic dan dapat dilaksanakan.

  1. e.       Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar

Aspek administrasi dari pelaksanaan PBM adalah pengalokasian dan pengaturan sumber-sumber yang ada di sekolah untuk memungkinkan PBM dapat dilakukan oleh guru dengan seefektif mungkin.

  1. f.        Pengaturan Ruang Belajar

Dalam pengaturan ruang belajar hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) bentuk dan luas ruangan, (2) bentuk dan ukuran meja dan kursi siswa, (3) jumlah siswa pada tingkat siswa yang bersangkutan, (4) jumlah siwa pada tiap-tiap kelas, (5) jumlah kelompok dalam kelas, (6) jumlah siswa dalam tiap kelompok, (7) kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan.

  1. g.      Kegiatan Kokurikulerdan Ekstrakurikulerevaluasi Hasil Belajar dan Pogram Pengajaran

Ada tiga macam kegiatan kurikuler, yaitu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan sekolah dengan penjatahan waktu sesuai struktur program. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang erat kaitannya dengan pemerkayaan pelajaran. Kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran yang ditetapkan dalam struktur program, dan dimaksudkan siswa agar dapat lebih mendalami dan memahami apa yang telah dipelajari kegiatan intrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (intrakurikuler) tidak erat terkait dengan pelajaran di sekolah.

  1. h.      Evaluasi Hasil Belajar dan Program Pengajaran

Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam suatu kegiatan. Ada dua jenis evaluasi yaitu evaluasi hasil belajar dan evaluasi program pengajaran.

Evaluasi hasil belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Sedangkan evaluasi program pengajaran merupakan suatu serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program, serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tersebut.

Guru perlu mempelajari evaluasi program karena dua alas an. Pertama, evaluasi program memberikan balikan tentang hasil kerjanya, sehingga berdasarkan itu ia dapat memperbaiki unjuk kerjanya. Kedua, evaluasi program merupakan bentuk pertanggungjawaban guru atas tugas yang dibebankan sekolah dan masyarakat kepadanya.

  1. D.     Adminidtrasi Kesiswaan
    1. Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
      1. Penerimaan Siswa

Adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah, setelah mereka memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah.

  1. Pembinaan siswa

Adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan, baik di dalam maupun di luar jam belajarnya di kelas.

  1. Tamat belajar

Apabila siswa telah menamatkan (selesai dan lulus) semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan, maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar dari kepala sekolah.

  1. Peranan Guru dalam Administrasi Kesiswaan

Keterlibatan guru dalam administrasi kesiswaan tidak sebanyak keterlibatannya dalam mengajar. Beberapa peranan guru dalam administrasi kesiswaan antara lain:

a)      Dalam penerimaan siswa, di antara para guru dapat ditunjuk menjadi panitia penerimaan yang dapat melaksanakan tugas-tugas teknis mulai dari pencatatan penerimaan sampai dengan pelaporan pelaksanaan tugas.

b)      Dalam masa orientasi, tugas guru adalah mebuat agar para siswa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya.

c)      Untuk pengaturan kehadiran siswa di kelas, guru diharapkan mampu mencatat/merekam kehadiran siswa meskipun secara sederhana tetapi baik.

d)      Dalam memotivasi siswa untuk senantiasa berprestasi tinggi.

e)      Dalam menciptakan disiplisn sekolah atau kelas yang baik.

  1. E.     Administrasi Prasarana dan Sarana

Kegiatan dalam administrasi prasarana dan sarana pendidikan meliputi:

  1. Perencanaan kebutuhan
  2. Pengadaan prasarana dan sarana pendidikan
  3. Penyimpanan prasarana dan sarana pendidikan
  4. Inventarisasi prasarana dan sarana pendidikan
  5. Pemeliharaan prasarana dan sarana pendidikan
  6. Penghapusan prasarana dan sarana pendidikan
  7. Pengawasan prasarana dan sarana pendidikan
  8. F.      Administrasi Personal

Personel pendidikan dalam arti luas meliputi guru, pegawai, dan siswa. Dalam hal ini yang dimaksud dengan personel pendidikan adalah golongan petugas yang membidangi kegiatan edukatif dan yang membidangi kegiatan yang nonedukatif. Personel bidang edukatif adalah mereka yang bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu guru dan konselor (BK); sedangkan personel nonedukatif adalah petugas tata usaha dan penjaga sekolah.

Pegawai negeri adalah mereka yang setelah emenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas Negara lainnya yabg ditetapkan berdasarkan suatu perundang-undangan yang berlaku. Pegawai negeri terdiri dari (a) pegawai negeri sipil dan (b) anggota angkatan bersenjata RI.

ü  Pembinaan Pegawai Negeri Sipil

Dalam pembinaan guru sekolah menengah sebagai PNS yang penting harus dilakukan adalah hak dan kewajibannya. Pada hakikatnya pembinaan adalah usaha untuk meningkatkan prestasi mereka dengan memberikan hak-hak mereka serta dengan berbagai usaha memotivasi mereka.

Kewajiban PNS:

1)      Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, Negara, dan Pemerintah.

2)      Menaati segala peraturan perundangan yang berlaku dan melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.

3)      Wajib menyimpan rahasia jabatan.

Hak PNS:

1)      Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya

2)      Cuti

3)      Bagi PNS yang karena dalam tugas mengalami kecelakaan, maka berhak mendapatkan perawatan

4)      Dalam menjalankan tugasnya menderita cacat jasmani atau cacat badan dan tidak dapat bekerja lagi, maka berhak mendapat tunjangan.

5)      Bagi PNS yang meninggal, keluarganya berhak atas pensiun.

 

ü  Pengangkatan menjadi PNS

Syarat-syarat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil:

  1. Menunjukkan kesetiaan dan ketaatan penuh kepada Pancasila, UUD 1945, Negara, dan Pemerintah
  2. Menunjukkan sikap dan budi pekerti yang baik
  3. Menunjukkan kecakapan dalam menjalankan tugas
  4. Memenuhi syarat-syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS
  5. Khusus CPNS yang diangkat sesudah 1 April 1981 harus lulus parjab.

 

ü  Pengangkatan dalam Pangkat PNS

CPNS yang telah memenuhi persyaratan dapat diangkat dalam pangkat:

  1. Juru muda Golongan I/a, bagi mereka yang mempunyai STTB SD
  2. Juru muda Tingkat I Golongan ruang I/b, bagi mereka yang emiliki STTB sekolah menengah umum tingkat pertama atau sekloah menengah kejuruan tingkat pertama 3 tahun.
  3. Juru Golongan I/c, bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki STTB SMK 4 tahun.
  4. Pengatur muda Golongan ruang II/a, mereka yang memiliki STTB SMTA, D I, akta I, SMK tingkat atas 3 tahun
  5. Pengatur Muda Tingkat I Golongan ruang II/b, bagi mereka yang memiliki ijazah sarjana muda, D II, SGPLB, D III, Akta II, Akademi.
  6. Pengatur Golongan ruang II/c, bagi mereka yang memiliki Akta III
  7. Penata muda Golongan ruang III/a, bagi mereka yang memiliki ijazah Sarjana, Pasca Sarjana, Spesialis I, akta IV.
  8. Penata Muda Tingkat I Golongan ruang III/b, mereka yang memiliki ijazah Doktor, Spesialis II, Akta V.

Bagi guru sekolah menengah, pengangkatan pertama sebagai CPNS, minimal Pengatur Muda Golongan ruang II/a. Pangkat guru dengan golongan ruang dari yang terendah sampai tertinggi adalah sebagai berikut:

(1)   Guru Pratama                           Golongan ruang II/a

(2)   Guru Pratama Tingkat I                        Golongan ruang II/b

(3)   Guru Muda                              Golongan ruang II/c

(4)   Guru Muda Tingkat I               Golongan ruang II/d

(5)   Guru Madya                            Golongan ruang III/a

(6)   Guru Madya Tingkat I             Golongan ruang III/b

(7)   Guru Dewasa                           Golongan ruang III/c

(8)   Guru Dewasa Tingkat I                        Golongan runag III/d

(9)   Guru Pembina                          Golongan ruang IV/a

(10)  Guru Pembina Tingkat I         Golongan ruang IV/b

(11)  Guru Utama                           Golongan ruang IV/c

(12)  Guru Utama                           Golongan ruang IV/d

(13)  Guru Utama                           Golongan ruang IV/e

 

 

 

ü  Penggajian PNS

Besar atau kecilnya gaji seseorang ditentukan oleh pangkat dan masa kerja yang dimiliki pegawai yang bersangkutan. Gaji pokok CPNS adalah 80% dari gaji pokok PNS. Selain gaji pokok, PNS diberikan juga tunjangan, seperti; tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, dan tunjangan lain-lain.

ü  Kenaikan Gaji Berkala

Guru sekolah menengah sebagai PNS diberikan kenaikan gaji berkala, apabila syarat-syarat sudah dipenuhi , yaitu:

a)      Telah mencapai masa kerja golongan yang ditentukan untuk kenaikan gaji berkala

b)      Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dengan nilai rata-rata sekurang-kurangnya cukup.

ü  Kenaikan Pangkat Guru Sekolah Menengah

Menurut PP no 3 tahun 1980, jenis kenaikan pangkat sebagai berikut:

a)      Kenaikan Pangkat regular

b)      Kenaikan Pangkat pilihan

c)      Kenaikan Pangkat istimewa

d)      Kenaikan Pangkat pengabdian

e)      Kenaikan Pangkat anumerta

f)       Kenaikan Pangkat dalam tugas belajar

g)      Kenaikan Pangkat selama menjadi pejabat Negara

h)      Kenaikan Pangkat selama dalam penugasan di luar instansi induk

i)        Kenaikan Pangkat menjalankan wajib militer

j)        Kenaikan Pangkat sebagai penyesuaian ijazah

ü  Cuti PNS

Jenis cuni PNS adalah: (a) cuti tahunan, (b) cuti besar, (c) cuti sakit, (d) cuti melahirkan, (e) cuti katrena alas an penting, (f) cuti di luar tanggungan Negara.

ü  Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)

Unsure yang dinilai dalam DP3 adalah : (a) kesetiaan, (b) prestasi kerja, (c) tanggung jawab, (d) ketaatan, (e) kejujuran, (f) kerjasama, (g) prakarsa, dan (h) kepemimpinan.

Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut:

a)      Amat baik  = 91-100

b)      Baik           = 76-90

c)      Cukup        = 61-75

d)      Sedang       = 51-60

e)      Kurang       = < 50

ü  Kesejahteraan pegawai

Meliputi taspen, askes dan koperasi.

ü  Pemindahan Pegawai Negeri Sipil

Pemindahan pegawai dapat dibagi atas :

1)      Atas permintaan sendiri

2)      Tidak atas kemauan sendiri

3)      Kepentingan dinas

ü  Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil

Pemberhentian PNS dapat terjadi karena: (1) permintaan sendiri, (2) mencapai batas pensiun, (3) adanya penyederhanaan organisasi, (4) melakukan pelanggaran/tindak pidana, (5) tidak cakap jasmani/rohani, (6) meninggalkan tugas, (7) meninggal dunia atau hilang, dll

ü  Pensiun

Batas usia seorang PNS untuk mendapatkan pension adalah 56 tahun. Batas usia ini diperpanjang menjadi:

a)      65 tahun bagi PNS yang memangku jabatan ahli peneliti dan peneliti, guru besar, lektor kepala dan lektor, jabatan lainnyayang ditentukan presiden.

b)      60 tahun bagi PNS yang memangku jabatan eselon I dan eselon II, pengawas, guru sekolah menengah sampai SMTA (kepala sekolah dan pengawas)

c)      58 tahun bagi PNS yang memangku jabatan sebagai hakim.

  1. G.    Adminidtrasi Keuangan Sekolah Menengah

Administrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan, pelapoaran, dan pertanggungjawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan sekolah. Tujuan administrasi ini adalah untuk mewujudkan suatu tertib administrasi keuangan, sehingga pengurusnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keuangan sekolah menengah dapat diperoleh dari dana Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN), bantuan (kalau ada)dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta bantuan masyarakat. Dana APBN terdiri dari dana rutin dan dana pembangunan. Dana APBD dapat berasal dari Pemerintah Tingkat I atau Tingkat II. Dana dari masyarakat diperoleh dari dana yang dikumpulkan oleh Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3), serta bantuan masyarakat lainnya

  1. H.    Administrasi Hubungan Sekolah dan Masyarakat (Husemas)

Husemas adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sekolah.

Tujuan yang ingin dicapai dengan mengembangkan kegiatan Husemas adalah:

1)      Peningkatan pemahaman masyarakat tentang tujuan serta sasaran yang ingin direalisasikan sekolah.

2)      Peningkatan pemahaman sekolah tentang keadaan serta aspirasi masyarakat tersebut terhadap sekolah.

3)      Peningkatan usaha orang tua siswa dan guru-guru dalam memenuhi kebutuhan anak didik, serta meningkatkan kuantitas serta kualitas bantuan orang tua siswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah.

4)      Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran serta mereka dalam memajukan pendidikan di sekolah dalam era pembangunan.

5)      Terpeliharanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah serta apa yang dilakukan oleh sekolah.

6)      Pertangguangjawaban sekolah atas harapan yang dibebankan masyarakat kepada sekolah.

7)      Dukungan serta bantuan dari masyarakat dalam memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk meneruskan dan meningkatkan program sekolah.

  1. Prinsip-prinsip Hubungan Sekolah Masyarakat

(1)   Prinsip otoritas, yaitu bahwa husemas harus dilakukan oleh orang yang mempunyai otoritas, karena pengetahuan dan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan sekolah.

(2)   Prinsip kesederhanaan, yaitu bahwa program-program husemas harus sederhana dan jelas.

(3)   Prinsip sensitifitas, yaitu bahwa dalam menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan masyarakat, sekoah harus sensitif terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat.

(4)   Prinsip kejujuran, yati bahwa apa yang disampaikan kepada masyarakat haruslah sesuatu apa adanya dan disampaikan secara jujur.

(5)   Prinsip ketetapan, yaitu bahwa apa yang disampaikan sekolah kepada masyarakat harus tepat, baik dilihat dari segi isi, waktu, media yang digunakan serta tujuan yang akan dicapai.

  1. Penyelenggaraan Kegiatan Administrasi Hubungan Sekolah-Masyarakat

Penyelenggaraan program dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi prosesnya dan segi jenis kegiatannya.

  1. Proses Proses penyelenggaraan Husemas

a)      Perencanaan program

b)      Pengorganisasian

c)      Pelaksanaan

d)      Evaluasai

  1. Kegiatan Husemas

Teknik-teknik yang dapat dipakai dalam kegiatan Husemas:

a)      Teknik Langsung

b)      Teknik Tidak Langsung

  1. Peranan Guru dalam Hubungan Sekolah-Masyarakat

Ada beberapa hal yang dapat guru lakukan dalam kegiatan husemas, yaitu:

1)      Membantu sekolah dalam melaksanakan teknik-teknik husemas

2)      Membuat dirinya lebih baik dlam masyarakat

3)      Dalam melaksanakan semaua itu guru harus melaksanakan kode etiknya.

  1. I.       Administrasi dan layanan Khusus

Layanan khusus adalah suatu uasaha yang tidak secara langsung berkenaan dengan PBM di kelas, tetapi secara khusus diberikan oleh sekolah kepada para siswanya agar mereka lebih optimal dalam melaksanakan paroses belajar. Ada berbagai jenis layanan khusus, seperti pusat sumber belajar, usaha kesehatan sekoalh, dan kafetaria/warung/kantin sekolah.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s