KERAJAAN TURKI USMANI

Posted: 12 Februari 2012 in makalah
Tag:,

KERAJAAN TURKI USMANI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Sejarah Asia Barat

Dosen : Afwan Zuhdi, S.Ag, MA

 

 

 

 

OLEH :

NAMA          : IWAN SUTIYONO           

NIM              : 10021015

SEMESTER            : III

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP YOGYAKARTA

2012

Kerajaan Turki Usmani

Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara ongol,kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongol itu,
Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, diantaranya Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia. Kerajaan Usmani ini adalah yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya. Untuk mengetahui labih jelasnya maka dalam makalah ini akan kami terangkan lebih lanjut mengenai Turki Usmani.

A. Asal-Usul Dinasti Turki Usmani

Nama kerajaan Usmaniyah itu diambil dari dan dibangsakan kepada nenek moyang mereka yang pertama, Sultan Usmani Ibnu Sauji Ibnu Arthogol Ibnu Sulaimansyah Ibn Kia Alp, kepala Kabilah Kab di Asia Tengah. Awal mula berdirinya Dinasti ini banyak tertulis dalam legenda dan sejarah sebelum tahun 1300. Dinasti ini berasal dari suku Qoyigh Oghus. Yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina kurang lebih tiga abad. Kemudian mereka pindah ke Turkistan, Persia dan Iraq. Mereka masuk Islam pada abad ke-9/10 ketika menetap di Asia Tengah.

Pada abad ke-13 M, mereka mendapat serangan dan tekanan dari Mongol, akhirnya mereka melarikan diri ke Barat dan mencari perlindungan di antara saudara-saudaranya yaitu orang-orang Turki Seljuk, di dataran tinggi Asia kecil (Hasan, 1989:324-325). Dibawah pimpinan Orthogul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alaudin II yang sedang berperang melawan Bizantium. Karena bantuan mereka inilah, Bizantium dapat dikalahkan. Kemudian Sultan Alauddin memberi imbalan tanah di Asia kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibukota (Badri Yatim, 2000:130).

Ertoghrul meninggal Dunia tahun 1289. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290-1326 M. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol kembali menyerang Kerajaan Seljuk, dan dalam pertempuran tersebut Sultan Alaudin terbunuh. Setelah wafatnya Sultan Alaudin tersebut, Usman memproklamasikan kemerdekaannya dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut Usman I. Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al-Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 1300 M setapak demi setapak wilayah kerajaan diperluas.

Dipilihnya negeri Iskisyihar menjadi pusat kerajaan. Usman mengirim surat kepada raja-raja kecil guna memberitahukan bahwa sekarang dia raja yang besar dan dia menawar agar raja-raja kecil itu memilih salah satu diantara tiga perkara, yakni ; Islam, membayar Jaziah dan perang. Setelah menerima surat itu, separuh ada yang masuk Islam ada juga yang mau membayar Jizyah. Mereka yang tidak mau menerima tawaran Usman merasa terganggu sehingga mereka meminta bantuan kepada bangsa Tartar, akan tetapi Usman tidak merasa takut menghadapinya. Usman menyiapkan tentaranya dalam mengahdapi bangsa Tartar, sehingga mereka dapat ditaklukkan.

Usman mempertahankan kekuasaan nenek moyang dengan setia dan gagah perkasa sehingga kekuasaan tetap tegak dan kokoh sehingga kemudian dilanjutkan dengan putera dan saudara-saudaranya yang gagah berani meneruskan perjuangan sang ayah dan demi kokohnya kekuasaan nenek moyangnya.

 
B. Perkembangan Turki Usmani

Setelah Usman mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al Usman (raja besar keluarga Usman), setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa pemerintahan Orkhan (1326-1359 M), kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir (1327 M), Thawasyanli (1330 M), Uskandar (1338 M), Ankara (1354 M) dan Gallipoli (1356 M). Daerah-daerah itulah yang pertama kali diduduki kerajaan Usmani,ketika Murad I, pengganti Orkhan berkuasa (1359-1389 M). Selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerah ke benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adnanopel yang kemudian dijadikan ibukota kerajaan yang baru. Mrerasa cemas terhadap ekspansi kerajaan ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani, namun Sultan Bayazid I (1389-1403 M), dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut.

Ekspansi Bayazid I sempat berhenti karena adanya tekanan dan serangan dari pasukan Timur Lenk ke Asia kecil. Pertempuran hebat terjadi antara tahun 1402 M dan pasukan Turki mengalami kekalahan. Bayazid I dan putranya ditawan kemudian meninggal pada tahun 1403 M (Ali, 1991:183). Kekalahan tersebut membawa dampak yang buruk bagi Kerajaan Usmani yaitu banyaknya penguasa-penguasa Seljuk di Asia kecil yang melepaskan diri. Begitu pula dengan Bulgaria dan Serbia, tetapi hal itu dapat diatasi oleh Sultan Muhammad I (1403-1421 M). Usaha beliau yang pertama yaitu meletakkan dasardasar keamanan dan perbaikan-perbaikan dalam negeri. Usaha beliau kemudian diteruskan oleh Sultan Murad II (1421-1451).
Turki Usmani mengalami kemajuannya pada masa Sultan Muhammad II (1451-1484 M) atau Muhammad Al-Fatah. Beliau mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M yang merupakan kekuatan terakhir Imperium Romawi Timur.

Pada masa Sultan Salim I (1512-1520 M), ekspansi dialihkan ke Timur, Persia, Syiria dan Mesir berhasil ditaklukkannya. Ekspansi tersebut dilanjutkan oleh putranya Sulaiman I (1520-1526 M) dan berhasil menaklukkam Irak, Belgaro,kepulauan Rhodes, Tunis dan Yaman. Masa beliau merupakan puncak keemasan dari kerajaan Turki Usmani, karena dibawah pemerintahannya berhasil menyatukan wilayah yang meliputi Afrika Utara, Mesir, Hijaz, Irak, Armenia, Asia Kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania sampai batas sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu laut Merah, laut Tengah dan laut Hitam (Subaryana, 2006:31).

Usmani yang berhasil menaklukkan Mesir tetap melestarikan beberapa system kemasyarakatan yang ada sekalipun dengan beberapa modifikasi. Usmani menyusun kembali sistem pemerintahan yang memusat dan mengangkat beberapa Gubernur militer dan pejabat-pejabat keuangan untuk mengamankan pengumpulan pajak dan penyetoran surplus pendapatan ke Istambul. Peranan utama pemerintahan Usmani adalah menentramkan negeri ini, melindungi pertanian, irigasi dan perdagangan sehingga mengamankan arus perputaran pendapatan pajak. Dalam rentangan abad pertama dan abad pertengahan dari pereode pemerintahan Usmani, sistem irigasi di Mesir diperbaiki, kegiatan pertanian meningkat dengan pesat dan kegiatan perdagangan dikembangkan melalui pembukaan kembali beberapa jalur perdagangan antara India dan Mesir (Ira Marvin Lapidus, 2002:553).

Demikianlah perkembangan dalam kerajaan Turki Usmani yang selalu berganti penguasa dalam mempertahankan kerajaannya. Diantara mereka (para penguasa) memimpin dengan tegasnya atas tinggalan dari nenek moyang agar jangan sampai jatuh ke tangan negeri / penguasa lain selain Turki Usmani. Hal ini terbukti dengan adanya para pemimpin yang saling melengnkapi dalam memimpin perjuangannya menuju kejayaan dengan meraih semua yang membawa kemajuan dalam kehidupan masyarakat
C. Kemajuan-Kemajuan Turki Usmani

Akibat kegigihan dan ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin dalam mempertahankan Turki Usmani membawa dampak yang baik sehingga kemajuankemajuan dalam perkembangan wilayah Turki Usmani dapat di raihnya dengan cepat. Dengan cara atau taktik yang dimainkan oleh beberapa penguasa Turki seperi Sultan Muhammad yang mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negerinya yang kemudian diteruskan oleh Murad II (1421-1451M) (Yatim, 2003:133-134). Sehingga Turki Usmani mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad II (1451- 1484 M). Usaha ini di tindak lanjuti oleh raja-raja berikutnya, sehingga dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qonuni. Ia tidak mengarahkan ekspansinya kesalah satu arah timur dan Barat, tetapi seluruh wilayah yang berada disekitar Turki Usmani itu, sehingga Sulaiman berhasil menguasai wilayah Asia kecil. Kemajuan dan perkembangan wilayah kerajaan Usmani yang luas berlangsung dengan cepat dan diikuti oleh kemajuan-kemajuan dalam bidang-bidang kehidupan lain yang penting, diantaranya :

  1. 1.      Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan

Untuk pertama kalinya Kerajaan Usmani mulai mengorganisasi taktik, strategi tempur dan kekuatan militer dengan baik dan teratur. Sejak kepemimpinan Ertoghul sampai Orkhan adalah masa pembentukan kekuatan militer. Perang dengan Bizantium merupakan awal didirikannya pusat pendidikan dan pelatihan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut dengan Jenissari atau Inkisyariah . Selain itu kerajaan Usmani membuat struktur pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan Sultan yang dibantu oleh Perdana Menteri yang membawahi Gubernur. Gubernur mengepalai daerah tingakat I. Di bawahnya terdapat beberapa bupati. Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I dibuatlah UU yang diberi nama Multaqa Al-Abhur , yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasanya ini, di ujung namanya di tambah gelar al-Qanuni (Badri Yatim, 2000:134-135).

  1. 2.      Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya

Kebudayaan Turki Usmani merupakan perpaduan bermacam-macam kebudayaan diantaranya adalah kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia mereka banyak mengambil ajaran-ajaran tentang etika dan tata krama dalam istana rajaraja. Organisasi pemerintahan dan kemiliteran banyak diserap dari Bizantium. Dan ajaran tentang prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuan dan huruf diambil dari Arab (Binnaz Toprak, 1981:60). Dalam bidang Ilmu Pengetahuan di Turki Usmani tidak begitu menonjol karena mereka lebih memfokuskan pada kegiatan militernya, sehingga dalam khasanah Intelektual Islam tidak ada Ilmuan yang terkemuka dari Turki Usmani .

  1. 3.      Bidang Keagamaan

Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar dalam lapangan sosial dan politik. Masyarakat di golongkan berdasarkan agama, dan kerajaan sendiri sangat terikat dengan syariat sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku. Oleh karena itru, ajaran ajaran thorikot berkembang dan juga mengalami kemajuan di Turki Usmani. Para Mufti menjadi pejabat tertinggi dalam urusan agama dan beliau mempunyai wewenang dalam memberi fatwa resmi terhadap problem keagamaan yang terjadi dalam masyarakat.

Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kerajaan Turki Usmani tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, antara lain:

  • Mereka adalah bangsa yang penuh semangat, berjiwa besar dan giat.
  • Mereka memiliki kekuatan militer yang besar.
  • Mereka menghuni tempat yang sangat strategis, yaitu Constantinopel yang berada
    pada tititk temu antara Asia dan Eropa.
  • Disamping itu keberanian, ketangguhan dan kepandaian taktik yang dilakukan olah para penguasa Turki Usmani sangatlah baik, serta terjalinnya hubungan yang baik dengan rakyat kecil, sehingga hal ini pun juga mendukung dalam memajukan dan mempertahankan kerajaan Turki Usmani.

D. Turki Pasca Sulaiman al-Qanuni

Masa pemerintahan Sulaiman I (1520-1566 M) merupakan puncak kejayaan daripada kerajaan Turki Usmani. Beliau terkenal dengan sebutan Sulaiman Agung atau Sulaiman Al-Qonuni. Akan tetapi setelah beliau wafat sedikit demi sedikit Turki Usmani mengalami kemunduran. Setelah Sulaiman meninggal Dunia, terjadilah perebutan kekuasaan antara putera-puteranya, yang nenyebabkan kerajaan Turki Usmani mundur akan tetapi meskipun terus mengalami kemunduran kerajaan ini untuk masa beberapa abad masih dipandang sebagai militer yang tangguh. Kerajaan ini memang masih bertahan lima abad lagi setelah sepeninggalnya Sultan Sulaiman 1566 M (Badri Yatim, 2000:135).

Sultan Sulaiman di ganti Salim II. Pada masa pemerintahan Salim II (1566-1573 M), pasukan laut Usmani mengalami kekalahan atas serangan gabungan tentara Spanyol, Bandulia, Sri Paus dan sebagian armada pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Kekalahan ini menyebabkan Tunisia dapat direbut musuh. Tetapi pada tahun 1575 M, Tunisia dapat direbut kembali oleh Sultan Murad III (1574-1595 M). Pada masa pemerintahannya, keadaan dalam negeri mengalami kekacauan. Hal itu disebabkan karena ia mempunyai kepribadian yang buruk. Keadaan itu semakin kacau setelah naiknya Sultan Muhammad III (1595-1603 M), Sultan Ahmad I (1603-1671 M) dan Musthofa I (1617-1622 M), akhirnya Syeikh Al-Islam mengeluarkan fatwa agar Musthofa I turun dari jabatannya dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M).

Pada masa pemerintahan Sultan Murad IV (1623-1640 M), mulai mengadakan perbaikan-perbaikan, tetapi sebelum ia berhasil secara keseluruhan, masa pemerintahannya berakhir. Kemudian pemerintahan dipegang oleh Ibrahim (1640-1648 M),yang pada masanya orang-orang Venesia melakukan peperangan laut dan berhasil mengusir orang Turki Usmani di Cyprus dan Creta pada tahun 1645 M. Pada tahun 1663 M pasukan Usmani menderita kekalahan dalam penyerbuan ke Hungaria. Dan juga pada tahun 1676 M dalam pertempuran di Mohakes, Hungaria. Turki Usmani dipaksa menandatangani perjanjian Karlowitz pada tahun 1699 M yang berisi pernyataan penyerahan seluruh wilayah Hungaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg. Dan penyerahan Hermeniet, Padalia, Ukraenia, More dan sebagian Dalmatia kepada penguasa Venesia.

Pada tahun 1770 M pasukan Rusia mengalahkan armada Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil. Namun kemenangan ini dapat direbut kembali oleh Sultan Musthofa III (1757- 1774 M). Dan pada tahun 1774 M, penguasa Usmani Abddul Hamid (1774-1789 M) terpaksa menandatangani kinerja dengan Catherine II dari Rusia yang berisi penyerahan benteng-benteng pertahanan di Laut Hitam kepada Rusia dan pengakuan kemerdekaan atas Crimea (Ali, 1993:191).

Pemerintahan Turki, masa pasca Sulaiman banyak terjadi kekacauan-kekacauan yang menyebabkan kemunduran dalam mempertahankan Turki Usmani (kerajaan Usmani). Hal ini dikarenakan benyaknya berganti pemimpin atau penguasa yang hanya meperebutkan jabatan tanpa memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang lebih terarah pada tegaknya kerajaan Usmani. Sifat dari pada para pemimpin juga mempengaruhi keadaan kerajaan Usmani, seperti halnya sifat jelek yang dilakukan Sultan Murad III (1574-1595 M) yakni yang selalu menuruti hawa nafsunya sehingga kehidupan moral Sultan Murad yang jelek itu menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri Usmani itu sendiri.

Banyaknya kemunduran yang dirasakan selama kurang lebih dua abad ditinggal Sultan Sulaiman. Tidak ada tanda-tanda membaik sampai setengah pertama dari abad ke -19 M. Oleh karena itu, satu persatu negara-negara di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan Usmani ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan memberonak terhadap kerajaan-kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa didaerah timur tengah mencoba bangkit memberontak. Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa kemunduran Turki Usmani pasca Sulaiman disebabkan karena banyaknya terjadi kekacauan-kekacauan yang menyebabkan kemunduran dalam kerajaan Usmani.

 

E. Kemunduran Kerajaan Turki Usmani

Kemunduran Turki Usmani terjadi setelah wafatnya Sulaiman Al-Qonuni. Hal ini disebabkan karena banyaknya kekacauan yang terjadi setelah Sultan Sulaiman meninggal diantaranya perebutan kekuasaan antara putera beliau sendiri. Para pengganti Sulaiman sebagian besar orang yang lemah dan mempunyai sifat dan kepribadian yang buruk. Juga karena melemahnya semangat perjuangan prajurit Usmani yang mengakibatkan kekalahan dalam mengahadapi beberapa peperangan. Ekonomi semakin memburuk dan system pemerintahan tidak berjalan semestinya.

Selain faktor diatas, ada juga faktor-faktor yang menyebabkan kerajaan Usmani mengalami kemunduran, diantaranya adalah :

ü  Wilayah Kekuasaan yang Sangat Luas

Perluasan wilayah yang begitu cepat yang terjadi pada kerajaan Usmani, menyebabkan
pemerintahan merasa kesulitan dalam melakukan administrasi pemerintahan, terutama pasca pemerintahan Sultan Sulaiman. Sehingga administrasi pemerintahan kerajaan Usmani tidak beres. Tampaknya penguasa Turki Usmani hanya mengadakan ekspansi, tanpa mengabaikan penataan sistem pemerintahan. Hal ini menyebabkan wilayah-wilayah yang jauh dari pusat mudah direbut oleh musuh dan sebagian berusaha melepaskan diri.

ü  Heterogenitas Penduduk

Sebagai kerajaan besar, yang merupakan hasil ekspansi dari berbagai kerajaan, mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria dan negara lain, maka di kerajaan Turki terjadi heterogenitas penduduk. Dari banyaknya dan beragamnya penduduk, maka jelaslah administrasi yang dibutuhkan juga harus memadai dan bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Akan tetapi kerajaan Usmani pasca Sulaiman tidak memiliki administrasi pemerintahan yang bagus di tambah lagi dengan pemimpinpemimpin yang berkuasa sangat lemah dan mempunyai perangai yang jelek.

ü  Kelemahan para Penguasa

Setelah sultan Sulaiman wafat, maka terjadilah pergantian penguasa. Penguasa-penguasa tersebut memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang lemah akibatnya pemerintahan menjadi kacau dan susah teratasi.

ü  Budaya Pungli

Budaya ini telah meraja lela yang mengakibatkan dekadensi moral terutama dikalangan pejabat yang sedang memperebutkan kekuasaan (jabatan).

ü  Pemberontakan Tentara Jenissari

Pemberontakan Jenissari terjadi sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1525 M, 1632 M, 1727 M dan 1826 M. Pada masa belakangan pihak Jenissari tidak lagi menerapkan prinsip seleksi dan prestasi, keberadaannya didominasi oleh keturunan dan golongan tertentu yang mengakibatkan adanya pemberontakan-pemberontakan.

ü  Merosotnya Ekonomi

Akibat peperangan yang terjadi secara terus menerus maka biaya pun semakin membengkak, sementara belanja negara pun sangat besar, sehingga perekonomian kerajaan Turki pun merosot.

ü  Terjadinya Stagnasi dalam Lapangan Ilmu dan Teknologi

Ilmu dan Teknologi selalu berjalan beriringan sehingga keduanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Keraajan usmani kurang berhasil dalam pengembagan Ilmu dan Teknologi ini karena hanya mengutamakan pengembangan militernya. Kemajuan militer yang tidak diimbangi dengan kemajuan ilmu dan teknologi menyebabkan kerajaan Usmani tidak sanggup menghadapi persenjataan musuh dari Eropa yang lebih maju.
F. Kesimpulan

  1. Nama kerajaan Usmani diambil dari nama Sultan pertama bernama Usman. Beliau dengan gigihnya meneruskan cita-cita ayahnya sehingga dapat menguasai suatu wilayah yang cukup luas dan dapat dijadikan sebuah kerajaan yang kuat. Bangsa Turki Usmani berasal dari suku Qoyigh, salah satu kabilah Turki yang amat terkenal. Pada abad ke-13 mereka mendapat serangan dari bangsa Mongol. Akhirnya mereka mencari perlindungan dari saudaranya, yaitu Turki Seljuk. Dibawah pemerintahan Ortoghul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alaudin yang sedang melawan Bizantium. Karena bantuan mereka, Sultan Alaudin dapat mengalahkan Bizantium. Kemudian Sultan Alaudin memberi imbalan tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Setelah Sultan Alaudin wafat (1300 M), orang-orang Turki segera memproklamirkan kerajaan Turki Usmani dengan Usman I sebagai sultannya.
  2. Perluasan wilayah kerajaan Turki terjadi dengan cepat, sehingga membawa kejayaan,
    disamping itu raja-raja yang berkuasa sangat mempunyai potensi yang kuat dan baik. Banyak daerah-daerah yang dapat dikuasai (di Asia Kecil) sehingga memperkuat berdirinya kerajaan Turki Usmani. Salah satu sumbangan terbesar kerajaan Turki Usmani dalam penyebaran Islam adalah penaklukkan kota benteng Constantinopel (Bizantium) ibukota Romawi Timur (1453 M), penaklukkan kota itu terjadi pada masa Sultan Muhammad II (1451-1481 M) yang terkenal dengan gelar Al-Fatih. Dalam perkembangan selanjutnya kerajaan Turki Usmani mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan-kemajuan tersebut meliputi bidang kemiliteran, pemerintahan, kebudayaan dan agama. Selanjutnya Turki Usmani mengalami puncak keemasan adalah pada masa pemerintahan Sulaiman I (1520-1566 M) yang terkenal dengan
    sebutan Sulaiman Agung.
  3. Dari perkembangan yang sangat baik itu maka Turki Usmani mengalami kemajuankemajuan yang mendukung sekali dalam pemerintahannya diantaranya :
    1. Dalam bidang kemiliteran dan pemerintahan. Turki mempunyai militer yang sangat kuat dan siap bertempur kapan dan dimana saja. Di bidang urusan pemerintahan dibuat undang-undang yang berguna untuk mengatur urusan pemerintahan di Turki Usmani.
    2. Dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Turki kaya akan kebudayaan, karya telah terjadi akulturasi budaya antara Arab, Persia dan Bizantium. Akan tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan Turki Usmani tidak begitu menonjol karena terlalu berfokus pada bidang kemiliteran.
    3. Dalam Bidang Keagamaan. Peranan agama di Turki Usmani sangatlah besar terutama dalam tradisi masyarakat. Mufti/Ulama’ menjadi pejabat tinggi dalam urusan agama dan berwenang memberi fatwa resmi terhadap problem keagamaan yang dihadapi masyarakat.
    4. Tanda kemunduran kerajan Turki Usmani terjadi setelah masa pemerintahan Sulaiman (1520-1566 M) berakhir, yaitu terjadi pertikaian diantara anak Sulaiman untuk memperebutkan kekuasaan. Turki Usmani mengalami kekacauan, satu persatu daerah kekuasaannya melepaskan diri, karena tidak ada pengganti pemimpin yang kuat dan cakap.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

Athaillah. 2006. Rasyid Ridha: Konsep Teologi Rasional dalam Tafsir Al-Manar. Jakarta: Erlangga.

Fardan, John 2007. Sejarah Dunia untuk Anak Pintar. Yogyakarta : Platinum.

Lapidus, Ira M. 2002. A History of Islamic Societies. United Kingdom: Cambridge University Press.

Nurhabib, Moh. 2003. Sejarah dan Peradaban Islam. Malang:UMM Press.

Subaryana. 2006. Sejarah Asia  Barat I. Yogyakarta : FPIPS IKIP PGRI Wates.

Toprak, Binnaz. 1981. Islam and Political Development in Turkey. Leiden : E.J Brill.

Yatim, Badri. 2000. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo persada.

Zurcher, Erik. 2003. Sejarah Turki Modern. Jakarta : Gramedia.

PROSES – PROSES SOSIAL

Posted: 12 Februari 2012 in makalah
Tag:,

 DASAR-DASAR SOSIOLOGI

Dosen Pengampu : Dra. E. Wagiyah, M.Pd

 

 

 

 

OLEH :

NAMA                 : DWI SUMARTINI

NIM                     : 09021010

SEMESTER       : V

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

YOGYAKARTA

2011

PROSES – PROSES SOSIAL

 

  1. A.       PEMBATASAN PENGERTIAN

Sosiologi menelaah dan meneliti proses-proses sosial atau “social proceses”. Pengetahuan tentang proses-proses sosial memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengertian mengenai segi yang dinamis dari masyarakat atau gerak masyarakat. Perubahan atau perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamikanya, disebabkan oleh karena para warganya mengadakan hubungan satu dengan yang lainnya baik dalam bentuk orang perorangan maupun kelompok manusia.

Proses Sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada / dengan kata lain proses social diartikan sebagai pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama.

Bentuk interaksi sosial yaitu bentuk-bentuk yang tampak apabila orang-orang perorangan / kelompok-kelompok manusia itu mengadakan hubungan satu sama lain dengan terutama mengetenahkan dalam interaksi tersebut kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial sebagai unsure pokok dalam structural sosial. Interaksi social adalah kunci dari semua kehidupan social oleh  karena tanpa interaksi sosial tidak akan ada kehidupan bersama. Dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah dasar proses-proses sosial, pengertian mana menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok dan manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

 

  1. B.        INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI FAKTOR UTAMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

Bentuk umum proses-proses sosial  adalah interaksi sosial oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya dan juga terjadi di dalam masyarakat. Interaksi sosial akan lebih terlihat mencolok apabila terjadi pertentangan antara kepentingan – kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok.

Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial yang didasarkan pada berbagai faktor antara lain :

  1. Faktor Imitasi

Faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam interaksi social. Segi positifnya imitasi dapat mendorong seseorang untuk dapat mematuhi kaedah-kaedah dan nilai-nilai yang berlaku. Segi negatifnya jika yang ditiru adalah hal-hal yang menyimpang. Imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang.

  1. Faktor sugesti

Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan / suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Terjadi apabila orang yang memberikan pandangan adalah orang yang berwibawa / mungkin orang yang sifatnya otoriter.

  1. Faktor identifikasi

Merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat dibentuk melalui proses ini. Prose situ berlangsung dengan sendirinya tanpa sadar/disengaja karena seseorang memerlukan tipe ideal tertentu dalam kehidupannya. Bisa terjadi bila seseorang indifikator benar-benar mengenal pihak lain yang menjadi idealnya/idolanya. Sehingga pandangan/sikap maupun kaedah yang berlaku pada idealnya/idolanya dapat melembaga atau menjiwainya. Walau pada awalnya identifikasi dialawi dengan proses imitasi dan atau sugesti.

  1. Faktor Simpati.

Proses seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Perasaan pegang peran penting walau dorongan utama simpati adalah keinginna memahami pihak lain dan untuk kerjasama dengannya. Beda dengan identifikasi yang didorong oleh keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap lebih tinggi dan dihormati karena punya kelebihan / kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh. Simpati dapat berkembang bila saling pengertian terjamin.

  1. C.       SYARAT-SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak :

  1. Adanya kontak (social contact)
  2. Adanya komunikasi

Kontak berasal dari bahasa latin concum (bersama-sama) dan tango (menyentuh) arti secara harafiahnya “bersama-sama menyentuh. Kontak sosialdapat berlangsung dalam tiga bentuk :

  1. Antara orang perorangan, misalnya apabila anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya.
  2. Antara orang dengan kelompok / sebaliknya, misalnya apanila seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat.
  3. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainya.

Kontak sosial bersifat :

  1. Positif, mengarah pada suatu kerjasama
  2. Negatif  mengarah pada suatu pertentangan bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
  3. Primer  terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu / tatap muka / bicara dll.
  4. Sekunder  terjadi apabila yang mengadakan hubungan tidak secara langsung / melalui perantara.

 

  1. D.       KEHIDUPAN YANG TERASING
  2. Kehidupan yang terasing bisa disebabkan karena secara badaniyah orang diasingkan dari kehidupan dengan orang lain. Padahal perkembangan jiwa seseorang banyak ditentukan oleh pergaulannya dengan orang-orang lain. Bila orang disekap dalam waktu yang lama tentu akan punya perilaku yang berbeda.
  3. Terasingnya seseorang karena cacat pada inderanya. Misal orang yang buta dan tuli akan mengasingkan dari kehidupan yang tersalur melalui indera tersebut sehingga ia merasa rendah diri, tertutup,oleh karena kemungkinan untuk mengembangkan kepribadiannya seolah-olah terhalang dan bahkan seringkali tertutup sama sekali.
  4. Pengaruh Perbedaan ras / kebudayaan yang menimbulkan prasangka-prasangka. Misalnya tempat yang penduduknya memeluk suatu agama, orang yang berlainan agama akan merasa dirinya tersingkir daripergaulan atau dengan sengaja disingkirkan.
  5. Pada masyarakat yang berkasta. Dalam masyarakat demikian gerak sosial vertikal hampir tidak terjadi. Terasingnya seseorang dari kasta yang rendah berada di kalangan kasta yang lebih tinggi. Ini juga merupakan penghalang terjadinya suatu interaksi sosial.

 

  1. E.        BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Bentuk interaksi sosial dapat berupa:

  1. Cooperation / kerjasama
  2. Competition / persaingan
  3. Confict / pertikaian / pertentangan

Suatu pertikaian mungkin mendapatkan suatu penyelesaian, yang penyelesaian itu hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, proses mana dinamakan akomodasi dan ini berarti bahw kedua belah pihak belum tentu puas sepenuhnya. Menurut Gillin dan Gillin ada dua macam proses social yang timbul sebagai akibat adanya interaksi social, yaitu:

  1. Proses yang assosiatif (Proceses of ossciation) yang terbagi dalam tiga bentuk khusus yakni :

-          Akomodasi

-          Asimilasi

-          Akulturasi

 

  1. Proses yang disosiatif ((Proceses of disossciation), yang meliputi:

-          Persaingan

-          Persaingan yang meliputi contovention dan pertentangan / pertikaian (conflict)

Sistematika lain yang pernah pula di kemukakan oleh Kimbal Youang, Bentuk-bentuk proses sosial adalah

  1. Oposisi (Opposition) yang mencakup persaingan dan pertentanganatau pertikaian.
  2. Kerjasama ( cooperation) yang menghasilkan akomodasi.
  3. Differention yang merupakan proses seseorang memperoleh hak-hak dan kewajiban yang berbeda dalam masyarakat atas dasar usia. Pekerjaan menghasilkan sistem yang berlapis-lapis dalam masyarakat.

 

 

 

 

PROSES INTERAKSI YANG POKOK

 

  1. 1.        Proses yang Assosiatif
    1. a.    Kerjasama (“Cooperation”)

Kerjasama timbul karena orientasi orang terhadap kelompok (in group) dan kelompok lain (out groupnya). Kerjasama merupakan unsur dari sistem nilai masyarakat social / sering dijumpai dalam keadaan warga masyarakat tersebut. Tidak punya inisiatif / daya kreasi karena mengandalkan bantuan dari rekan-rekannya. Kerjasama merupakan gejala universal yang ada dimanapun masyarakat walau tidak sadar timbul karena bahaya/ bersama.

Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk pelaksanaan kerjasama:

  1. Bargaining

Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antar dua organisasi atau lebih.

  1. Co-optation

Proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan / pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. Sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya  kegoncangan dalam stabilitas orang tersebut.

  1. Coalition

Kombinasi dua orang atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Coalition dapat menimbulkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua orang itu mempunyai struktur yang berbeda satu sama lain. Tapi maksud utamanya adalah mencapai tujuan bersama maka sifatnya cooperatif.

Ketiga bentuk kerjasama itu bisa terjadi dalam orang pemerintahan, pendidikan dan ekonomi.

Dari ketiga bentuk itu dapat di tambah dengan bentuk keempat yaitu, John Venture yang merupakan kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu tertentu, missal pengeboran minyak, pertambangan, perhotelan, dll. Dengan perjanjian pembagian keuntungan sesuai proporsi tertentu. Dalam John Venture pihak yang satu mengisi kekurangan pihak lain/ saling melengkapi.

 

 

  1. b.   Akomodasi (Accomodation)
    1. Pengertian

Akomodasi mempunyai arti dua, yaitu :

-             Menunjuk pada suatu keadaan

Kenyataan adanya suatu keseimbangan / oquilibrium dalam interaksi orang/orang dan keluarga sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.

-             Menunjuk pada suatu proses

Usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan untuk mencapai kestabilan / cara menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan.

Menurut Gillin dan Gillin akomodasi adalah suatu pengertian yang dipergunakan noleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan social yang sama pengertian dengan adaptasi yang dipergunakanoleh para ahli biologi menunjuk pada suatu proses dimana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya.

Tujuan dari akomodasi dapat berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi :

  1. Untuk mengurangi pertentangan antar orang / kelompok masyarakat akibat perbedaan paham. Akomodasi ini bertujuan untuk menghasilkan sintesa antar kedua pendapat agar menghasilkan pola yang baru.
  2. Untuk mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu atau temporer.
  3. Akomodasi diusahakan untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antar kelompom social sebagai akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan, hidup terpisah. Dijumpai dalam masyarakat yang menerapkan sistem yang berkasta.
  4. Mengusahakan peleburan antar kelompok social yang terpisah. Misal ; perkawinan campuran dan asimilasi.

 

  1. Bentuk-bentuk akomodasi

Akomodasi sebagai suatu proses, dsapat mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:

  1. Coercion

Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan. Terjadi karena pihak yang satu lemah dibanding pihak lawan. Misalnya budak dengan tuannya, negara-negara totaliter.

  1. Compromise

Bentuk akomodasi pihak-pihak yang terlibat mengurangi tuntutannya. Agar terlaksana pihak yang satu bersedia melaksanakan dan mengerti pihak lainnya, dan sebaliknya. Misal : traktat antar beberapa Negara, parpol,dll.

  1. Arbitration

Cara mencapai compromise bila pihak yang berhadapan merasa tidak sanggup mencapainya sendiri. Pertentangan diselesaikan melalui pihak ketiga sebagai perdamai yang ditunjuk oleh kedua belah pihak. Misalnya : penyelesaian pembunuhan.

  1. Mediation

Serupa arbitration, pihak ketiga yang netral diundang untuk mengusahakan penyelesaian secara damai. Ia hanya sebagai penasihat tidak punya wewenang untuk memberi keputusan penyelesaian sengketa.

  1. Consiliation

Usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya persetujuan bersama. Sifatnya lebih lunak dari coercion dan membuka kesempatan kepada pihak yang bersangkutan untuk mengadakan asimilasi.

  1. Toleration ( Toleran Participan)

Bentuk akomodasi tanpa persetujuan fernial. Kadang timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena watak kesadaran orang / kelompok untuk menghindari perselisihan.

 

  1. Asimilation ( Assimilasion)

Asimilasi merupakan suatu proses social dalam taraf kelanjutan yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan bersama. Proses Asimilasi timbul bila ada :

  1. Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
  2. Orang perorangan sebagai warga kelompok saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama.
  3. Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan.

Bentuk-bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi

  1. Interaksi social yang bersifat pendekatan terhadap pihak lain dan juga pihak lain juga berlaku sama.
  2. Interaksi social tidak mengalami halangan atau hambatan  atau pembatasan. Asimilasi akan berhenti bila ada halangan yang mematikan dan pembatasan hal. Melakukan perkawinan, pembatasan masuk sekolah / lembaga-lembaga tertentu.
  3. Proses asimilasi berlangsung cepat bila interaksi social bersifat langsung dan primer.
  4. Dalil umum asimilasi diperkuat bila frekuensi interaksi social tinggi dan tetap serta adanya keseimbangan antar pola-pola interaksi.

Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi

  1. Toleransi
  2. Kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang
  3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
  4. Sikap terbuka dari penguasa dalam masyarakat
  5. Persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan
  6. Perkawinan campuran
  7. Adanya musuh bersama di luar.

Asimilasi tidak akan terjadi walau interaksi itu berlangsung intensif dan luas antara kelompok-kelompok yang bersangkutan. Misalnya hubungan orang Tionghoa di Indonesia yang bergaul secara intensif dan luas dengan orang-orang Indonesia sejak berabad-abad yang lalu, akan tetapi mereka juga belum terintegrasikan ke dalam masyarakat Indonesia. Hal itu dapat dikembalikan pada politik Belanda pada jaman dahulu, sewaktu mereka menjajah Indonesia. Penduduk Indonesia di bagi atas tiga golongan Eropa, Timur Asing, dan Bumi Putera. Dasar hukum mengadakan perbedaan tersebut tercantum dalam pasal 163 tercantum dalam pasal 163 Indische Staatsregeling(IS). Dalam perang kemerdekaan RI mereka lebih memihak Belanda dan tergantung pada negeri kelahirannya.

 

Faktor-faktor yang menyulitkan asimilasi Cina dan Indonesia :

  1. Perbedaan cirri-ciri badaniyah
  2. In group feeling yang kuat dari golongan Cina sehingga kuat mmepertahankan identitas social dan kebudayaan yang eksklusif. Dominasi ekonomi sebagai akibat fasilitas-fasilitas yang di perolehnya sejak jaman dahulu menyebabkan mereka menjadi tinggi hati.

Faktor utama yang menjadi  penghalang terjadinya asimilasi

  1. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan yang dihadapi
  2. Terisolirnya kehidupan golongan tertentu dalam masyarakat. Misal : masyarakat Indian Amerika Serikat diharuskan tinggal di wilayah tertentu yang tertutup. (disebut kesesuaian) sehingga tidak ada hubungan dengan orang kulit putih.
  3. Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang di hadapi.
  4. Perasaan bahwa golongan tertentu lebih tinggi kebudayaan dari golongan tertentu. Sikap superior Negara penjajah dan inferior bagi terjajah.
  5. Suatu in group feeling / perasaan terikat kuat pada kelompoknya.
  6. Hal lain yang mengganggu proses asimilasi. Misal monoritas yang mengalami gangguan dari golongan yang berkuasa. Misal : setelah Jepang menghancurkan Pearl Harbor tahun 1942 orang Jepang yang tinggal di AS “disimpan” dari tempat tertentu yang disebut (relocation camps) dari daerah pedalaman.
  7. Perbedaan kepentingan ditambah pertentangan pertentangan pribadi dapat menghalang asimilasi.

 

 

  1. 2.        Proses Disosiatif

Seseorang akan menjadi menekankan pada salah satu bentuk oposisi atau lebih menghargai kerjasama, hal ini tergantung dari unsure-unsur kebudayaannya terutama yang menyangkut sistem nilai, struktur masyarakat dan sistem sosialnya. Oposisi juga dapat diartikan cara berjuang seseorang untuk mencapai tujuan tertentu atau bentuk tetap hidup (strunggle for axistence) yang dipopulerkan Charles Darwin. Bisa juga perjuangan manusia melawan manusia-manusia lain. Perjuangan manusia melawan makhluk lain dan perjuangan melawan alam.

Proses-proses Disosiatif dibedakan menjadi

  1. a.   Persaingan (Competition)

Proses seseorang atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatiandari public atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Ada 2 tipe umum persaingan :

-          Persaingan pribadi

Misal dua orang bersaing langsung untuk, misalnya mendapat kedudukan dalam organisasi. Tipe ini dinamakan rivalry.

-          Persaingan yang bersifat tidak pribadi

Misal dua atau lebih perusahaan bersaing untuk mendapatkan monopoli di wilayah tertentu.

Tipe-tipe tersebut diatas menghasilkan beberapa bentuk persaingan :

  • Persaingan di bidang ekonomi. Timbul karena terbatasnya persediaan bila dibandingkan dengan jumlah konsumen.
  • Persaingan dalam bidang kebudayaan dapat menyangkut misalnya persaingan di bidang keagamaan, dalam bidang-bidang lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan unpamanya.
  • Persaingan untuk mencapai kedudukan dan peranan tertentu dalam masyarakat.
  • Persaingan karena perbedaan ras.Perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, corak rambut, dsb hanya merupakan suatu perlambang dari suatu kesadaran dan sikap atas perbedaan-perbedaan dalam kebudayaan.

Fungsi Persaingan

1)      Menyalurkan keinginan yang bersifat kompetitif dari seseorang atau kelompok. Semakin sesuatu itu dihargai semakin meningkat pula keinginan untuk memperolehnya.

2)      Sebagai jalan bagi keinginan, kepentingan serta nilai yang menjadi pusat perhatian tersalurkan dengn baik dalam pemilihan.

3)      Alat mengadakan seleksi atas dasar sex dan seleksi social. Berfungsi untuk mendudukan orang pada posisi dan peran yang sesuai dengan kemampuan dalam masyarakat.

4)      Alat untuk menyaring warga-warga golongan karya (fungsionil) yang menghasilkan pembagian kerja yang efektif. Emil Durckeim menggambarkan “the social devicion of labor”. Hasilnya unit-unit pekerja-pekerja, ahli-ahli, pemuka-pemuka agama, seniman, politikus dsb yang masing-masing punya fungsi tertentu dalam masyarakat. Akibat persaingan bisa asosiatif bisa disosiatif.

Hasil persaingan tergantung dari beberapa faktor :

  1. Kepribadian seseorang

Charles H Cooley mengatakan bila persaingan dilakukan secara jujur akan mengembangkan rasa sosial dalam diri seseorang. Persaingan tidak akan terjadi bila tidak mengenal lawannya. Persaingan bisa memperluas pandangan, pengertian, pengetahuan dan perasaan simpati.

  1. Kemajuan

Dalam masyarakat berkembang dan maju dengan pesat, orang perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan tersebut.

  1. Solidaritas kelompok

Selama persaingan dilakukan secara jujur, solidaritas kelompo tidak akan goyah, lain halnya jika persaingan menjurus kearah pertikaian / pertentangan.

  1. Disorganisasi

Perubahan yang terlalu cepat kadang sulit diikuti oleh masyarakat. Masyarakat tidak punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan dan tak sempat mengadakan reorganisasi. Akibat negatifnya kurang pentingnya tenaga manusia, peran mereka diganti dengan mesin.

 

  1. b.   Controversion
    1. Pengertian

Bentuk proses sosial diantara persaingan dengan pertentangan/pertikaian. Ditandai dengan gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang / rencana dan perasaan tidak suka disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kegunaan usul, ide, kepercayaan, doktrin, rencana orang lain, rasa tersembunyi bisa berubah menjadi kebencian walau tidak sampai pada pertentangan.

Proses contravention menurut Leopold Von Wiese dan Howard Backer mencakup 5 sub proses :

  1. Proses umum dari contravention meliputi pembuatan seperti penolakan, keengganan, perbuatan menghalangi protes, gangguan, perbuatan kekerasan dan perbuatan mengacaukan pihak lain.
  2. Bentuk sederhana contravention menyangkal pernyataan orang lain di muka umum. Memaki, mencerca, menfitnah, melemparkan beban, pembuktian kepada pihak lain,dst.
  3. Contavention yang intensif mencakup penghasutan, menyebabrkan desas-desus, mengecewakan pihak lain.
  4. Contravention rahasia, mengumumkan rahasia pihak lain berkhianat dst.
  5. Contravention taktis, mengjutkan lawan, mengganggu, membingungkan.

Contoh lain adalah memaksa pihak lain untuk menyesuaikan diri (conformity) dengan memakai kekerasan, mengadakan provokasi, intimidasi, dsb.

  1. Tipe Contravention

Menurut Von Wiese dan Becker terdapat tiga tipe umum dari contravention, yaitu:

  1. Contravention generasi masyarakat

Terjadi dalam masyarakat yang mengalami perubahan dengan cepat.

Contoh : hubungan anak dengan orang tua. Awalnya asosiatif seiring perkembangan kemajuan, usia dan daya pikir anak timbul keraguan akan pendirian orang tua yang dianggap koloot atau kuno. Orang tua yang terikat tradisi tak akan begitu saja menerima perubahan-perubahan yang lebih mudah diterima generasi muda yang sepenuhnya berhasil membentuk kepribadian.

  1. Controvention bidang seks

Menyangkut hubungan / relasi antara suami istri walau suami istri sekarang ditempatkan dalam kedudukan yang sejajar, namun masih ada keraguan wanita terkait dengan peranannya, kesempatan kerja, dll.

  1. Controvention parlementer

Hubungan golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat, yang menyangkut hubungan kedua golongan tersebut dalam lembaga legislative, lembaga-lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dst.

Beberapa tipe lain yanb berada di perbatasan antara contravention dengan pertentangan atau pertikaian. Tipe- tope tersebut dimasukkan dalam kategori contravention, oleh karena pada umumnya tidak menggunakan ancaman atau kekerasan. Tipe-tipe tersebut antara lain :

  1. Contravention antara masyarakat – masyarakat setempat yang mempunyai dua bentuk yaitu contravention antara masyarakat-masyarakat setempat yang berlainan (Intracomunity strunggle) dan Contravention antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (Intercommunity strunggle).
  2. Antagonis keagamaan
  3. Contravention Intelektual

Sikap memandang rendah pada mereka yang punya pendidikan lebih rendah atau sebaliknya sikap sinis pada mereka yang mengenyam tertentu sedang mereka tidak mengalaminya. Bisa juga sikap sinis masyarakat terhadap para sarjana tanpa menyaring latar belakang pendidikan dan faktor lain-lain.

  1. Oposisi Moral

Erat kaitannya dengan latar belakang kebudayaan yang menimbulkan prasangka terhadap kebudayaan tertentu termasuk sistem nilai yang menyangkut bidang moral, dsb.

 

  1. c.    Pertentangan (Conflict)

Pribadi-pribadi atau kelompok- kelompok manusia menyadari adanya perbedaan- perbedaan cirri badaniyah, emosi, unsure-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku dll yang dapat menimbulkan pertentangan conflict. Perasaan pegang peran penting dalam mempertajam perbedaan. Sebab-sebab pertentangan:

  1. Perbedaan antar orang perorangan.

Perbedaan prinsip dan perasaan dapat menimbulkan bentrokan antara orang perorangan.

  1. Perbedaan kebudayaan

Kepribadian seseorang dipengaruhi latar belakang budayanya atau pendirian kelompok.

  1. Perbedaan kepentingan
  2. Perubahan-perubahan sosial

Perubahan social yang terlalu cepat bisa merubah nilai-nilai dalam masyarakat yang menimbulkan golongan-golongan yang berbeda pendirian, dll. Pertentangan menjadi atau punya akibat positif atau negatif tergantung dari persoalannya. Struktur social, tujuan, nilai-nilai dan kepentingan-kepentingan. Salah satu yang mencegah akibat negative adalah sikap toleransi. Disamping itu masyarakat biasanya punya sarana untuk menyalurkan benih-benih peruntuhan sarana tersebut dinamakan safety value institutions 19 menyediakan obyek-obyek tertentu yang dapat mengalihkan perhatian pihak-pihak yang bertikai.

Beberapa bentuk khusus dari  pertentangan

  1. Pertentangan Pribadi

Dua pribadi yang tidak saling menyukai. Jika permulaan yang buruk itu dikembangkan maka timbul rasa saling membenci yang berakhir dengan perkelahian yang hanya dapat dilerai sementara.

  1. Pertentangan rasial. Misal pertentangan antara orang negro dengan orang kulit putih di Amerika Serikat. Sebenarnya sumber pertentangan tidak hanya pada cirri-ciri badaniyah akan tetapi juga karena perbedaan kepentingan dan kebudayaan di tambah lagi salah satu ras merupakan golongan mayoritas.
  2. Pertentangan antar kelas social. Disebabkan karena perbedaan-perbedaan kepentingan, misalnya perbedaan kepentingan antara majikan dengan buruh.
  3. Pertentangan politik yang menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun pertentangan antara negara-negara yang berdaulat.
  4. Pertentangan internasional, terutama disebabkan karena perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian menyangkut kedaulatan negara-negara yang saling bertentangan.

 

Akibat dari pertentangan antara lain :

  1. Tambahnya solidaritas dari in group

Jika suatu kelompok bertentangan kelompo lain maka solidaritas anggota kelompok semakin erat mereka bersedia berkorban demi keompok.

  1. Retaknya persatuan kelompok

Jika pertentangan terjadi antar golongan dalam satu kelompok maka yang terjadi adalah goyah dan retaknya perasaan antar kelompok.

  1. Perubahan-perubahan kepribadian seseorang
  2. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia karena perang
  3. Akomodasi, dominasi dan takluknya salah satu pihak. Jika kekuatan pihak yang bertentangan seimbang bisa timbul akomodasi, ketidakseimbangan menimbulkan bentrokan, atau dominasi satu pihak terhadap pihak lawannya.
  4. Stalemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang, berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Hal ini disebabkan karena kedua belah pihak sudah tidak ada kemungkinan lagi baik untuk maju maupun untuk mundur. Misalnya antara Amerika Serikat dan Soviet Rusia, khusunya di bidang nuklir.
  5. Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

Hasil-hasil akomodasi menurut Gillin dan Gillin

  1. Akomodasi menyebabkan usaha-usaha untuk sebanyak mungkin menghindarkan diri dari benih-benih yang dapat menyebabkan pertentangan yang baru, untuk kepentingan integrasi masyarakat.
  2. Menekan oposisi. Seringkali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu demi kerugian pihak lain.
  3. Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda . Tampak jika dua orang bersaing untuk menduduki kedudukan sebagai pemimpin dalam suatu partai politik.
  4. Perubahan dari lembaga-lembaga kemasyarakatan agar supaya sesuai dengan keadaan yang baru atau keadaan yang berubah.
  5. Perubahan-perubahan dalam kedudukan-kedudukan.
  6. Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi. Dengan adanya asimilasi, para pihak jadi lebih saling mengenal dan dengan demikian juga lebih mudah saling mendekati oleh karena timbulnya benih-benih toleransi.



PEMILU AUSTRALIA

  1. 1.    POLITIK AUSTRALIA

Australia adalah monarki konstitusional dengan pembagian kekuasaan federatif. Pemerintah Australia menganut sistem parlementer dengan Ratu Elizabeth II sebagai puncak kepemimpinannya, yakni sebagai Ratu Australia, suatu peran yang berbeda dengan kedudukannya sebagai ratu bagi Dunia Persemakmuran lainnya. Ratu menetap di Britania Raya, dan dia diwakili oleh utusan yang menetap di Australia, (Gubernur Jenderal pada level federal dan oleh Gubernur pada level negara bagian), yang menurut konvensi bertindak menurut nasehat menteri-menterinya. Otoritas eksekutif tertinggi berada pada Konstitusi Australia, tetapi kekuasaan untuk menjalankannya diserahkan -menurut konstitusi- kepada Gubernur Jenderal. Pelaksanaan kekuasaan cadangan Gubernur Jenderal di luar permintaan Perdana Menteri adalah pembubaran Pemerintah Whitlam ketika terjadi krisis konstitusional 1975.

Terdapat tiga cabang pemerintahan di Australia:

  • Legislatur: Parlemen Australia yang terdiri dari Gubernur-Jenderal, Senat, dan Dewan Perwakilan.
  • Eksekutif: Dewan Eksekutif Federal; praktisnya adalah Gubernur-Jenderal yang dinasehati oleh Perdana Menteri dan Menteri-Menteri Negara.
  • Judisial: Mahkamah Agung Australia dan pengadilan-pengadilan federal lainnya, yang para hakimnya diangkat oleh Gubernur-Jenderal berdasarkan nasehat Dewan.

Australia mempunyai parlemen yang bikameral, masing-masing kamarnya adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Di dalam Senat (majelis tinggi), terdapat 76 senator: yakni dari enam negara bagian masing-masing dikirimkan 12 wakil, sedangkan dari dua teritorial masing-masing dikirimkan dua wakil. DPR (majelis rendah) terdiri dari 150 anggota yang dipilih dari 150 elektorat, artinya dari satu elektorat dikirim hanya satu wakil. Elektorat (atau disebut juga kursi) dialokasikan ke negara-negara bagian menurut basis populasi, dengan ketentuan tiap-tiap negara bagian asli diberi jaminan untuk memperoleh minimal lima kursi. Pemilihan untuk masing-masing kamar biasanya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali secara serempak, para senator memiliki masa jabatan yang tumpang tindih selama enam tahun, kecuali yang berasal dari teritorial, yang masa jabatannya tidak ditetapkan tetapi terikat dengan daur pemilihan majelis rendah; dengan demikian hanya 40 dari 76 kursi di Senat dilibatkan ke dalam pemilihan kecuali jika daur pemilihan diganggu oleh pembubaran kembar.

Ada dua kelompok politik utama yang telah lazim membentuk pemerintahan, di level federal maupun negara bagian: Partai Buruh Australia, dan Koalisi yang merupakan pengelompokan resmi Partai Liberal Australia dan mitra kecilnya, Partai Nasional Australia. Anggota-anggota independen dan beberapa partai kecil—termasuk di antaranya Partai Hijau Australia dan Partai Demokrat Australia—memiliki wakilnya di parlemen Australia, terutama di majelis tinggi.

Setelah pemilihan kepemimpinan Partai Buruh Australia, tahun 2010, Julia Gillard menjadi Perdana Menteri perempuan pertama pada bulan Juni 2010. Pemilihan umum federal diselenggarakan pada 21 Agustus 2010 dan tidak ada partai yang menjadi majoritas mutlak setelah 50 tahun terakhir. Gillard mampu membentuk pemerintahan Buruh minoritas dengan sokongan dari kaum independen.

 

  1. 2.        PESERTA PEMILU AUSTRALIA

Partai-partai politik di Australia adalah lembaga yang tidak pernah disebut-sebut di dalam konstitusi dan tidak dikontrol oleh suatu perundangan apapun. Oleh karena itu ketentuan-ketentuan penerimaan anggota, perumusan kebijakan, dan pemilihan calon-calon anggota parlemen adalah urusan mereka sendiri. Namun, demikian partai politik merupakan inti dari demokrasi parlementer yang mendominasi sistem politik di Australia. Bila melihat partai yang berpartisipasi dalam pemilu, maka Australia bisa dikatakan menganut sistem multi partai. Sedikitnya ada 15 partai yang ikut dalam pemilu, namun dalam pelaksanaan pemilu biasanya disederhanakan menjadi 3 partai karena yang lainnya merupakan partai-partai kecil yang memperoleh suara sedikit dan tidak ada dampaknya terhadap sistem politik.

Australia sebagai negara dengan sistem parlementer, maka peranan partai politik sangat menentukan. Maju mundurnya suatu negara tergantung pada partai politik yang berkuasa. Biasanya seorang perdana menteri diangkat dari partai yang memenangkan pemilu. Sistem parlementer ini didasarkan pada pemilihan  biasa dan rahasia. Sebenarnya di Australia ada banyak partai politik, tetapi yang besar dan memiliki hak suara hanya tiga partai yaitu :

a)        Partai Buruh, berdiri pada tahun 1891, partai buruh ini memandang dirinya sebagai partai yang mewakili kepentingan para pekerja di Australia, terutama dalam memperjuangkan upah dan jam kerja, karena itu partai ini terdiri dari para pekerja, karyawan, buruh tani, buruh tambang, organisasi buruh.

b)        Partai Liberal,  Partai Liberal di bentuk pada tahun 1910, partai ini mendukung sistem perusahaan, perseorangan, swasta. Partai Liberal mewakili kepentingan kaum industrialis, banker dan pengusaha- pengusaha tambang. Karenanya partai ini anggotanya terdiri dari usahawan, baik usahawan kecil maupun besar (pertanian, perkebunan, peternakan).

c)        Partai Country/ Nasional, di bentuk pada tahun 1919 untuk mewakili orang-orang yang belum terwakili, yaitu para pengusaha pertanian dan peternakan yang tujuannya untuk memperjuangkan kepentingan partai, Partai ini disebut juga partai konservatif.

Karena partai buruh selalu menunjukkan dominasinya, maka Partai Liberal dan Partai Country/Nasional sering berkoalisi untuk menandingi partai buruh dalam pemilu. Koalisi kedua partai tersebut disebut Non Labor Coalition. Demikianlah ketiga partai ini silih berganti memegang kekuasaan. Kemenangan salah satu partai tidak hanya ditentukan oleh anggota partai, tetapi sering juga ditentukan oleh para pemilih yang disebut “floating voters” mereka ini menentukan pilihan setelah mengetahui lewat kampanye, program partai mana yang paling cocok bagi kepentingannya. Jadi partai yang berhasil menarik kelompok floating voters inilah kemungkinan dapat memenangkan pemilu.

 

  1. SISTEM PEMILU AUSTRALIA

Sistem pemilu di Australia dilaksanakan untuk memilih wakil-wakil rakyat, baik ditingkat federal/ nasional maupun ditingkat Negara bagian dan teritori. Pada tingkat federal sistem majelis dan keanggotaannya sudah diatur berdasarkan konstitusi.

  1. Federal

Pada majelis ditingkat federal atau nasional bersifat bicameral atau dua kamar, yaitu majelis rendah dan senat. Majelis rendah bernama House Of Representatives, beranggota 148 orang yang ditarik dari masing-masing Negara bagian secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Negara bagian new south wales memperoleh wakil 50 orang, Victoria 38, queensland 25, western Australia 14, south Australia 12, dan Tasmania 8orang, dan masing-masing 2 orang wakil bagi tritori NT dan ACT. Berdasarkan ketentuan konstitusi , pemilihan bagi anggota majelis rendah dilaksanakan 3 tahun sekali; tetapi dapat dilakukan pemilu sebelum habis masa bakti 3 tahunan, bila mayoritas anggota parlemen menghendakinya.

Berdasarkan konstitusi, setengah dari 12 senator Negara bagian dan seluruh dari senator dari teritori dipilih untuk masa bakti 3 tahun. Sedangkan 6 senator sisanya dipilih 6 tahun sekali. Oleh karena itu, ada 2 kali masa pemilu bagi pengisian kursi senator. Yaitu Full Senate Election, dimana rakyat memilih 12 anggota senatnya 6 tahun sekali. Dan Half Senate Election, dimana rakyat memilih 6 anggota senat yang pension pada 3 tahun pertama keanggotaan dari 6 tahun.

Untuk Full Senate Election, untuk mendapatkan kursi senat seorang senator harus mendapatkan quota 7,7 %, sedangkan dalam Half Senate Election, seorang senator harus mendapatkan 14,3 % quota.

Sistem Pemilu Federal / Nasional Australia

Parlemen

majelis

Daerah Pemilihan

Sistem Pemilu

Masa Bakti

Pemilu Pertama

Australia

Senat

Setiap Negara bagian 12 senator dan 2 senator untuk masing-masing teritori

Perwakilan berimbang

6 tahun; setengahnya pensiun setiap 3 tahun

1949

House Of Representatives

148 Single member electorate

Preferensial

3 tahun

1909

 

Jumlah Perwakilan Negara Bagian dan Teritori untuk House of Representatives Australia

No Negara Bagian Jumlah

Wakil

1 New South Wales 50
2 Victoria 38
3 Queensland 25
4 Western Australia 14
5 South Australia 12
6 Tasmania 8
7 Teritori NT 2
8 Teritori ACT 2

 

 

 

Keanggotaan Majelis Tinggi (senat) Federal Australia

No Negara Bagian Jumlah

Wakil

1 New South Wales

12

2 Victoria

12

3 Queensland

12

4 Western Australia

12

5 South Australia

12

6 Tasmania

12

7 Teritori NT

2

8 Teritori ACT

2

  1. Negara Bagian

Pada tingkat Negara bagian dan teritori, pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota-anggota parlemen Negara bagian dan teritori. Seluruh parlemen Negara bagian menganut sistem dua-kamar, kecuali Queensland. Queensland telah menghapus majelis tingginya sesjak 1922. Queensland dan 2 Teritori menganut sistem satu-kamar.

1. New South Wales

New South wales menganut sistem majelis dua kamar. Majelis tingginya bernama Legislative Council, majelis rendahnya Legislative Assemably. Anggota majeis rendahnya adalah 99 orang untuk masa bakti 4 tahun Sedangkan majelis tinggi 45 orang dipilih untuk masa bakti tiga kali masa bakti majelis rendahnya, yaitu 4 tahun.

 

Negara Bagian Majelis Rendah

(Legislative Assembly)

Legislative council

(Majelis Tinggi)

Anggota Masa Bakti Anggota Masa Bakti
New South Wales 99 orang 4 tahun 45 orang 3 kali masa bakti majelis rendah

 

2. Victoria

Majelis rendah Victoria memilih 88 anggotanya untuk masa bakti 4 tahun, sedangkan majelis tingginya beranggotakan 44 orang dengan masa bakti 2 kali mamsa bakti majelis rendahnya.

Negara Bagian Majelis Rendah

(Legislative Assembly)

Legislative council

(Majelis Tinggi)

Anggota Masa Bakti Anggota Masa Bakti
Victoria 88 oerang 4 tahun 44 orang 2 kali masa bakti majelis rendah

Pemilu bagi 44 orang anggota dilaksanakan di 22 daerah pemilihan yang masing-masing daerah pemilihan memilih 2 anggota. Batas maksimum masa bakti majelis tinggi tersebut adalah 2 kali masa bakti majelis rendahnya, namun masing-masing satu anggota dari setiap daerah pemilihan pension setiap satu kali masa bakti majelis rendah. Oleh karena itu setiap 4 tahun sekali diselenggarakan untuk mengisi setengah dari anggota majelis tinggi yang pension tersebut.

3. Queeensland

Pemilu di queensland hanya untuk memilih anggota majelis rendah yang berjumlah 89 anggota setiap 3 tahun sekali.

4. Western Australia

Majelis tingginya berjumlah 34 anggota untuk masa bakti 6 tahun. Sementara majelis rendahnya 57 anggota dipilih setiap 3 tahun sekali.

Negara Bagian Majelis Rendah

(Legislative Assembly)

Legislative council

(Majelis Tinggi)

Anggota Masa Bakti Anggota Masa Bakti
Western Australia 57 orang 3 tahun 34 orang 6 tahun

Pemilu bagi 34 orang anggota dilaksanakan di 6 daerah pemilihan. Untuk masa bakti 6 tahun, namun masing-masing satu anggota terpilih dari setiap daerah pemilihan pensiun setiap 3 tahun sekali. Oleh karena itu setiap 3 tahun sekali diselenggarakan untuk mengisi 6 anggota majelis tinggi yang pensiun tersebut

5. South Australia

Majelis tingginya berjumlah 22 anggota untuk masa bakti 6-8 tahun. Sementara majelis rendahnya 47anggota dipilih setiap 3-4 tahun

Negara Bagian Majelis Rendah

(Legislative Assembly)

Legislative council

(Majelis Tinggi)

Anggota Masa Bakti Anggota Masa Bakti
South Australia 47 orang 3-4 tahun 22 orang 6-8 tahun

6. Tasmania

Majelis tingginya berjumlah 19 anggota untuk masa bakti 6 tahun. Sementara majelis rendahnya 35 anggota dipilih setiap 4 tahun sekali

Negara Bagian Majelis Rendah

(Legislative Assembly)

(Majelis Tinggi) Legislative council
Anggota Masa Bakti Anggota Masa Bakti
South Australia 35 orang 4 tahun 19 orang 6 tahun

7. Northern Australia

Pemilu di Northern Australia hanya untuk memilih anggota majelis rendah yang berjumlah 25 anggota setiap 4 tahun sekali

8. Australia Capital Terithory

Pemilu di Australia Capital Terithory hanya untuk memilih anggota majelis rendah yang berjumlah 17 anggota untuk masa bakti maksimum 3 tahun. Ini baru diberlakukan pada 1989.

Lima majelis tinggi Negara bagian dinamakan Legislatif (Legislative Council)sementara majelis rendah Negara bagian dan teritori memppunyai nama yang sedikit berbeda. Kecuali majelis rendah disouth australias dan Tasmania yang bernama House of Assembly, seluruh majelis rendah Negara bagian dan teritori disebut dengan legislative Assembly.

Penerapan sistem majelis baik ditingkat federal maupun Negara bagian dan teritori mempunyai dampak yang luas bagi perwakilan politik anggota parlemen . sistem perwakilan politik bagi anggota parlemen tidak hanya menggunakan satu sistem perwakilan, tetapi semua sistem perwakilan yang ada dipergunakan.

Sistem proportional representation atau perwakilan berimbang, dan sistem distrik-di Australia umumnya dikenal dengan sebutan preferential, karena metode pemungutan suaranya berbeda dengan sistem perwakilan berimbang- digunakan bagi wakil-wakil rakyat diparlemen.

Sistem perwakilan Dengan sistem Untuk Pemilihan Digunakan pada
Proportional Representation Multi-member constituency

(satu daerah pemilihan memiliki lebih dari satu anggota parlemen)

Diberlakukan bagi parlemen senator (majelis tinggi) ditingkat federal Pemilihan majelis tinggi di New South Wales, Victoria, South Australia, Western Australia pemilihan majelis rendah di Tazmania dan teritori ACT
Preferential Representation

(Distrik)

Single member constituency

(setiap anggota parlemen hanya mewakili satu daerah pemilihan)

Bagi pemilihan wakil rakyat (majelis rendah) diparlemen pada tingkat federal. Pemilihan anggota parlemen Negara bagian New South Wales, Victoria, Queensland, dan Western Australia dan teritori NT serta anggota majelis tinggi Tazmania

 


MATA KULIAH Pendidikan Agama ke- PGRI-an Dasar – dasar Ilmu Politik Dasar – dasar Ilmu Ekonomi Dasar – dasar Geografi Dasar – dasar Ilmu Sejarah Sejarah Asia Selatan Sejarah Kebudayaan Indonesia Antropologi Sejarah Indonesia Abad s/d 1500 M Bahasa Indonesia Pendidikan Ilmu sosial KKL I Geografi Sejarah Sejarah Sosial Ekonomi Sejarah Pendidikan Sejarah Lokal Pengantar Ilmu Pendididikan Psikologi Pendidikan Pendidikan Pancasila Bahasa Inggris teks Sejarah indonesia Abad XVI – XVIII sej. Pol & hub. Internasional Sejarah Asia Barat Sejarah Asia Timur Metode Penelitian Sosial Bimbingan Konseling Pend. Kewarganegaraan Sejarah Indonesia Ababd XIX Sejarah Afrika Komunikasi Sosial Kunuteks Sejarah Sejarah dan Peristiwa Perencanaan Pembelajaran Sejarah Sejarah Asia Tenggara PKLH Sejarah Ind. Masa Perg. Nas Dasar-dasar Statistika
No NAMA NPM SKS BOBOT IPK sks 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2
A B C D 0
1 NGATILAH 09021027 82 305 3,72 B B A A A A A A A B A A A A A A A A A B A B A A A B A A A A A A A A A A A B 31 7 0 0 0
2 SAEFUL ROHMAN 09021031 82 294 3,59 B B A A B A A B B A A A A B A A B B B B A B A A A A A B A A B A B A A A A A 24 14 0 0 0
3 ADE EMA RUFAIDAH 09021001 82 291 3,55 B B B B A A B A B A A B A B A A A A B B A C A A A A A B B A D A B A A A A A 23 13 1 1 0
4 ANISSA FILIAL PUTRI 09021005 82 285 3,48 B B A B A A A B B B B B A A A A B A A B A B A A B B A A B A B A B B A A A A 21 17 0 0 0
5 DWI AMINATUS S 09021009 82 281 3,43 B B B B A A A C B B A B A A A B A B B B A B A A B B A B B B B A B A A A A B 17 20 1 0 0
6 DWI SUMARTINI 09021010 82 281 3,43 B B A B B A A B B A A B A B A B B A B B A C A A A A A B B B D A B A A A B B 18 18 1 1 0
7 WAHYU ISNANI 09021043 80 273 3,41 B B B B B A A B B B A A A B A A A B A A B B B A B A B B A A A B A B B A D 17 19 0 1 1
8 FITRI DWI SARI 09021015 82 279 3,40 B B B B B A A B B B B A A B B A A A B B A C B A B B A B B B A A B A B A B A 15 22 1 0 0
9 SITI KALIMAH 09021033 82 275 3,35 B B B B B A A C B B B B A B B B B A B B A C B A A B A B B A D A B B B B B C 10 24 3 1 0
10 ARI PRAVITA SARI 08021004 79 260 3,29 B B A A B B B B A B A A A A B A B A B B B B A A B B B B B C A B B B B B B 12 24 1 0 1
11 ETTY SUSANTI 09021014 82 267 3,26 B B B B B A B A B C B A A B B A A B B B A C A A A B A B B A A A B C A B B D 15 19 3 1 0
12 MARLINA 09021024 82 265 3,23 B B B B B A B B B B B B A B B B C A B B A B B A A B A B B A A A B B A A B B 12 25 1 0 0
13 TITA PRATIWI 09021041 82 264 3,22 B B B B B A A B B C B B A B B B B B B B A B A B B B A A B A C A B B B B A C 10 25 3 0 0
14 CATUR SUHARNO 09021007 82 263 3,21 B B B B B A A C B B B A A B B B B B B B A C B A A B A B A B B A B B A B B D 11 24 2 1 0
15 ERFIYANA 09021013 82 262 3,20 B B B B B A A B B B B B A B B B B B B B A B B B A B A A B B B A B B B A A B 10 28 0 0 0
16 SURYANA 09021037 82 260 3,17 B B B B B B B B B B B A A B B B C B B B A C B A A B A B B B D B A B A B B C 8 26 3 1 0
17 LAELI IDA ULKHANAH 09021021 82 249 3,04 B B B B C B B B B B B B A B B B C A C B A C A B B A A B B B B B B B B B B B 6 28 4 0 0
18 SEPTI SUSILOWATI 09021032 82 244 2,98 B B B B C A B B B C B B A B B B B A A B B C B B B B A B B B B A B B B A A D 8 26 3 1 0
19 ENI WINDARSIH 09021012 68 202 2,97 B B B B B A B A B C B B A B A B B A A B A C B A C A A B B B B C 9 13 4 0 6
20 MASKUR 09021025 78 228 2,92 B B B B B B B B B B B B A B B B C B B C B B B B A B B B B B B B C B B C 2 30 4 0 2
21 NURWAHID 09021029 80 229 2,86 B B B B C A B C B B B A A B B B C B B A C B B C B A B B B B B B B C B B C 5 25 7 0 1

IPK IV IKIP YOGYAKARTA 2009/2010

Posted: 15 Agustus 2011 in Pembelajaran

MATA KULIAH   Pendidikan
Agama
ke-
PGRI-an
Dasar
– dasar Ilmu Politik
Dasar
– dasar Ilmu Ekonomi
Dasar
– dasar Geografi
Dasar
– dasar Ilmu Sejarah
Sejarah
Asia Selatan I
Sejarah
Kebudayaan Indonesia
Antropologi Sejarah
Indonesia Abad s/d 1500 M
Bahasa
Indonesia
Pendidikan
Ilmu sosial
KKL I Geografi
Sejarah
Sejarah
Sosial Ekonomi
Sejarah
Pendidikan
Sejarah
Lokal
Pengantar
Ilmu Pendididikan
Psikologi
Pendidikan
Pendidikan
Pancasila
Bahasa
Inggris teks
Sejarah
indonesia Abad XVI – XVIII
sej.
Pol & hub. Internasional
Sejarah
Asia Tenggara I
Sejarah
Asia Barat I
Sejarah
Asia Timur I
Sejarah
Asia Selatan II
Metode
Penelitian Sosial
Bimbingan
Konseling
Pend.
Kewarganegaraan
Sejarah
Indonesia Ababd XIX
Sejarah
Afrika
Komunikasi Sosial Kunuteks Sejarah Sejarah Asia
Timur II
Sejarah dan
Peristiwa
Perencanaan
Pembelajaran Sejarah
Sejarah Asia
Tenggara II
Sejarah Asia
Barat II
PKLH Sejarah Ind. Masa
Perg. Nas
Dasar-dasar
Statistika
           
No NAMA NPM SKS BOBOT IPK sks 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2            
                                                                                        A B C D 0
1 NGATILAH 09021027 86 327 3,80   B B A A A A A A A B A A A A A A A A A B A B A B A A A B A A A A A A A A A A A A A B   34 7 0 0 0
2 SAEFUL
ROHMAN
09021031 86 308 3,58   B B A A B A A B B A A A A B A A B B B B A B A B B B B A A B A A B A A B A A A A A A   24 17 0 0 0
3 ANISSA
FILIAL PUTRI
09021005 86 304 3,53   B B A B A A A B B B B B A A A A B A A B A B A B A B A B A A B A B A B B B A A A A A   23 18 0 0 0
4 ADE
EMA RUFAIDAH
09021001 86 300 3,49   B B B B A A B A B A A B A B A A A A B B A C A A A A B A A B B A D A C B A A B A A A   24 14 2 1 0
5 DWI
AMINATUS S
09021009 86 292 3,40   B B B B A A A C B B A B A A A B A B B B A B A A A B A B A B B B B A B B A B B A A B   18 22 1 0 0
6 WAHYU
ISNANI
09021043 84 283 3,37   B B B B B A A B B B A A A B A A A B A   A B B B B B B B A B B A A A A B A B B B A D   17 22 0 1 1
7 DWI
SUMARTINI
09021010 86 289 3,36   B B A B B A A B B A A B A B A B B A B B A C A B A A B A A B B B D A C B A A B A B B   18 20 2 1 0
8 FITRI
DWI SARI
09021015 86 288 3,35   B B B B B A B B B B B A A B B A A A B B A C B B A B A B A B B B A A A B A B B A B A   16 24 1 0 0
9 MARLINA 09021024 86 282 3,28   B B B B B A B B B B B B A B B B C A B B A B B B A A B B A B B A A A A B B A B A B B   13 27 1 0 0
10 ETTY
SUSANTI
09021014 86 276 3,21   B B B B B A B A B C B A A B B A A B B B A C A C A A B B A B B A A A A B C A B B B D   16 20 4 1 0
11 ERFIYANA 09021013 86 275 3,20   B B B B B A B B B B B B A B B B B B B B A B B B B C A B A A B B B A A B B B B A A B   10 30 1 0 0
12 ARI
PRAVITA SARI
09021004 83 262 3,16   B B A A B B B B A   B A A A A B A B A B B B B   A C B B B B B B C A A B B B B B B B   12 25 2 0 2
13 CATUR
SUHARNO
09021007 86 269 3,13   B B B B B A A C B B B A A B B B B B B B A C B C B B B B A B A B B A A B B A A B B D   11 26 3 1 0
14 SITI
KALIMAH
09021033 86 268 3,12   B B B B B A A C B B B B A B B B B A B B A C B B A A A B A B B A D A C B B B B B B C   11 25 4 1 0
15 ENI
WINDARSIH
09021012 71 221 3,11   B  B  B  B  B A  B  A B C B B A B A B B A A B A   C   B   C     C     A A A B B   B B B C   9 14 5 0 8
16 TITA
PRATIWI
09021041 86 267 3,10   B B B B B A B B B C B B A B B B B B B B A B A B B B A B A A B A C A C B B C B B A C   10 26 5 0 0
17 SEPTI
SUSILOWATI
09021032 86 260 3,02   B B B B C A B B B C B B A B B B B A A B B C B B B B B B A B B B B A C B B B B A A D   8 28 4 1 0
18 LAELI
IDA U
09021021 86 259 3,01   B B B B C B B B B B B B A B B B C A C B A C A B B B B A A B B B B B B B B C B B B B   6 30 5 0 0
19 SURYANA 09021037 86 259 3,01   B B B B B B B B B B B A A B B B C B B B A C B C B A B B A B B B D B C A B A A B B C   8 27 5 1 0
20 NURWAHID 09021029 84 243 2,89   B B B B C A B C B B B A A B B B C B   B A C B C B C B B A B B B B B C B B C B B B C   5 26 9 0 1
21 MASKUR 09021025 82 237 2,89   B B B B B B B B B B B B A B B B C     B B C B C B C B B A B B B B B B B B C B B B C   2 31 6 0 2

SEJARAH ASIA TIMUR II

MASUK DAN BERKEMBANGNYA IDEOLOGI KOMUNISME DI CINA

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Kuliah

Sejarah Asia Timur II

 

 

 

 

 

OLEH :

NAMA    : SAEFUL ROHMAN         

NIM        : 09021031

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP PGRI WATES

YOGYAKARTA

2011

 

MASUK DAN BERKEMBANGNYA IDEOLOGI KOMUNISME DI CINA

 

  1. 1.      Masuknya Paham Komunisme di Cina

Perang Dunia I ternyata meruntuhkan sistem monarchi di Rusia. Czar Nicholas II diturunkan dari tahtanya dan dibunuh oleh kaum komunis pada tahun 1917. Untuk selanjutnya, Rusia menjadi Republik Sosialis (dikenal dengan sebutan Uni Soviet) dibawah pimpinan Lenin. Pada tahun 1919 Voischinski mendirikan sekolah untuk mempelajari komunisme di Shanghai. Pemerintah Uni Soviet mengirimkan Abram Adolf Joffe ke Beijing untuk mengadakan perundingan mengenai daerah – daerah ekstrateritorialiet dan pelabuhan – pelabuhan yang pernah dirampas Rusia dari Cina. Uni Soviet menyatakan bahwa daerah – daerah itu dikembalikan pada Cina. Joffe tidak mendapat sambutan yang hangat di Beijing, sehingga akhirnya ia beralih kepada pemerintahan Guo Min Dang Selatan.

Pada pertengahan tahun 1918 seorang kepala perpustakaan dari Universitas Beijing bernama Li Da Jao mendirikan perhimpunan penelitian Marxisme. Anggota – anggota pertamanya seperti Mao Ze Dong ( seorang asisten Li Da Jao ), Qu Qiu Bai,dan Zhang Guo Tao, dikemudian hari menjadi tokoh – tokoh penting bagi partai Komunis Cina. Suatu peristiwa penting, yaitu berakhirnya Perang Dunia I Republik Cina yang formilnya mejadi peserta dalam Perang Dunia I tersebut dan berpihak kepada sekutu yang keluar sebagai pemenang, maka sudah sewajarnya kalau pihak Cina mengharapkan suatu bagian dari keuntungan yang diperolehnya. Pada awal tahun 1919 dilangsungkan konferensi Perdamaian di Paris.

Pada tanggal 4 Mei 1919 yang kemudian dikenal dengan gerakan 4 Mei. Karena kecewa terhada para sekutunya, Gerakan ini diprakarsai oleh para mahasiswa yang mendapat sambutan hangat dari kaum cendekiawan dan kaum pengusaha Cina pada umumnya. Sentimen anti Barat dan anti Jepang itu berkembang menjadi anti imperialisme dan kolonialisme, sesuatu suasana politik yang sesuai dengan pasangnya gelombang komunisme para mahasiswa dan kaum cendekiawan yang pada ketika itu mencari jawaban mengenai perkembangan masyarakat dunia itu, menjadi terbawa oleh dan penalaran dialektika materialisme.

Sementara itu Dr. Sun Yat Sen menerima tawaran bantuan Joffe, namun ia berpendapat bahwa paham komunis tidak dapat diterapkan di Cina dan Joffe juga menyetujui pandangan ini, sebagaimana yang dituangkan dalam manifesto bersama tertanggal 26 Januari 1923. Joffe kembali mengulangi kesediaan Pemerintah Uni Soviet untuk mengembalikan wilayah – wilayah yang  dahulu pernah direbut dari Cina. Dengan demikian, terjalinlah hubungan antara pemerintah Guo Min Dang dengan Uni Soviet. Dua orang penasehat yang terkemuka yang dikririm ke Cina adalah Michael Borodin yang sangat berpengalaman dalam mengatur jalannya revolusi dan Jendral Blucher.

Pada bulan Mei 1920 Chen Du Xiu yang sementara itu berkembang menjadi seorang sastrawan progresif mulai mendirikan Perhimpunan Pengkajian Marxisme di Shanghai. Suasana yang hangat itu dimanfaatkan oleh Lenin dengan mengutus seorang kader dari Comintern ke Cina yang bernama Grigorii Voitinsky. Cina ia segera menghubungi Li Da Jao di Beijing maupun Chen Du Xiu di Shanghai. Maka Li Da Jao kemudian mendirikan sel komunisme di Beijing, sedangkan Chen Du Xiu mendirikan sel komunisme di Shanghai. Beberapa bulan kemudian secara berturut – turut Mao Ze Dong dan Dong Bi Wu juga mendirikan sel komunis di daerahnya masing – masing, yaitu dipropinsi Hu Nan dan Hu Bei.

Pada bulan Juni 1921 Lenin mengutus seorang kader Comintern lagi ke Cina, yaitu H.J.Sneevliet yang menggunakan nama samaran Maring, dan berhasil mendirikan Partai Komunis Indonesia di daerah Hindia Belanda. Karena radikal kemudian ditangkap oleh Pemerintah Hindia lalu dipulangkan ke negeri Belanda. H.J.Sneevliet datang di Cina sebagai anggota delegasi Persatuan Dagang Internasional. Di Kota Shanghai ia mengumpulkan 57 orang utusan dari segenap organisasi Marxis di Cina lalu mendorongnya untuk mendirikan suatu partai komunis.

Maka Pada Tanggal 21 Juli 1921 segenap utusan dari organisasi marxis di Cina mengadakan rapat diwilayah Konsensi Prancis di Shanghai. Kemudian memutuskan berdirinya Partai Komunis Cina, dan menganggap rapat tersebut sebagai Konggres ke I Partai Komunis Cina. Chen Du Xiu tidak hadir,karena sedang mengadakan perjalanan ke daerah Barat Daya Cina,namun demikian konggres memilihnya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, yang pertama. Sneevliet pergi ke propinsi Guang Xi dengan maksud menemui Dr.Sun Yat Sen.

Pada kesempatan itu Sneevliet sangat karena terhadap semangat perjuangan Guo Min Dang maupun terhadap gagasan Sun Yat Sen tentang Revolusi Nasional. Cina dan Rusia terdapat persamaan; bahkan dinyatakan pula keadaan di Rusia belum memungkinkan atau belum memenuhi persyaratan untuk menjalankan komunisme sepenuhnya. Sneevliet mengatakan antara lain Lenin menjalankan “Kebijaksanaan Ekonomi Baru” ( New Economic policy ). Sun Yat Sen amat tertarik atas pernyataan Sneevliet tersebut, dan bahkan dia menilai bahwa ‘’Kebijakan Ekonomi Baru’’ di Rusia itu tidak jauh dengan rencana industrialisasi di Cina. Dr.Sun Yat Sen adalah adanya sikap Uni Soviet menujukkan keinginan untuk membantu revousi Cina dan bukan menjalankan komunisme di Cina.

Pertemuan antara Sun Yat Sen dengan Sneevliet dapat dikatakan sebagai awal dari penanaman bibit Komunisme kedalam tubuh Guo Min Dang. Guo Min Dang menduduki peranan kunci perjuangan nasional Cina melawan imperalisme, oleh karena itu kemudian dianjurkan kepada Partai Komunis Cina untuk memanfaatkan Guo Min Dang sebagai satu unsur dari jajaran front persatuan nasional.

Guo Min Dang kebetulan pada waktu itu sedang mengalami keretakan dalam tubuhnya. Dr.Sun Yat Sem sebagai pimpinan Puncak sedang berselisih pendapat dengan Menteri Pertahanan Chen Jiong Ming. Sun Yat Sen akan dibunuh dan akhirnya menyingkir ke Shanghai. Sneevliet menjajikan bahwa Uni Soviet akan membantu Sun Yat Sen dalam menghadapi tekanan Menteri Pertahanan Chen Jiong Ming.

Sementara itu, PKC mendapatkan instuksi dari Comitern agar anggotanya secara pribadi memasuki Guo Min Dang dan ikut serta dalam “revolusi borjuis demokratis” dan supaya mengakui Guo Min Dang sebagai pimpinan dari revolusi di Cina. Partai Komunisme Cina waktu itu baru memiliki sekitar 400 orang anggota. Comintern menugasi seorang kader baru, yaitu Adolf Joffe, untuk menggalang kerjasama dengan Sun Yat Sen. Joffe hanya memerlukan pertemuan beberapa kali dengan Sun Yat Sen untuk dapat merumuskan suatu pernyataan bersama pada tanggal 26 Januari 1923 yang pada pokoknya isi pernyataan itu adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa keadaan di Cina tidak cocok untuk menciptakan komunisme atau suatu sistem Uni Soviet.
  2. Bahwa masalah terpenting bagi Cina adalah persatuan bangsa dan kemerdekaan nasional
  3. Bahwa Cina dapat mengadalkan bantuan dari Uni Soviet.

Bersamaan dengan hal tersebut terjadi peristiwa di Cina Selatan maupun Utara. Peristiwa itu adalah di Cina Selatan terjadi bentrokan antara raja perang (Warlord) yang menggakibatkan Chen Jing Ming terusir dari Canton, dan oleh karena itu Sun Yat Sen dipersilahkan oleh para Raja Perang (Warlod) lainnya untuk menduduki kembali markasnya di Canton, dan dipenuhi pada tanggal 2 Maret 1923. Sedangkan di Cina Utara, Jenderal Cau Kun mengadakan perebutan kekuasaan terhadap presiden Li Yuan Hung pada bulan Juni 1923 kemudian melalui manipulasi politik Cao Kun dapat mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk memilihnya sebagai presiden yang berpusat di Beijing.

Keadaan yang kacau mendorong Sun Yat Sen untuk mendalami organisasi dan sistem pemerintahan serta cara menciptakan suatu angkatan bersenjata. Oleh karenanya ia tertarik kepada bantuan Uni Soviet yang telah beberapa kali ditawarkan kepadanya. Untuk keperluan tersebut dikirimlah delegasi ke Moskow pada bulan Agustus 1923 dibawah pimpinan Chiang Kai Sek, dengan tugas untuk mempelajari organisasi pemerintahan Uni Soviet dan Partai Komunisnya, serta bidang – bidang kemiliterannya. Atas kunjungan ini Uni Soviet mengimbanginya dengan mengutus seorang kader komunis lagi ke Cina yaitu Michael Borodin pada bulan September 1923 yang kemudian dijadikan penasehat politik oleh Sun Yat Sen.

Boordin akhirnya dijadikan tangan kanan Sun Yat Sen dalam mengatur sistem organisasi Guo Min Dang, sedangkan Jendral Blucher ditugaskan untuk mengajar di Whampoa (Huangpu) Militer Academy, suatu akademi militer yang didirikan oleh Dr. Sun Yat Sen pada tahun 1924 di Whampoa (seberang Canton). Chiang Kai Sek (Jiang Jieshi) diangkat sebagai pimpinan sekolah tersebut dan Zhao En Lai yang memimpin devisi politiknya. Dan berdasarkan keputusan Konggres Nasional bulan Januari 1924, kaum komunis Tionghoa diijinkan untuk menjadi anggota Guomindang demi memperkuat untuk revolusionernya, asalkan mereka bersedia mematuhi asas – asas Guomindang.

Kujungan Borodin ke Selatan untuk membantu Pemerintah Guomindang, Uni Soviet mengutus Kharakhan untuk mengadakan perundingan dengan pemerintah Cina di Utara,yang diakhiri dengan penandatangan perjanjian Cina – Rusia (Uni Soviet) oleh Wellington Koo (Go Weijun sebagai menteri Luar negeri rezim Beijing) pada tahun 1924 yang isinya pengembalian semua wilayah yang dirampas oleh kekaisaran Rusia dahulu serta pengakuan Mongolia Luar sebagai bagian intergal Cina.

Setelah Zhang Zuolin dan Feng Yuxiang mengangkat Duan Qirui sebagai Perdana Menteri, maka timbul keinginan pihak utara untuk menciptakan kembali Cina yang bersatu melalui jalan damai. Oleh karena itu mereka mengundang Sun Yat Sen ke Beijing untuk membicarakan masalah pembentukan pemerintahan pusat. Sun Yat Sen memenuhi undangan ini dan berangkat ke Beijing. Sebelumnya, ia mengangkat Hu Hanmin sebagai wakilnya di Canton dan Tan Yakai sebagai pemimpin pasukan pemukul Utara yang sedang dipersiapkannya. Sun Yat Sen yang menghindap penyakit kanker wafat di Beijing pada tanggal 12 Maret 1925. Tidak lama setelah wafatnya Bapak Republik Cina tersebut,terjadilah insiden pada bulan juni 1925 yang hampir menimbulkan konflik internasional. Delapan pekerja pabrik katun Jepang di Shanghai mengajukan tunutan kenaikan gaji serta perbaikan jam kerja, tetapi pemilik pabrik menembaki para demonstran tersebut.

Mahasiswa Shanghai tersulut rasa nasionalismenya karena insiden penembakan ini. Mereka berdemo di sepanjang jalan Kota Shanghai, terutama diwilayah ekstra–teritorial Inggris, polisi Inggris berusaha membubarkan demontrasi itu tetapi gagal. Polisi Inggris melepaskan tembakan langsung yang menewaskan enam orang mahasiswa. Seluruh negeri bergolak dan sepakat memboikot barang–barang Inggris dan Jepang. Kekacauan ini terjadi di Canton pada tanggal 23 Juni 1925 ketika para siswa militer menembaki wilayah ekstra teritorialitet asing di tempat itu. Kapal – kapal perang Inggris, Perancis, Portugal dan Jepang melepaskan tembakan–tembakan sebagai balasan tembakan. Akibatnya insiden tersebut mengakibatkan banyak korban dari para demonstran yang tewas akhirnya peristiwa ini membakar semangat gerakan anti Asing meluas ke berbagai daerah.

Wafatnya Sun Yat Sen menyebabkan gagalnya usaha persatuan nasional Cina. Pemerintah Guo Min Dang di Canton melantik Wang Jingwei sebagai presiden pada tanggal 1 Juli 1925. Sementara di utara, pertikaian Feng Yuxiang dengan Zhang Zuolin mulai muncul kembali dan Zhang Zuolin berhasil dikalahkan yang akhirnya melarikan diri ke Manchuria, tetapi kemudian bersekutu dengan Wu – pei – fu dan menggempur pihak Feng Yuxiang. Akhirnya pihak Feng berhasil dikalahkan dan terpaksa melarikan diri ke Mongolia.kemudaian mengunjungi Uni Soviet dan pada bulan juni 1926 bergabung dengan Guo Min Dang.

Pro – komunis pada tanggal 20 Maret 1926.Jiang Kai Sek dengan komunis.Jiang Kai Sek lalu diangkat sebagai pemimpin Pasukan Pemukul Utara pada tanggal 9 Juli 1926 dalam suatu rapat di Canton, yang menghasilkan keputusan untuk bertempur membebaskan Cina dari cengkeraman negeri – negeri asing dan warlord yang menyengsarakan rakyat. Selanjutnya akan dibentuk suatu pemerintahan yang bersih jujur, dan adil. Dalam waktu satu bulan pasukan yang dipimpin Jiang Kai Sek berhasil mencapai Jiangxi dan Hunan.

Pasukan Pemukul Utara Jiang Kai Sek berhasil merebut Shanghai pada tanggal 20 Maret 1927 dan empat hari kemudian Nanjing jatuh ke tangan mereka. Untuk menadingi pemerintahan sayap kiri Guomindang di Wuhan, Jiang Kai Sek membentuk pemerintah Nanjing. Dalam pertempuran merebut Nanjing, beberapa orang asing terbunuh, tetapi masalah ini dapat diselesaikan dengan jalan damai. Wai Jingwei (yang bukan komunis) tidak dapat akur dengan anggota komunis Guomindang di Wuhan. Ditambah lagi ia mendapatkan informasi bahwa tujuan kaum komunis yang sesungguhnya adalah menghapuskan Guomindang dan menjadikan Cina sebagai negara komunis. Oleh karena itu, ia menerima tawaran Feng Yuxiang agar bersatu kembali dengan Jiang Kai Sek dan membersihkan partai dari kaum komunis. Pada tanggal 15 Juli Borodin dan Blucher melarikan diri ke Uni Soviet.

Meskipun, kaum komunis telah diusir dari Guomindang, pemerintahan Wuhan masih anti– Jiang Kai Sek. Dan berniat merobohkan pemerintahan Nanjing bentukan Jiang. Ini menyulitkan usaha Jiang Kai Sek untuk meneruskan ekspedisi militer penyatuan Tiongkoknya, karena harus berperang menghadapi dua kubu. Untuk sementara waktu, Jiang Kai Sek meletakkan jabatannya sebagai Pemimpin Pasukan Pemukul Utara. Akhirnya setelah dicapai perdamaian antarakedua faksi Guomindang yang berseteru itu, barulah Jiang Kai Sek memangku kembali jabatannya pada bulan Januari 1928. Gerakan mematahkan kekuasaan para warlord di utara dapat dimulai kembali. Ciang Gongshi, seorang pejabat diplomatik Cina beserta 16 orang anggota stafnya. Jiang Kai Sek menghindari bentrokan yang lebih dahsyat dengan Jepang dan meninggalkan provinsi tersebut.

Di bagian lain, Pasukan Pemukul Utara mencapai kemenangan gemilang. Banyak anggota pasukan para warlord yang menyerahkan dan bergabung dengan Jiang Kai Sek. Wu PeiFu dan Chuanfang boleh dikatakan telah kalah. Usaha Jiang Kai Sek untuk menyatukan Cina kini usai sudah. Pada tanggal 6 Juli 1928 para pemimpin nasionalis berziarah ke kuil Biyunshi yaitu tempat Jenazah Dr.Sun Yat Sen disemayamkan untuk sementara waktu, guna memberitahukan sebagaimana dulu dilakukan oleh Dr.Sun Yat Sen berziarah ke makam Kaisar – Kaisar Dinasti Ming saat kekuasaan Manchu dapat dirobohkan.

 

  1. 2.      Republik Cina Setelah Penyatuan

Zhang Zuolin digantikan oleh putranya yang bernama Zhang Xueliang sebagai penguasa di Manchuria. Jepang agar tidak bergabung dengan Republik Cina yang telah bersatu itu. Pada tanggal 29 Desember 1928,Zhang mengibarkan bendera Republik Cina dan mengirim telegram pernyataan setia pada pemerintah pusat. Wilayah Manchuria telah kembali kepangkuan republik.

Ibu Kota Republik yang baru bersatu itu dipindahkan dari Beijing ke Nanjing, sedangkan Beijing diubah namanya menjadi Beibing yang artinya “Perdamaian di Utara”. Suatu Undang – Undang Organik diumumkan pada bulan Oktober 1928 dan akan berlaku hingga ditetapkannya Undang – Undang Dasar Permanen.

Menurut undang – undang organik ini fungsi Pemerintahan dibagi menjadi lima lembaga (Yuan). Yakni yuan eksekutif, Legislatif, Yudikatif, penguji, dan pengawas. Ketiga Yuan yang pertama sama dengan yang berlaku di Barat. Sedangkan dua yang terakhir bersifat khas Cina sepenuhnya. Lembaga (Yuan) Penguji tugasnya adalah melakukan pengangkatan para pegawai negeri melalui ujian, Yuan (Lembaga) Pengawasan bertugas mengawasai segala sesuatu yang berhubungan dengan jalannya roda pemerintahan. Panitia Pekerja Pusat Guo Min Dang. Partai yang status menjadi presiden dan sekaligus sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Maka Pada Tahun 1930 diputuskan untuk mengadakan suatu sidang umum. Pada Tanggal 12 Maret 1931 dan dalam sidang tersebut disepakati untuk menerima Undang – Undang Dasar Sementara dan penghapusan jabatan Presiden. Akhirnya Kekuasaan tertinggi dalam Negara berada pada Dewan Negara yang waktu itu diketuai oleh Jiang Kai Sek.

Persatuan yang baru saja di capai ini ternyata tidak kekal, dikarenakan pada tahun 1929, Wang Ji Wei mengadakan gerakan anti Jiang Kai Sek lagi. Propinsi – Propinsi tidak menjalankan kewajibannya terhadap pemerintah pusat. Menteri Keuangan saat itu dipegang oleh T.V. Song menyatakan bahwa dalam bulan Maret 1930 ternyata hanya ada empat propinsi yang memberikan laporan keutungan kepada Pemerintah pusat, yakni propinsi Jiangxu, Zhejiang, Anhui dan Jiangxi. Dua Propinsi yang menyetorkan sebagian pendapatnya ke ibu kota.

Wang Jingwei lalu bersekutu dengan Feng Yuxiang dan Yan Xishan, kedua orang ini semula sebagai anggota Panitia Pekerja Pusat yang kemudian mengundurkan diri. Weng Jingwei mereka sepakat untuk mendirikan Pemerintahan Sendiri di Beijing dan kemudian akan menyerbu Nanjing. Zhuang Xueliang yaitu putra dari Zhang Zoulin, datang membantu Jiang Kai Sek menghadapi Wang, Fen dan Yan.Pada  bulan Mei – September 1930 dan dimenangkan oleh Jiang Kai Sek. Wang Jingwei melarikan diri ke Eropa, Feng mundur ke markasnya di propinsi Sanxi, sedangkan Yan melarikan diri ke Jepang.

 

  1. 3.      Perkembangan Ideologi dan Partai Komunis Di Cina

Pada tahun 1927 kaum komunis yang telah diusir oleh Wang Jingwei pada tahun 1930 mendapatkan pimpinan baru yaitu Mao Zedong. Di Propinsi Jiangxi, tidak beberapa lama mereka bergabung dengan tokoh – tokoh komunis lainnya seperti Zhou Enlai, Li – Lishan, dan Zhu De. Mereka semua kelak akan memegang peranan penting dalam kancah Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC).

Pada akhir tahun 1930 Komunis menyerbu Changsha, ibu kota propinsi Hunan. Li – Lishan dan ini dilakukan tanpa seijin Mao Zedong yang menekankan kehati – hatian. Pada tahun berikutnya 1931 karena seorang pengikut Feng Yuxiang mengobarkan pemberontakan di Cina Tengah. Guo Min Dang menutut agar Jiang Kai Sek Mundur saja sebagian Pemimpin negara. Karena ulah dari Jiang Kai Sek, Pertempuran dengan kaum Komunis juga masih terjadi di pedalaman propinsi Jiangxi.

 

  1. 4.      Terjadinya Insiden Mukden 1931 dan Masuknya Pengaruh Jepang ke Cina.

Penyerbuan Jepang terhadap Manchuria Pada Tahun 1931 vang terkenal dalam sejarah Asia Timur sebagai peristiwa Mukden (Insiden Mukden). Kekesalan Jepang terhadap Zhang Xueliang yang telah menggabungkan diri dengan republik Cina, padahal ayahnya merupakan sekutu setia dari Jepang. insiden Mukden itu menyebabkan hubungan dengan Jepang makin menjadi tegang ketika Jepang menuduh Cina telah membunuh Nakamura, seorang kapten Jepang yang memimpin ekspedisi ilmu pengetahuan ke Mongolia dan hilang tak tentu rimbanya pada tahun 1931. Pada Tanggal 18 September 1931, jalan kereta api South Manchuria Railway kepunyaan Jepang dijumpai dalam keadaan rusak dan terbongkar. Jepang menunuduh bahwa pengrusakan ini adalah perbuatan pasukan Zhang Xueliang, pada hal ini hanya merupakan dalih untuk menyerang kepada Cina. Saat Pasukan Cina sedang tidur serdadu Jepang menyerang mereka dan berhasil merebut kota Mukden (Shenyang).

Lapangan terbang di Mukden diduduki Jepang dan 500 pesawat terbang dirampasnya tanpa pertumpahan darah sama sekali. Dalam waktu dua minggu, separo kota – kota di Liaoning dan Zhili (dua propinsi di Manchuria yang paling selatan) jatuh ke tangan Jepang. Waktu itu pasukan Cina tidak melakukan perlawanan sama sekali, mudur guna menghindarkan bentrok langsung dengan Jepang. Pemerintah Cina hanya bisa mengadukan masalah ini kepada Liga Bangsa – Bangsa. Meskipun LBB sedang bersidang di Jeneva guna membahas masalah tersebut, tetapi Jepang tetap terus melakukan ekspansinya ke Manchuria, Sehingga pada tanggal 13 Januari 1932 seluruh wilayah Manchuria telah terjadi genggaman Jepang. Pemerintah Cina ternyata tidak mengambil tindakan apa – apa terhadap sikap Jepang tersebut dan berbeda dengan sikap masyarakat Cina yang mengambil tindakan dengan melakukan boikot terhadap barang – barang Jepang. Rakyat Cina tidak sudi membeli barang – barang buatan Jepang termasuk toko – toko di Cina tidak mau menjual produk – produk dari Jepang.

Amerika Serikat mengeluarkan nota protes terhadap sikap Jepang tersebut pada tanggal 7 Januari 1932 yang isinya menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak mengakui pencaplokan Jepang terhadap wilayah Manchuria. Lembaga Bangsa – Bangsa membentuk Komisi penyelidik terhadap insiden Mukden tersebut yang diketuai oleh Lord Lytton. Manchuria, maka Jepang pada tanggal 9 Maret 1932 membentuk negara boneka bernama Republik Manchukuo (Manzhouguo).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISLAM DI SPANYOL

Posted: 11 Agustus 2011 in makalah

ISLAM DI SPANYOL

 

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah

Sejarah Asia Barat I

Dosen : Deny Hardian Basri, SS.

 

OLEH :

  1. 1.     Marlina              (09021024)
  2. 2.     Maskur               (09021025)
  3. 3.     Ngatilah             (09021027)
  4. 4.     Nurwahid           (09021029)
  5. 5.     Saeful Rohman  (09021031)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

IKIP YOGYAKARTA

2010

ISLAM DI SPANYOL

Setelah Islam mengalami kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi kemajuan dalam bidang politik. Kemajuan yang dicapai oleh Eropa ini tidak lepas dari peran penting dari permerintahan Islam di Spanyol. Pada masa keemasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting, menyaingi bagdad di timur. Banyak orang – orang Eropa Kristen yang belajar di perguruan – perguruan tinggi Islam disana, sehingga Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa.

  1. A.    Masuknya Islam di Spanyol

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705 – 725 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum menakhlukkan Spanyol, umat Islam menakhlukkan Afrika Utara dan menjadikan salah satu propinsi dari Khalifah Bani Umayah. Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi umat Islam untuk menkhlukkan Spanyol.

Dalam proses menakhlukkan tersebut, ada tiga pahlawan yang palinh berjasa memimpin pasukan kesana. Mereka adalah Tharif Ibn Malik, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nushair. Tharif Ibn Malik dianggap sebagai perintis dan penyelidik. Ia memimpin pasukan sebanyak 500 orang untuk menyebrangi selat yang berasa diantara Maroko dan Benua Eropa dengan menaiki 4 buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu mereka mendapat kemenangan dan kemabali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan yang jumlahnya sangat banyak. Didorong oleh keberhasilan Tharif yang besar dan kemelut yang terjadi dikerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol, serta impian yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa Ibn Nushair tahun 711 M mengirim pasukan  ke Spanyol sebanyak 7000 orangdi bawah pimpinan Thariq Ibn Ziyad. Ia terkenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan harinya lebih nyata. Sebuah gunung tempat pertama kali mendarat dan menyiapkan pasukannya di namakan Gibraltar(jabal, tariq) yang di ambil dari namanya. Dengan di kuasainya daerah ini, maka terbuka luas pintu gerbang untuk menusai Spanyol.

Dalam pertempuran di bakkah, Raja Roderick dapat di kalahkan. kemudian tariq dan pasukannya terus menaklukan kota-kota penting seperti Cordova, Granada dan Toledo yang merupakan ibukota kerajaan Goth. Untuk menakluk kota Toledo Thariq meminta tambahan pasukan kepada musa ibn nushair di afrika utara, dikirim 5000 personel sehingga jumlah pasukan thariq menjadi 12000 orang, sedang paskan Ghothik berjumlah 100.000 orang. Tetapi pasukan thariq dapat mengalahkannya.

Kemenangan pasukan thariq menginspirasi Musa Ibn Nushair untuk ikut terjun langsung menakhlukkan daerah-daerah yang subur. Ia terangkan bersama pasukkannya menyeberangi selat Jab el Tarik atau Gibraltar dan menakhlukkan daerah-daerah yang di lewatinya seperti sidonia, karmona Seville, merida serta mengalahkan Theodomir di Orihuela, kemudian bergabung Thariq di Toledo. Keduanya berhasil mengusai seluruh kota penting di Spanyol termasuk bagian utaranya dari saragosa sampai Navare.

Perluasan wilayah bentuknya diteniskan pada masa pemerintahan Umar Ibn Abdul Aziz tahun 99 H/ 717 M. penyerangan di arahkan ke pegunungan pyrenia dan perancis selatan tetapi gagal dan pemimpin pasukanya Al samah terbunuh. Kemudian di teruskan oleh Abd Al-Rahman Ibn Abdullah Al-Ghafiqi dengan menyerang Borduse, Porter dan Tourstetapi di sini tertahan oleh pasukan Charles martel. Sehingga kembali lagi ke Spanyol.

Setelah itu penyerangan di arahkan ke Avirigon tahun 734 M, keilyon tahun 743 M dan pulau- pulau yang terdapat pulau-pulau yang terdapat di laut tengah, seperti Majorca, Corsica, Sardinia, creta Rhodes, Cyprus dan sebagian dani sicilia.

 

  1. B.     Perkembangan Islam di Spanyol

Sejak pertama Islam masuk di Spanyol hingga kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan  peran yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujh tegah abad. Sejarah panjang umat Islam di Spanyol itu dapatdi bagi menjadi enam periode, yaitu:

  1. Periode  Pertama (711-755 M)

Di masa ini Spanyol, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang di angkat oleh khalifah Bani umayah yang berpusat di Damaskus, saat itu stabilitas. Politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna karena berbagai perselisihan antar elit, etnis, dan golongan serta perbedaan pandang antara khalifah dengan gubernur Afrika Utara masing-masing merasa paling berhak untuk mengusai daerah tersebut.

 

  1. Periode Kedua (755-912 M)

Masa itu Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir(panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang saat itu di pegang oleh khalifah abbasiyah di baqdad. Amir pertama adalah Abdurrahman 1 yang memasuki Spanyol  tahun 138H/755M dan di beri gelar Al-Dakhil (yang masuk Spanyol). Dia adalah keturunan Bani umayah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas yang menakhlukan Bani umayah di Damaskus. Ia berhasil mendirikan dinasti Bani umayah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini ialah Abd. Al-Rahman al-Dakhil, hisyam I, Hakam I, Abd Al-Rahman  Al-Ausath, Muhammad Ibn Abd Al-Rahman munzir Ibn Muhammad dan Abdullah Ibn Muhammad.

Dalam kurun waktu ini umat Islam di Spanyol mulai menunjukan kemajuan-kemajuan di bidang politik dan beradaban. Abd Al-Rahman Al-Dakhil mendirikan masjid cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Spanyol , sedangkan Abd Al-Rahman Al-Ausath di kenal sebagai penguasa yang cinta ilmu. Pemikiran filsafat mulai masuk pada masa pemerintahannya. Ia mengundang para ahli di dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak.

Namun demikian berbagai kerusuhan dan ancaman masih sering terjadi. Pertengahan abad IX stabilitas keamanan terganggu dengan munculnya gerakan Kristen Fanatik yang mencari kesyahidan (marlyrdom). Gerakan ini tidak mendapat dukungan umat Kristen lainnya. Karena pemerintah Islam memberi kebebasan beragama, memiliki pengadilan sendiri sesuai aturan agamanya, diizinkan mendirikan gereja, biara dan asrama serta kebebasan bekerja.

Gangguan serius datang dari umat Islam sendiri yang berada di Toledo. Gerakan itu dipimpin oleh Hafsan dan anakya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga. Disamping itu, masih sering terjadi antara orang Bar – Bar dengan orang – orang arab.

 

 

 

  1. Periode Ketiga (912 – 1013 M)

Masa ini dimulai dari pemerintahan Abd ar – Rahman III yang bergelar “An – Nasir” sampai munculnya raja – raja kelompok yang dikenal dengan sebutan Muluk al – Thawaif. Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah. Penggunaan gelar tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abd al- Rahman III, bahwa Al Muktadir khalifah daulat Bani Abbas di Bagdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang mengalami kemelut. Ia berpendapat bahwa saat itu merupakan saat yang tepat untuk memeakai gelar khalifah, yang telah lepas dari kekuasaan Bani Umayah selama 150 tahun lebih dan gelar itu dipakai kembali tahu 929 M. Khalifah – Khalifah besar yang memerintah pada periode ini yaitu, Abd Al – Rahman Al – Nasir (912 – 961 M), Hakam II (961 – 976 M) dan Hisyam (976 – 1009 M).

Pada masa ini umat Islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Bagdad. Abd Al- Rahman Al- Nasir mendirikan Universitas Cordova, perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan, saat itu masyarakat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran.

Awal kehancuran Khilafah Bani Umayyah di Spanyol ketika Hisyam naik tahata dalam usia sebelas tahun, sehingga kekuasaan riil berada di tangan para pejabat. Tahun 981 M, khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Ia ambisius yang berhasil menancapkan akan melebarkan kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan dan juga saingannya. Atas keberhasilannya ia memperoleh gelar Al- Manshur Billah. Ia wafat tahun 1002 M dan digantikan anaknya Al Muzaffar yang masih bias mempertahankan keunggulan kerajaan sampai ia wafat tahun 1008 M. Kemudian digantikan adiknya yang tidak punya kecakapan untuk memimpin, sehingga dalam waktu singkat kerajaan hancur dan khalifah mengundurkan diri tahun 1009 M. Tahun 1013 M Dewan menteri menghapuskan jabatan Khalifah setelah beberapa orang mencoba menduduki jabatan tersebut tetepi gagal mengatasi persoalan.

 

  1. Periode Keempat (1013 – 1086 M)

Pada periode ini Spanyol sudah terpecah – pecah lebih dari 30 negara kecil dibawah pemerintahan raja – raja golongan atau Al- Mulukuth- Thawaif, yang berpusat dikota Seville, Cordova, Toledo dan lainnya, yamg terbesar adalah abbadiyah di Seville. Masa ini diwarnai oleh pertikaian antar umat Islam di Spanyol, ironisnya ada diantaranya raja yang meminta bantuan pada raja – raja Kristen. Meski kehidupan politik tidak stabil namun kehidupan intelektual terus berkembang karena istana member perlindungan kepada para sarjana dan sastrawan.

 

  1. Periode Kelima (1086 – 1248 M)

Meski terpecah – pecah dalam beberapa Negara kecil, ada satu kekuatan yang menonjol yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086 – 1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146 – 1235 M). Dinasti Murabithun pada awalnya suatu gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf Ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun  1062 ia berhasil mendirikan kerajaan yang berpusat di Marakesy. Masuk ke Spanyol atas undangan penguasa – penguasa Islam di Spanyol yang tengah memikul beban berat untuk mempertahankan negaranya dari serangan orang Kristen. Bersama tentaranya tahun 1086 berhasil masuk ke Spanyol dan berhasil mengalahkan pasukan Cashlia. Karena perpecahan raja – raja muslim ia melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan berhasil. Pengganti setelahnya merupakan orang – orang yang lemah dan pada tahun 1143 M dinasti inipun berakhir, baik di Afrika Utara maupun di Spanyol. Tahun 1146 dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut Spanyol. Dinasti ini didirikan oleh Muhammad Ibn Tumart, dan masuk ke Spanyol dipimpin oleh Abd Al- mun’im. Antara tahun 1114 dan 1154 kota – kota penting seperti Cordova, Almeria, dan Granada jatuh kedalam kekuasaannya. Untuk beberapa saat dinasti ini mengalami kemajuan, tetpi tak lama sesudah itu mengalami kejatuhan. Tahun 1212 M tentara Kristen memeproleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan itu menyebabkan penguasa muslim memilih meninggalkan Spanyol ke Afrika Utara tahun 1235 M. kekuatan Islam tak mampu membendung kekuatan Kristen sehingga Cordova jatuh pada tahun 1238 M disusul Seville tahun 1248 M, hanya Granada yang masih berada dalam kekuasaan Islam.

 

  1. Periode Keenam (1248 – 1492 M)

Islam hanya berkuasa di Granada dibawah pimpinan Bani Ahmar (1232 – 1492 M). Peradaban mengalami kemajuan pesat seperti zaman Abdul Al- rahman Al- Nasir, tetapi secara politik dinasti ini hanya berkuasa diwilayah yang kecil. Kekuasaan Islam terakhir di Spanyol ini pun harus berakhir karena perselisihan antar orang Islam untuk memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad putra Bani Ahmar, tak suka kepada ayahnya yang menunjuk putranya yang lain untuk menjadi raja. Ia memberontak untuk merampas kekuasaan dan Bani Ahmar terbunuh yang kemudian digantikan oleh Muhammad Ibn Sa’ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdenand dan Isabella untuk menjatuhkannya dan berhasil dan akhirnya Abu Abdullah Muhammad naik tahta. Ferdinand dan Isabella yang menyatukan kerajaan dengan mengadakan perkawinan tidak puas dan akhirnya menyerang kekuasaan Islam yang terakhir di Spanyol ini. Abu Abdullah tak mampu menahan serangan dan akhirnya mengaku kalah pada penguasa Kristen dan hijrah ke Afrika Utara tahun 1492 M. Umat Islam dihadapkan pada pilihan yang sulit yaitu masuk Kristen atau meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M dapat dikatakan sudah tidak ada lagi umat Islam di Spanyol.

  1. C.    Kemajuan Peradaban

Setelah lebih dari tujuh abad berkuasa di Spanyol, Islam telah mencapai prestasi yang pengaruhnya membawa Eropa dan dunia pada kemajuan yang pesat.

  1. Kemajuan Intelektual

Spanyol adalah negeri subur yang menghasilkan banyak pemikir, masyarakatnya terdiri dari arab (utara dan selatan), Al Muwalladun (orang Spanyol yang masuk Islam), Bar – bar (umat Islam di Afrika Utara), Al- Shagalibah (orang Konstatinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan jerman dan di jual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya arab, dan Kristen yang menentang Islam, semua berkomunitas di Spanyol kecuali yang terakhir member andil dalam pembentukan budaya Andalus yang melahirkan kebangkitan Ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik Spanyol.

  1. Filsafat

Islam di Spanyol telah mencatat lembaran budaya yang sangat brilian dalam sejarah Islam. Berperan sebagai jembatan penghubung ilmu pengetahuan Yunani, Arab ke Eropa pada abad XII minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan dikembangkan pada abad IX di masa pemerintahan Bani Umayyah ke- 5, Muhammad Ibn Al- Rahman (832 – 886 M).

Atas inisiatif Al- Hakam (961 – 976 M), karya – karya ilmiah dan filsafat di import dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitasnya mampu menyaingi Bagdad. Tokoh – tokoh filosof yang lahir antara lain :

-       Abu Bakr Muhammad Ibn Al- Sayiqh yang dikenal dengan Ibn Bajjah. Dilahirkan di Saragoza, pindah ke Seville dan Grananda. Meninggal tahun 1138 di Fez dalam usia yang sangat muda karena keracunan. Seperti halnya Al- farabi dan Ibn Sian di Timur, masalah yang dibahasnya bersifat etis dan eskatologis, magnum opusnya adalah Tadbir al- Mutawahhid.

-       Abu Bakr Ibn Thufan, penduduk asli Wadi Asydasun, waktu kecil di Granada. Wafat tahun 1185 di usia lanjut. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat. Karya filsafat yang terkenal adalah Hay Ibn Yaqzhan.

-       Ibn Rusyd dari Cordova. Lahir tahun 1126 dan wafat tahun 1198. Merupakan pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat Islam. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah – naskah Aristoteles dan kehati – hatian dalam menggeluti masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli Fiqh dengan karyanya Bidayah Al- Mujtahid.

  1. Sains

Ilmu – ilmu kedokteran, music, matematika, astronomi, kimia, dan lain – lain berkembang dengan sangat baik. Abbar Ibn Fainas, termasyur dalam ilmu Kimia dan Astronomi, ia orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim Ibn Yahya al- Naqqash terkenal dalam Ilmu Astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamany. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak anatara tata surya dan bintang – bintang. Ahmad Ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat – obatan. Umm al- Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan Al Hafidz adalah dua ahli kedokteran dari kalangan wanita.

Tokoh – tokoh dalam bidang sejarah dan geografi antara lain; Ibn Jubair dari Valencia (1145 – 1228 M) menulis tentang negeri – negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batutah dari Tangier (1304 – 1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. Ibn Al- Khatib (1317 – 1374 M) menyusunriwayan Granada, sedang Ibn Khaldun dari Tunis adalah perumus Filsafat Sejarah. Semua sejarawan tersebut bertempat tinggal di Spanyol kemudian pindah Afrika.

  1. Fiqih

Dalam bidang fiqh, Spanyol Islam dikuasai sebagian penganut mahzab maliki. Yang memperkenalkan mahzab ini adalah Ziyad Ibn Al- Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abd Al- Rahman. Ahli Fiqh lainnya adalah Abu Bakar Ibn Al- Quthiyah, Munzir Ibn Sai’in Al- Baluthi dan Ibn Hazm.

  1. Music dan Kesenian

Dalam bidang ini, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al- Hasan Ibn Nafi yang dijuluki Zaryab. Setipa ada pertemuan dan jamuan selalu ada Zaryab, ia terkenal sebagai penggubah lagu., dan ilmunya diturunkan kepada semua anak – anaknya laki – laki maupun perempuan, juga kepada budaknya, sehingga kemasyurannya tersebar luas.

  1. Bahasa dan Sastra

Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi di pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu diterima oleh orang – orang Islam dan Non Islam. Penduduk Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka bahkan banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, seperti; Ibn Sayyidi, Ibn Malik pengarang Alifiyah, Ibn Khuruf, Ibn Al- Hajj, Abu Ali al- Isybili, Abu Al- Hasan Ibn Usfur dan Abu Hayyan Al Gharnathi.

Seiring kemujan bahasa juga banyak karya sastra yang bermunculan seperti Al- Igd Al- Farid karya Ibn Abd Rabbin, Al- Azakhirah Fi Mahasin Ahl Al- Jazirah oleh Ibn Bassam, kitab Al- Qalaid karya Al- Fath Ibn Khaqan.

 

  1. Kemegahan Pembangunan Fisik

Dalam perdagangan, jalan – jalan dan pasar – pasar dibangun. Dalam bidang pertanian dibangun saluran irigasi, dam – dam, kanal – kanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan – jembatan air didirikan sehingga tempat – tempat yang tinggi juga mendapat air.

Orang Arab memperkenalkan pengaturan Hidrolik untuk tujuan irigasi. Dam digunakan untuk mengecek curah hujan, waduk untuk konservasi (penyimpanan air). Pengaturan hidrolik dibangun dengan memperkenalkan roda air (water wheel) asal Persia yang dinamakan na’urah (Spanyol : Noria). Orang Islam juga memperkenalkan pertanian padi, perkebuna jeruk, kebun – kebun dan taman – taman.

Dalam bidang Industri antara lain ; tekstil, kayu, kulit, loga,m dan isdustri barang – barang tembikar. Pembangunan – pembanguna fisik juga menonjol antara lain; pembanguna gedung – gedung, pembangunan kota, istana, mesjid, pemukinan, dan taman – taman, dan yang terkenal diantaranya Mesjid Cordova, Kota Al- Zahra, istana Ja Farriyah, di Saragoza, tembok Toledo, istana Al- Makmur, mesjid Seville, dan Istana Al – Hamra di Granada.

  1. Cordova

Cordova adalah Ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang diambil alih oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa Islam kota ini dipindah, jembatan besar dibangun diantara dua sungai yang mengalir ditengah kota, taman – taman dibangun untuk menghiasi kota, phon dan bunga di impor dari timur. Diseputar ibu kota dibangun istana – istana megah, tiap taman dan istana diberi nama tersendiri dan dipuncaknya terpancang Istan Damsyik.

Diantara kebanggaan kota Cordova adalah mesjid Cordova. Menurut Ibn Al- Dala’I terdapat 491 mesjid, 900 tempat pemandian dan saluran air dari pegunungan sepanjang 80 Km karena air sungai tidak dapat diminum.

 

  1. Granada

Granada adalah pertanahan terakhir unmat Islam di Spanyol, disini berkumpul sisa – sisa kekuartan arab dan pemikir Islam. Arsitektur bangunannya terkenal diseluruh Eropa. Istana Al- Hamra yang indah dan megah adalah pusat dan puncak ketingguian arsitektur Islam di Spanyol, disekelilingnya dibangun taman – taman yang indah. Disamping itu masih ada istana Al- Zahra, Istana Al- Gaza, menara Girilda dan lainnya.

 

 

  1. Faktor – faktor Pendukung Kemajuan

Kemajuan yang dicapai umat Islam itu sangat ditentukan oleh adanya penguasa – penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan – kekuatan umat Islam, seperti Abd Al- Rahman Al- Dakhil, Abd Al- Raman Al- Wasith dan Abd Al- Rahman Al- Nashir.

Keberhasilan politik tersebut juga ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa –penguasa lain yang memelopoti kegiatan ilmiah, antara lainMuhammad Ibn Abd Al- Rahman (856 – 886) dan Al- Hakam II Al- Muntashir (961 – 976). Toleransi beragama ditegakkan oleh penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereke punya kontribusi terhadap peradaban Islam di Spanyol.

  1. D.    Penyebab kemunduran dan Kehancuran
    1. Konflik Islam dengan Kristen

Kedatangan Arab Islam telah memperkuat rasa kebangsaan orang Spanyol Kristen, sehingga kehidupan Negara Islam di Spanyol tak pernah berhenti dari pertentangan Islam dan Kristen. Pada abad XI M uamat Kristen mengalami kemajuan pesat, sementara umat Islam sedanf mengalami Kemunduran.

  1. Tidak adanya ideologi pemersatu

Kalau ditempat – tempat lain para muallaf diperlakukan sederajad, orang Arab di Spanyol tidak pernah menerima orang – orang pribumi, mereka memberi istilah ‘Ibad dan Muwalludun kepada para Muallaf itu. Akibatnya etnis non Arab yang ada sering menggerogoti dan merusak perdamaian.

  1. Kesulitan Ekonomi

Di paruh kedua masa Islam di Spanyol, para pebguasa membangun kota dan mengembangkan ilmu pengertahuan dengan sangat serius, sehingga lalai membina perekonomian dan mengakibatkan timbulnya kesulitan ekonomi.

  1. Tidak jelanya Sistem Peralihan Kekuasaan

Hal itu menyebabkan perebutkan kekuasaan diantara para ahli wris. Karenanya kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk Al- Thawaif muncul. Granada kota Islam terakhir jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella.

  1. Keterpencilan

Spanyol Islam bagai terpencil dari dunia Islam lain, berjuang sendirian untuk membendung kebangkitan Kristen tanpa bantuan kecuali dari Afrika Utara.

  1. E.     Pengaruh Peradaban Islam di Spanyol

Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi pada khasanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang saat itu. Spanyol merupakan yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam. Orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol dibawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan Negara-negara tetangganya, terutama dalam bidang pemikiran dan sains disamping bangunan fisik. Terutama prmikiran Ibn Rusyd (1120-1198m). Ia melepas belenggu taklik dan menganjurkan kebebasan berfikir. Ia mengulas pemikiran Aristoteles dengan cara memikat minat semua orang yang berpikiran bebas. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga timbul gerakan Averroisme (Ibn Rusdisme) yang menuntut kebebasan berfikir tetapi ditolak oleh pihak gereja.

Berawal dari gerakan Averroisme ini di Eropa muncul revormasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme abad ke-17M. Buku-buku Ibn Rusyd dicetak di Venisia pada tahun 1481, 1482,1483, 1489, dan 1500M. Edisi lengkapnya terbit tahun 1553, 1557M. Pada abad ke-16 diterbitkan di Napoli, Bologna, lyonms, dan stasbourg diawal abad 17Mdi Jenewa.

Pada mulanya banyak para pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas – universitas Islam di Spanyol, seperti Cordova, Seville, Malaya, Granada dan Salamanea. Selama belajar mereka aktif menerjemahkan buku – buku karya ilmuan muslim. Pusat penerjemahan ada di Toledo. Setelah pulang mereka mendirikan sekolah dan universitas. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris tahun 1231 M, seelah 30 tahun wafatnya Ibn Rusyd. Ilmu yang diajarkan adalah ilmu – ilmu yang mereka peroleh dari Universitas – universitas Islam seperti Kedokteran, Ilmu pasti dan fuilsafat – filsafat yang paling banyak dipelajari adalah pemikiran Al- Farabi, Ibn Sina dan Ibn Rusyd.

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi pengaruh ilmu pengetahuan Islam di Eropa yang berlangsung sejak abad ke -12 M itu telah menimbulkan kebangkitan kembali (renaisance) pusaka Yunani abad ke – 14 M. Melalui terjemahan Arab kemudian diterjemahkan kembali kedalam bahasa latin, yang bermula di Italia, gerakan reformasi abad ke -16 M, rasionalisme pada abad ke – 17 M dan pencerahan (Aufklarung) pada abad ke – 18 M.

 


 

SISTEM KOLONIAL LIBERAL

 (1870 – 1900)

OLEH :

  1. 1.     Anissa Filial Putri (09021005)
  2. 2.     Saeful Rohman (09021031)
  3. 3.     Siti Khalimah (09021033)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

IKIP  YOGYAKARTA

2010

 

 

SISTEM KOLONIAL LIBERAL

 

Makna Ekonomi Liberal

 

Periode sejarah Indonesia 1870 – 1900 sering disebut sebagai masa liberalimse. Pada periode ini kaum pengusaha dan modal swasta diberikan peluang sepenuhnya untuk menanamkan modalnya dalam berbagai usaha kegiatan di Indonesia terutama dalam industri – industri perkebunan besar baik jawa maupun daerah – daerah luar jawa. Selam amsa liberalisme ini modal swasta dari Belanda dan negara – negara Eropa lainnya telah berhasil mendirikan berbagai perkebunan kopi, teh, gula dan kina yang besar di Deli, Sumatera Timur.

Pada tahun 1870 dikeluarkan Undang – Undang Agraria, yang bertujuan untuk melindungi petani – petani Indonesia terhadap kehilangan hak milik atas tanah mereka terhadap irang – orang asing. Sejak tahun ini industri – industri perkebunan Eropa mulai masuk ke Indonesia. Terdapat perbedaan antara tanam paksa (culturestelsel) dengan industri – industri perkebunan swasta pada masa liberal yaitu terlatak pada bahwa dalam msa industri perkebunan liberal rakyat Indonesia bebas dalam menggunakan tenaganya dan tanahnya, sedang dalam tanam paksa kedua alat produksi itu dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah. Seiring berkembangnya dunia pertumbuhan industri Indonesia juga berkembang dengan adanya terussan Suez pada tahun 1869 yasng memperpendek jarak antara Eropa dengan Asia.

Zaman liberal mengakibatkan ekonomi uang masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama Jawa. Penduduk pribumi mulai menyewakan tanah – tanahnya kepada perusahaan – perusahaan swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan – perkebunan besar. Masuknya pengaruh ekonomi Barat juga melalui impor barang – barang dari negeri Belanda. Hilangnya matapencaharian penduduk di sector tradisional mendorong lebih jauh pengaruh system ekonomi uang, karena memaksa penduduk untuk mencari pekerjaan pada perkebunan – perkebunan besar milik orang Belanda atau orang Eropa lainnya. Lapangan kerja baru yang tumbuh seiring dengan berkembangnya industri – industri perkebunan besar di Indonesia adalah perdagangan perantara.

 

 

 

 

Perkembangan Ekonomi Hindia – Belanda

Kaum liberal berharap bahwa dengan dibebaskannya kehidupan ekonomi dari segala campur tangan pemerintah serta penghapusan segala unsure paksaan dari kehidupan ekonomi akan mendorong perkembangan ekonomi Hindia Belanda. Dengan Undang – undang Agraria 1870 para pengusaha Belanda dan Eropa dapat menyewa tanah dari pemerintah atau penduduk Jawa untuk membuka perkebunan – perkebunan besar.

Setelah tahun 1885 perkembangan tanaman perdagangan mulai berjalan lamban dasn terhambat, karena jatuhnya harga – harga gula dan kopi di pasaran dunia. Dalam tahun 1891 harga tembakau turun drastis, sehingga membahayakan perkebunan – perkebunan tembakau di Deli, Sumatera Timur. Krisis tahun 1885 mengakibatkan terjadinya reorganisasi dalam kehidupan ekonomi Hindia – Belanda. Perkebunan – perkebunan besar tidak lagi sebagai usaha milik perseorangan, tetapi direorganisasi sebagai perseroan – perseroan terbatas. Pimpinan perkebunan bukan lagi pemiliknya secara langsung, tetapi oleh seorang manager, artinya seorang pegawai yang digaji dan langsung bertanggungjawab kepada direksi perkebunan yang biasa dipilih dan diangkat oleh pemilik saham.

 

Merosotnya Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Krisis perdagangan tahun 1885 juga mempersempit penghasilan penduduk jawa, baik uang berupa upah bagi pekerjaan di perkebunan – perkebunan maupun yang berupa sewa tanah. Politik kolonial baru yaitu kolonial – liberal, semakin membuat rakyat menjadi miskin. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :

  1. Kemakmuran rakyat ditentukan oleh perbandingan antara jumlah penduduk dan faktor – faktor produksi lainnya seperti tanah dan modal.
  2. Tingkat kemajuan rakyat belum begitu tinggi, akibatnya mereka menjadi umpan kaum kapitalis. Mereka belum mengenal sarekat kerja dan koperasi untuk memperkuat kedudukan mereka.
  3. Penghasilan rakyat masih diperkecil oleh system voorschot (uang muka)
  4. Kepada rakyat Jawa dipikulkan the burden of empire (pajak /beban kerajaan). Sebagai akibat politik tidak campur tangan Belanda terhadap daerah luar jawa, pulau Jawa harus membiayai ongkos – ongkos pemerintahan gubernmen diseluruh Indonesia.
  5. Keuntungan mengalir di negeri Belanda, pemerintah juga tidak menarik pajak dari keuntungan – keuntungan yang didapat para pengusaha kapaitalis. Pemerintah menganut system pajak regresif, yang sangat memberatkan golongan berpendapatan rendah.
  6. Meskipun system tanam paksa telah dihapuskan tetapi politik batig – slot belum ditinggalkan.
  7. Krisis tahun 1885 mengakibatkan terjadinya pinciutan dalam kegiatan pengusaha – pengusaha perkebunan gula, yang berarti menurunnya upah kerja sewa tanah bagi penduduk. Krisis ini diperberat dengan timbulnya penyakit sereh pada tanaman tebu, sehingga akhirnya pulau Jawa dalam waktu lama dijauhi oleh kaum kapitalis Belanda.

 

 


SEJARAH ASIA SELATAN II

SRILANKA DAN GERAKAN SEPARATIS TAMIL

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Kuliah

Sejarah Asia Selatan II

 

 

 

 

 

OLEH :

  1. 1.   Anissa Filial Putri (09021005)
  2. 2.   Eni Windarsih       (09021012)
  3. 3.   Marlina                  (09021024)
  4. 4.   Ngatilah                 (09021027)
  5. 5.   Saeful Rohman     (09021031)
  6. 6.   Septi Susilowati     (09021032)
  7. 7.   Tita Pratiwi           (09021041)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP YOGYAKARTA

2010

SRILANKA DAN GERAKAN SEPARATIS TAMIL

  1. A.    Geografis Srilanka

Negeri pulau yang berbentuk buah pir ini terpisah dari semenanjung India oleh selat Palk selebar 13 mil di utara, Teluk Manar di barat laut, dan Samodra HIndia di timur, barat, dan selatan. Luas daerahnya 65.610 km­­­2 dengan penduduk: Sinhala yang beragama Buddha 69,3 %, orang Tamil India dan Tamil Srilanka yang beragama Hidhu 15,5%, orang Moor beragan Islam 7,6% dan lain – lain 0,1%.

Secara fisiografis negeri ini berupa pegunungan seperti jangkar dan lembah dipantai. Deretan puncak dari utara keselatan antara lain; Gunung Knuckles (1863 m), Gunung Piduru – Tagala (2524 m), Gunung Kirigalpotta (2395 m), dan Gunung Adam (2243 m). selain itu juga terdapat plato hallon di barat dan plato welimeda di timur. Di barat daya terdapat pegunungan Rakwana dan perbukitan Bulutota yang berketinggian rerata 900 meter.

Dataran rendah dipesisir selatan dan meluas di bagian utara, selain itu juga ada delta, laguna dan paya – paya. Sungai – sungainya pendek, kecil dan curam mudah kering dan mudah banjir. Beriklim tropis dan ikim laut. Negeri ini juga dikenal sebgai penghasil teh, kayu hitam (satinwood), karet, kelapa, coklat, panili, pala, padi jagung, kacang – kacangan, tembakau, dan ubi kayu. Terdapat binatang – binatang yang hidup dihutan seperti harimau, beruang, cheetah, kerbau liar, jakal, rusa, monyet, gajah, dan babi hutan.

Sumber daya alam yang paling utama dari negara ini adalah grafit. Sampai saat ini Sri Lanka menrupakan penghasil grafit terbesar di dunia. Grafit negara ini juga terkenal memiliki kualitas yang tinggi. Sumber daya alam lain terdiri atas bijih besi dan batu mulia. Sumber-sumber daya ini banyak ditemui di wilayah bagian tengah. Selain itu, daerah ini juga memiliki sumber daya berupa kaolin, yakni bahan pembuat porselen, bahan pembuat genteng, ubin, barang pecah belah dan batu bata, pasir kuarsa dan batu gamping atau kapur. Pasir pantainya menghasilkan ilmenit yaitu bahan baku logam titanium dan monazit, yang digunakan dalam menghasilkan energi nuklir. Terdapat juga endapan pasir kuarsa, yaitu bahan pembuat gelas dan batu kapur. Hasil industri berupa plywood, kertas, keramik, kimia, semen, tekstil, dan lain-lain.

 

  1. B.     Sri Lanka Sebelum Kemerdekaan

Tahun 237 SM sesudah perang kalinga, Ashokawardhana dibimbing biksu Bana akhirnya menganut agama Buddha, dan diberlakukannya dharmawijaya. Sebagai konsekuensinya ia aktif dalam menyiarkan agama Buddha, anatara lain membangun  stam-bhadharmacakra, larangan membunuh(ahimsa), memimpin prosesi keagamaan dan mengirimkan para misionaris buddha keberbagai daerah, salah satunya Srilanka. Peyiaran Buddha itu sukses terbukti banyak orang berziarah kekota suci di India utara seperti di Kapilawastu, Bodhgaya, Benares dan Kusinaya. Kerajaan Sinhala punya pengaruh yang luas dengan adanya perguruan tingggi Buddha Mahevihare banyak mahasiswa yang datang dari Birma, Thailand, Indochina, China dan Nusantara.

Bangsa Dravida yang berbahasa Tamil sebagian masuk Srilanka tahun 1771 M dan tetap mempertahan tradisi dan budaya hindu. Orang Tamil berkembang dan sukses mendesak orang Sinhala. Maka mulailah migrasi masal orang Tamil ke Srilanka bagian utara hingga menguasai Anuradhapura. Tahun 769 M menjadi tonggak bangsa Tamil untuk mengembangkan politik, agama hindu, budaya dan peradaban Tamil, meski tetap mempertahan tradisi lama dan menjalin hubungan dagang dengan Tamil di India.

Ramainya perdagangan mengundang bangsa arab yang beragama islam untuk masuk ke Srilanka yang di kenal dengan sebutan bangsa Moor. Mereka berdagang sambil menyebarkan agama islam. Bangsa Sinhala yang terdesak ke selatan akhirnya mendirikan kerajaan di Polomaruwa maka mulai terjadi persaingan antara bangsa Tamil dan bangsa Sinhala.

Orang Sinhala mulai menghimpun kekuatan untuk merebut kekuasaan dari bangsa Tamil dan baru berhasil tahun 1164 M untuk mengembalikan kejayaan peradaban Budhis di bangun pagoda dan istana di bawah pimpinan Parakramabahu(1153-1186) yang berhasil menguasai seluruh Srilanka dan syiar buddha sampai jazirah India selatan, serta mencegah hubungan Tamil Nadu dan Tamil Srilanka di madras.

Orang Tamil tidak tinggal diam menerima kekalahan, berbenah diri untuk balas dendam. Setelah Parakrambhahu wafat mereka menyerbu pusat pemerintah Sinhala untuk mengambil alih kekuasaan dan mendesak orang Sinhala ke daerah perbuktan Srilanka tengah. Di daerah ini mereka membangun pusat pemerintahan yang baru di Kandy.

Bangsa Inggris yang mengalahkan Perancis dalam perang Pessay, kemudian menekan dinasti moghul dan secara bertahap menguasai India. Dan melalui konvensi London yang di tandatangi tahun 1814, Inggris mendapatkan Srilanka dari pemerintah Inggris di India ikut menyumbang pertakaian etnis dengan memasukkan Tamil India selatan ke Srilanka untuk bekerja diperkebunan teh, kopi dan karet. Menurutnya Tamil India lebih tangguh untuk bekerja di perkebunan tropis serta gajinya murah.

 

  1. C.    Gerakan Nasionalis Srilanka

Gerakan menurut kemudian Srilanka hampir bersamaan dengan India gerakan nasionalisme di mulai dari the Ceylon league(Liga Ceylon) tahun 1865 dengan tuturan kemerdekaan dari Inggris dan terpisah dari India usaha  berhasil dengan penilaian otonomi untuk daerah Colombo, Kandy dan Golle.

Tahun 1918 terjadi kerusuhan antara penganut Buddha dan islam hampir di seluruh di seluruh Srilanka. Inggris menduga kerusuhan itu terjadi akibat kemenangan Jerman atas Triple Entente (Inggris, Perancis, dan Rusia) dalam Perang Dunia I. Inggris menuduh rakyat Srilanka memanfaatkan nasionalisme orang Arya untuk membangkitkan bangsa yang di jajah oleh Inggris. Inggris ketakutan dan menindas kerusuhan dengan kekejaman dengan dasar hukum Rowlat Act. Banyak tokoh Srilanka di jatuhi hukuman mati. Akibatnya timbul rasa kebangaan Srilanka dengan berdirinya “Ceylon National Congress” tahun 1918 yang menurut otonomi. Konggres National Ceylon, mempengaruhi Inggris dengan di bentuknya panitia untuk menyelidiki persiapan kemerdekaan rakyat Srilanka yang di pimpin oleh Donoughmore, yang bekerja keras untuk menghasilkan undang-undang bagi rakyat Srilanka.

Kontitusi 1913 yang telah di siapkan panitia Donoughmore kurang memenuhi harapan rakyat karena gubernur jenderal memonopoli kekuasaan. Dalam Susana memanas akibat belum pulihnya ekonomi akibat malaise tuntutan otonomi belum dapat di penuhi oleh Inggris sampai terjadinya Perang Asia Timur Raya.

Jepang yang sukses dalam restorasi meiji menjadi Negara industri dan imperialism. Dan di semangati oleh persaingan superioritas angkatan darat Jepang dengan angkatan laut Jepang terjadi serangan kilat ke pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Jepang sukses menguasai Singapura dan Birma. Sehingga Inggris merasa terancam kedudukannya di India dan Srilanka. Sehingga panglima Lord Louis Mountbatten ingin memindahkan ibukota dari Calcutta ke Colombo. Dari Srilanka tentara Inggris dukungan Gurkha untuk menyerang Singapura dan Indonesia.

Saat perang masih berlangsung Inggris menyiapkan konstitusi yang di sebut Soyulbury Corestution 1944 yang mengatur pemberian pemerintahan sendiri, tetapi di tolak rakyat Srilanka dan tetap menuntut status dominion.

Tanggal 14 agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Dan Inggris memenuhi  janjinya untuk menyiapkan kontitusi dengan status dominion. Tanggal 4 februari 1984 Srilanka di beri kemerdekaan dengan status dominion dalam lingkungan British Commonwealyh Of Nations. Presiden pertama Jayewadene dari United National Party.

 

  1. D.    Gerakan Separatis Tamil Paska Kemerdekaan

Tahun 1918 Sir Ponnambalan Arubchalam menyarankan pihak Srilanka dan Tamil untuk bersatu menuntut kemerdekaan Srilanka kepada Inggris. Saran itu di terima mereka berjuang sampai mendapat kemerdekaan walau sedikit terlambat di banding status dominion Pakistan dan India. Sampai Inggris meninggalkan Srilanka, kesatuan, kehidupan bernegara dan kesepakatan Tamil dan Sinhala untuk hidup rukun dalam semangat nasional terbina dengan baik.

Dua tahun kemudian pecah perselisihan Tamil dan Sinhala akibat isu yang mengadu domba di bidang politik. Perdana Mentri Don Stephen Senanayako(1947-1952) memprioritaskan kepentingan Tamil dengan menetapkan peraturan kenegaraan 1948 dan Sistem perwakilan dalam badan legislatif.

Tahun 1950 terjadi bentrokan rasial akibat PP tahun 1948. Kaum Sinhala memburu, memprotes dan menghancurkan pemukiman Tamil di Srilanka selatan. Kerusuhan itu berakar dari masalah keagamaan, puncaknya tahun 1956 dan 1958 terjadi pemberontakan. Dalam pemilu tahun 1952, Sinhala memenangkan 73 kursi dari 95 kursi yang diperebutkan. Tamil Srilanka mendapat 11 kursi, islam 8 kursi dan dan Tamil India 3 kursi, dan Solomon West Ridgeway Dias (SWRD) Bandaranaike menjadi perdana menteri. Sejak Inggris mengosongkan basis militernya, pemerintah Srilanka mulai terlibat diplomasi internasional, khususnya perjanjian pertahanan antara lain:

  1. Pemerintah Inggris dan Srilanka saling membantu keamanan  wilayah baik dari agresi luar maupun dalam negeri.
  2. Pemerintah Srilanka di bantu pemerintah Inggris dalam kebutuhan fasilitas point 1 sejauh di setujui. Fasilitas angkatan darat, laut dan udara  dan komunikasi.

Kekalahan Tamil memunculkan ide Negara Tamil Ceylon yang mengarah ke gerakan separatis kemerdekaan Tamil. Di tambah pernyataan perdana menteri SWRD Bandaranaike untuk menstrukturisai pemerintah, membentuk kabinet dan menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi dan bahasa Sinhala menjadi satu – satunya bahasa resmi di Srilanka.

Pernyataan itu mengguncang keamanan dan keamanan Srilanka. Tamil merasa di hina, di rendahkan dan menolak memakai bahasa Sinhala dan melakukan protes di depan gedung parleman di Colombo. Pengunjuk rasa di serbu oleh pasukan Sinhala, yang merasa mendapat perlindungan dari pemerintah Srilanka.

Tahun 1959 PM SWRD Bandaranaike di bunuh oleh seorang bikshu yang sangat panatik di kebun halaman rumahnya, karena menurut kebijakan mendukung gagasan jayewadene tidak dapat ditoleransi. Setelah itu istrinya yaitu Sirimavo Ratwatte Dias Bandaranaike diangkat menjadi PM wanita pertama di dunia. Tapi iapun mengikuti jejak suaminya. Dengan memberlakukan bahasa Sinhala sebagai bahasa nasional dan menasionalisasi beberapa perusahaan minyak asing.

Tetapi orang Tamil yang terbesar di seluruh pelosok Srilanka mendirikan organisasi-organisasi yang menurut otonomi terpisah dari pemerintah dukungan Sinhala. Di Jaffna lahir gerakan separatis dengan nama front persatuan pembahasan tami/Tamil united liberation front tulf. Organisasi itu di pimpin Samuel James Velupillai Chelvanayakan. Tahun 1976 dengan di bantu Appapillai Amirthalingam selaku sekertaris jendral perjuangan di lanjutkan oleh murugesu Sivasiyhampam, gerakan terorganisai dalam parlemen Srilanka melalui 26 wakilnya dan melatih 3300 gerilyawan 1977.

Tahun 1972 berdiri Liberation Tigers of Tamil Eelam(LTTE) di pimpin elupillai parabhakaran yang semula melatih 30 orang. Berkeahlian taktik kemiliteran sebelum tahun 1970. Telah berdiri Eelam People’s Revolutionary Liberation Front yang beranggotakan mahasiswa Tamil, tetapi di proklamasikan oleh KS Palmanabath tahun 1981.

Organisasi yang cukup kuat dan seimbang dengan LTTE yaitu PLOTE (People Liberation Organitation of Tamil Eelam) yang di pimpin oleh 5 maheswaran penulis aktif dari Srilanka utara.

 

  1. E.     Perjuangan Separatis Tamil

Pada masa pemerintah PM Sirimavo Bandaranaike (1970-1977) banyak terjadi kekacauan akibat di berlakukannya undang-undang tahun 1972 dan pembalasan untuk masuk perguruan tinggi, banyak pemuda Tamil yang tidak puas. Meraka melakukan serangkaian teror, perampasan dan pembunuhan. Selain itu pemerintah juga sedang menghadapi posisi dari beberapa partai dan juga kekurangan bahan. Makanan  tingkat nasioanal akibat kurangnya pengetahuan dari mereka yang bertanggung jawab atas produksi dan import bahan makanan.

Untuk mengatasi masalah itu tanggal 22 februari 1974 majelis nasional bersidang dan menyetujui rancangan undang-undang untuk membatasi pers termasuk larangan bagi surat kabar untuk menyiarkan berita kekurangan pangan dan hal-hal lain yang di rahasiakan oleh Negara.

Pada tanggal 3 oktober 1974 golongan oposisi parlemen yang terdiri dari partai petsatuan nasional, partai Negara Tamil, dan golongan-golongan merdeka mengajukan mosi tidak percaya pada pemerintah pimpinan PM Ny sirimavo bandarnaike dan mendesak pemerintah untuk menyerahkan kekuasaan. Sebagian akibat kegagalan pemerintah mengatasi berbagai tekanan tindak kekerasan dan rakyat menderita akibat kekurangan pangan.

Untuk mengatasi krisis pangan lima universitas di tutup, karena tidak tersedia bahan makanan bagi mahasiswa, dan rakyat di anjurkan untuk makan ubi. Menurut A.Jayeratman Wilson(1988) took pimpinan Tulf Chelvanayakan meninggal tahun 1977, maka hilanglah tokoh penggerak organisasi yang potensial dan Srilanka tampaknya tidak pernah memperhatikan tuntutan kaum sparatis Tamil untuk memberikan kemerdekaan di semenanjung Jaffa.

Pada tahun 1977  di Srilanka mendirikan pemilu baik tingkat nasional maupun tingkah daerah. Dalam pemilu ini terjadi perubahan besar, pemungutan suara di Srilanka bagian utara yang di huni mayoritas orang Tamil tetap gigih menuntut Negara terpisah, akan tetapi tetap di tolak. Akhirnya mereka mengancam akan menyerang penduduk sipil maupun tentara sehubungan undang-undang yang meresmikan bahasa Srilanka sebagai bahasa nasional.

Pemilu 1982 meskipun di bawah ancaman gerilyawan Tamil, namun tetap menghasilkan mayoritas Sinhala mendukung pemerintah, presiden JR Jayewerda menyatakan bahwa pemerintah Srilanka akan menindak tegas pelku-pelaku terorisme kaum sparatis Tamil. Usaha tersebut akhirnya menimbulkan bentrokan dengan kapal-kapal nelayan India, bahkan melibatkan angkatan laut kedua Negara.

5 juli 1985 terjadi peristiwa berdarah di mana Tamil telah menerima serangan senapan dan di hancurkannya kuil Hindu dan sekolah, hal ini membangkitkan kaum sparatis Tamil untuk balas menyerang perkampungan Sinhala yaitu dengan menyerang dan menghancurkan dua masjid yang di penuhi jemaah sembayang jumatan, yang membantai banyak rakyat sipil.

 

  1. F.     Usaha Penyelesaian Masalah Tamil

Secara budayawi orang Tamil Srilanka dengan Tamil Nadu memiliki kesamaan, di mana pemuda-pemuda Tamil di latih kemiliteran di Tamil Nadu dekat madras. Dari peristiwa-persistiwa yang terjadi pemerintah India turun tangan sesuai ketentuan konferensi Dacca Desember 1985. Terutama memelihara perdamaian dan stbilitas regional dengan mentaati hukum hubungan antar bangsa Asia selatan.

Dari hasil pemilu India 1985 Rajiv Gandhi sebagai perdana menteri mengigat terjadinya peristiwa 5 juni 1985 yang berakibat rusaknya tempat peribadatan diskusi antar kelompok ethnis dan keagamaan membahas bahasa resmi dalam pemerintahan, ketatanegaraan, pemindahan penduduk ke daerah leluhur kelompok Tamil belum dapat di terima. Sehingga penyelesaian masalah mengalami kegagalan. Wakil Sinhala menuntut pemerintah, agar Srilanka menjadi 24 distrik sedangkan wakil Tamil menuntut otonomi.

Pemerintah Srilanka mendapat desakan dari pemrintah India dan internasional untuk segera menyelesaikan masalah politik dalam negeri. Pemerintah presiden JR Jayewerdane agar India membantu bahan makanan dan persenjataan kepada pasukan Srilanka. Pada 29 juli 1987 ditandatangani  perjanjian perdamaian antar kedua pemerintah untuk mengakhiri gerakan sparatis Tamil. Masyarakat Sinhala memprotes perundingan tersebut karena hanya menguntungkan kelompok minoritas, dan apabila berhasil di bentuk Negara Tamil maka akan muncul bahaya bahaya bagi Sinhala yaitu serangan Tamil yang di bantu Tamil Nadu.

Kaum separatis Tamil juga menolak penyerahan senjata sesuai perjanjian tersebut, kaum separatis mengajukan persyaratan untuk penyerahan senjata, apabila India telah menarik semua pasukan Srilanka dari semenanjung Jaffna. India sanggup memberi jaminan perdamaian dan segera menarik mundur tentara Srilanka dukungan India, dan meminta tentara PBB untuk menggantikan pasukan India. Presiden JR Jayewerdane bersama menteri Gemini Dissanayake menyampaikan pernyataan”No Tamil Will Bealive In Ceylon”, jika India menyerang Srilanka, untuk sementara Srilanka tenang.

Dalam pemilu India 1989 konggres kalah, kekalahan di pihak Rajiv Ghandi di sebabkan karena beberapa faktor diantaranya isu korupsi. Ekonomi yang macet dan lebih mendekati rakyat jelata, kaum hindu militant menuduh Rajiv Gandhi melindungi kaum islam dan keterlibatan India dalam masalah dalam negeri Srilanka. 25 mei 1991 Rajiv Gandhi mati terbunuh akibat pemboman di daerah Sri Perumpundur di Negara bagian Tamil. Di duga pelaku pemboman tersebut di lakukan kelompok yang mendalangi pembunuhan Rajiv Gandhi yaitu:

  1. Kelompok sikli selalu  menteror pemerintah-pemerintah India dan tetap menuntut Negara sikh merdeka.
  2. Kelompok teroris Assam(Assam Sahitia Sabha) yang menginginkan Negara Assam merdeka dengan Bama Bodoland.
  3. Pemberontakan Islam Kashmir, yang menginginkan islam di Kashmir yang di dukung oleh Pakistan.

Srilanka sejak tahun 1980-1991 menjadi arena perjuangan mempertahankan suatu proses politik demokrasi melawan kesetiaan ethnis. Srilanka sebagai  pecahan kesatuan indi, sesudah merdeka mengulang masalah ethnis Tamil Sinhala. Peranan Tamil Nadu masih membayangi kematian Rijav Gandhi dan kemerdekaan di jaffna terpisah dari Srilanka masih belum menentu karena masalah etnis dan ras diskriminasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Supriyadi,Y.2006. Disintegrasi India. Yogyakarta: Kalika.

_________.1990. Negara dan Bangsa. Jakarta : PT. Widyadara.

http://id.wikipedia.org/wiki/sri_langka (selasa, 14 Desember 2010, 2:10).

http://berita.kapanlagi.com/pernik/srilanka-pulau-permata-yang-terus-berkilau-cqrdapo.html (Senin, 13 Desember 2010, 6:29).

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1989/09/09/LN/mbm.19890909.LN23550.id.html

(Senin, 13 Desember 2010, 6:38).

http://khukus.multiply.com/journal/item/16 (Selasa,14 Desember 2010, 5:54).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ASIA TENGGARA DALAM PRESPEKTIF

 NETRALITAS DAN NETRALISME

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Sejarah Asia Tenggara II

 

OLEH :

NAMA          : SAEFUL ROHMAN         

NIM              : 09021031

SEMESTER            : IV

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP

YOGYAKARTA

2011

BAB I

PROBLEMA STRATEGI BAGI KAWASAN ASIA TENGGARA

 

  1. A.      KONEKSITAS INTERNASIONAL
    1. Perjanjian Cina-Jepang 1978 dan Asia Tenggara

Pada tanggal 12 Agustus 1978 telah ditandantangani Perjanjian Perdamaian antara Republik Rakyat Cina (RRC) dan kekaisaran Jepang. Perincian perjanjian tersebut belum disiarkan secara resmi, namun berdasarkan perkiraan yang lazim dalam praktek pengamatan politik internasional pengamatan politik internasional, beberapa resultat sudah dapat diperkirakan bagi masa depan. Sejak proklamasi pembentukannya dalam tahun 1949, RRC hanya dapat memperbaiki keadaan ekonominya secara amat terbatas. Input teknbologi dan modal yang amat diperlukannya, yang pada mulanay diharapkan akan diterima dari Uni Soviet, mula-mula gagal karena Chrustschhov mengadakan pendekatan terhadap Amerika Serikat.

Jepang memang melihat dirinya sebagai pemuas kebutuhan RRC yang palin cocok dewasa ini, sebaliknya Peking dipandang sebagai sandaran yang mantab, terutama karena factor jumlah penduduk yang sukar menjadi jenuh sebagai pasaran. Restorasi Meiji (1868-1895) telah menjadikan Jepang sebagi Negara yang kuat dan modern, namun sempit. Menjelang Perang Dunia II pemerintahan Jepang berada di bawah bayangan kuat angkatan laut. Kemudian hal ini menjadi penyebab logis dari gagasan “Kekayaan Asia Timur Raya” yang berarti kolonialisasi seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara.

Akibat dari perjanjian Cina-Jepang 1978 bagi konstelasi dunia diantaranya berkat hubungan baik dengan Peking, ketergantungan Jepang akan sumbe teknologi dari Eropa Barat dan Amerika Serikat menurun, demikian pula soal permintaan  modal untuk pembangunan ekonominya. Langkah berikutnya ia akan memperkuat posisinya terhadap Uni Soviet. Dalam hubungan dengan Jepang, pengaruh perjanjiannya dengan Peking terhadap Asia Tenggara akan mempunyai sifat lebih langsung. Jepang akan menjadi kurang tergantung dari bahan mentah dan pasar yang dimiliki Asia Tenggara. Posisi strategis kawasan ini jiga akan berkurang bersamaan dengan itu juga posisi Negara-negara Arab yang menghasilkan minyak. Dalam periode berikutya ketergantungan Jepang dari Cina akan tidak terhindarkan, kalau Tokyo tidak melakukan langkah keseimbangan untuk jangka panjang. Dalam keadaan serupa kemungkinan besar Jepang akan kembali memalingkan mukanya ke Asia Tenggara.

Dengan demikian persoalan yang lebih kritis adalah yang berhubungan dengan RRC. Vietnam sudah menjadi anggota Comecon pada bulan Juli 1978 dan Kamboja mendapat bantuan mantab dari Peking, sedangkan Laos masih belum ditentukan nasibnya. Terlepas dari peranan Uni Soviet yang sedikit banyak membawa keuntungan bagi Asia Tenggara , Negara-negara ASEAN terutama Indonesia yang memiliki potensi terbesar dan terpenting di kawasan Asia Tenggara sebelah selatan, perlu mempersiapkan diri dan mengejar ketinggalan di bidang ekonomi, teknologi, dan social. Asia Tenggara dapat memenuhi kebutuhannya sendiri karena potensial melakukannya bahkan Indonesia juga. Impor modal dan teknologi yang samapi sekarang masih terus berlangsung di banyak di Negara Asia Tenggara perlu dimanfaatkan dan dikelola secara lebih cepat dan efisien, supaya impor itu dapat selekas mungkin dihentikan  Semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah campur tangan kekuatan-kekuatan yang benar dari luar kawasan dalam masalah intern kita.

  1. Asia Tenggara Setelah Perjanjian Persahabatan Soviet-Vietnam 1978

Pada tanggal 3 November 1978 di Moskwa ditandatangani perjanjian persahabatan oleh pimpinan tertinggi Uni Soviet dan Vietnam. Bila Pravda memusuhi Soviet, maka kini ganti radio Peking mengutuk Perjanjian Soviet-Vietnam sebagai kejahatan terhadap perdamaian. Kedua perjanjian itu saling menggunting dalam arti sama-sama menahan meletusnya konflik bersenjata, implikasi yang diperkirakan bias timbul dari perjanjian terakhir ini, disebabkan factor Vietnam sebagai satu negara Asia Tenggara yang saat ini mempunyai kedudukan spesifik yang dibayangkan oleh potensi militer yang sulit diremehkan, meskipun dari segi ekonomi cukup lemah.

Dengan penolakan Amerika, langkah Vietnam untuk masuk Comecon dan persahabatan dengan Mosckwa menjadi condition sie gua non (syarat mutlak) untuk mengatasi keparahan ekonomi sebagai akibat perang yang praktis telah berlangsung tiga puluh tahun lamanya.

Perjanjian Moskwa yang terdiri dari Sembilan artikel itu sebenarnya sebagian besar berisi hal-hal yang tradisional saja, seoerti ketentuan mengenai persahabatan dan kerjasam ekonomi dan kebudayaan, tidak campur tangan dalam urusan dalam Negara lain, dan lain-lain. Berdasarkan artikel 6 Perjanjian Moskwa ini diperkirakan RRC akan menahan diri di daerah perbatasan dengan Vietnam, karena bagaimanapun potensi teknologi RRC belum sebanding dengan apa yang dimiliki Uni Soviet.

Usaha-usaha ASEAN itu akan menemui kesulitan besar kalau kita mengamati salah satu pokok dari target modernisasi RRC adalah industry, dan ilmu serta teknologi, yang perlu kita hubungkan dengan kunjungan delegasi expert yang besar ke pusat-pusat perkapalan Jepang baru-baru ini. Kekuatan militer yang dapat diandalkan sudah akan melunturkan suatu hasrat untuk melakukan agresi.

Mengingat tingkat perkembangan pembangunan nasional sekarang, baik Indonesia maupun Filipina dapat menjalankan fortifikasi system pertahanan maritimenya masing-masing secara bertahan dan ganda artinya untuk sementara nampaknya impor persenjataan tidak bias dihindari, kendati demikian hendaknya hal itu dipenuhi tidak secara satu arah. Sehingga ketergantungan dapat dibatasi. Pendek kata Negara-negara Asia Tenggara harus menggengam kontrol utama atas kawasan sendiri.  Hanya bila saja ini dikuasai, Negara-negara ASEAN akan bisa mengharapkan pengakuan dari deklarasi Kuala Lumpur 1971 yang hendak mencapai Asia Tenggara yang damai (lepas dari konflik panas maupun dingin), bebas (dari ketergantungan pada kekuatan-kekuatan besar)  dan netral (namun aktif). Setelah hamper tujuh tahun berselang, baru sekarang ini deklarasi Kuala Lumpur menghadapi batu ujian realisasi yang cukup sulit. Ketahan regional dan nasional itu sifatnya harus sungguh-sungguh semesta, sebab hanya dengan sifat demikian kita bis mempertahankan diri terhadap arus globalisasi seperti yang nampak  dari kecenderungan hubungan internasional dewasa ini.

  1. Kemungkinan Peredaran Konflik Sino-Soviet dan Pengaruhnya terhadap Asia Tenggara.

Menurut Stanley, kedudukan Amerika Serikat sekarang ini malahan lebih baik daripada seandainya mereka memenangkan Perang Vietnam (Foreign Affairs April 1979). Penandatangan perjanjian perdamaian dan persahabatan antara RRC dan Jepang di bulan Agustus 1978 dan pembukaan hubungan diplomatic antara Amerika Serikat dengan RRC memang telah menempatkan Kremlin pada posisi yang cukup terjepit, dan nampaknya memang itulah yang mendorong rezim Brezhnev untuk mengirimkan nota kepada Beijing pada tanggal 17 April 1979. Bukan hanya karena konflik diantara keduanya adalah konfilk ideology, melainkan terutama karena ada pertentangan kepentingan nasional yang cukup frontal dan karena itu menjadi peka dan malahan eksplosif. Tidak jelas berapa lama waktu yang akan dibutuhkan kedua Negara itu untuk bisa melewati atau ketiga tahap yang pertama.

Akan ada negara-negara yang diuntungkan maupun Negara-negara yang dirugikan oleh suatu kemungkian peredaan dalam konflik Sino-Soviet. Yang akan dirugikan misalnya Amerika Serikat dan Eropa Barat, terutama Jerman Barat. Sebaliknya Jepang Vietnam akan mendapatkan keuntungan dari suatu konsiliasi Sino-Soviet, yang dimungkinkan oleh perjanjian-perjanjian Cina-Jepang dan Soviet Vietnam tahun 1978.

Dengan Kamboja Pham Van Dong memberlakukan suatu perjanjian yang tak sama tetapi serupa pada tanggal 18 Februari 1979, yaitu tepat enam minggu setelah tentara Vietnam yang dibantu pasukan Heng Samrin selesai menghalau tiran Pol Pot dan kawan-kawannya dari Phnom Penh. Ada alasan yang secara politis bisa dimengerti yang menjadi latar belakang eskpansi Hanoi setelah menyelesaikan integrasi Vietnam. Hegemoni di seluruh Indocina bagi Hanoi memainkan peranan penunjang bagi posisi Negara itu terhadap Negara-negara sekelilingnya, terutama RRC dan sekelompok ASEAN  yang sedikit banyak masih dianggapnya sebagai bahaya laten pengganti almarhum SEATO. Karena itu suatu pendekatan Sino Soviet akan sangat mempengaruhi dan menguntungkan posisi Vietnam dalam hubungannya dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Pada tahap pertama perwujudan peredaran konflik Sino Soviuet kemungkinan besar Kremlin akan diharapkan pada suatu permintaan RRC untuk “lebih mengendalikan” Hanoi sehingga Indocina kalaupun berada di bawah hegemoni Vietnam. Tidak merupakan bahaya potensial (potential danger) laten bagi Beijing. Sejarah dunia juga membuktikan bahwa politik internasional sedikit sekali bertumpu pada asas saling percaya dan lebih banyak pada kesediaan dan kesanggupan untuk membela diri, atau pada dissuasion seperti yang dikatakan orang Swiss. Asia Tenggara dewasa ini menghadapi persoalan-persoalan besar dan pilihan-pilihan rumit.

  1. Asia Tenggara dalam Struktur Tripolar yang Baru

Bukan tanpa sebab Amerika Serikat diharapkan untuk “menata kembali” kedudukan dan peranannya di Asia Tenggara. Presiden Marcos malahan menghendaki dimantabkannya kehadiran kekuatan Negara itu dikawasan kita. Dalam pembentukan konflik Demokratik Kamboja, konflik akan berkepanjangan selama Vietnam tidak menaruh minat terhadap formula penyelesaian apapu bagi Negara yang didudukinya. Lebih menentukan lagi adalah dukungan Soviet yang memungkinkan Vietnam untuk mengambil sikap non kooperatif atau malahan agresif dalam menghadapi negara-negara ASEAN yang gigih mencari penyelesaian masalah Kamboja.

Belum lagi krisis regional Kamboja-Vietnam dapat diatasi, semua Negara Asia Tenggara mulai dihadapkan kembali pada trauma militerisme dan remilitarisasi Negara patner ekonomi Asia Tenggara yang utama yaitu Jepang. Kejutan ketiga untuk Asia Tenggara dibuat oleh Beijing dan Moskwa bersama-sama dengan jalan memulai perundingan normalisasi hubungan kedua negara pada tanggal 5 Oktober 1982. Langkah bersama kedua raksasa komunis itu sebenarnya tidak patut disebut sebagai kejutan, sebab pertukaran nota maupun pembicaraan pendahuluan sudah terjadi dalam bulan April 1979 dan konsekuensi yang dapat timbul dari perkrmbangan itu juga sudah cukup awal dikemukakan. Ada soal-soal lain yang mendorong kedua raksasa komunis itu untuk mengambil langkah yang lebih pragmatis.

Carter lalu memainkan “kartu Cina” untuk memaksa Brezhnev menandatangani SALT H di Hofgarten di kota Wina. Setelah pembukaan kembali perundingan normalisasi hubungan Sino-Soviet nampaknya tidak ada siapapun yang dapat memainkan “kartu siapa”. Apabila diperhitungkan perundingan, perundingan Sino-Soviet tidak akan berjalan pesat maupun mencapai hasil maksimal mengingat perbedaan posisi dan kepentingan kedua belah pihak, kita boleh mengharapkan akan terbentuknya suatu struktur tripolar dalam hubungan antar negara-negara raksasa tidak menyangkut soal optimis atau pesimis. Persoalan politik internasional adalah kalkukasi dan kesempatan dan ini juga terjadi di Beijing sekarang ini.  Peredaran ketegangan itu lebih meupakan akomodasi yang pada suatu ketika bisa saja bubar lagi, kalau salah satu pihak merasa kuat kembali.

Yang mendapatkan keuntungan paling besar dari konstelasi serupa ini adalah Vietnam, yang karena urusan “belakang rumahnya” sudah beres lalu lebih bebas juga untuk member model Hanoi pada wajah Asia Tenggara. Baik untuk Jepang maupun Amerika Serikat berlaku dalil kuno yang sederhana, bila bekas musuh saya mulai berteman dengan musuh saya, maka saya harus bersahabat dengan teman saya dan bekas musuh yang lain. Asia Tenggara, baik kawasan yang komunis maupun non komunis tidak dapat tidak mengakui kapasitas Negara-negara yang akan membentuk struktur tripolar baru untuk mempengaruhi perkembangan di kawasan ini. Khusus dalam hubungan dengan kawasan Pasifik Barat. Jepang dapat menjadi factor X yang akan mempengaruhi stabilitas struktur tripolar itu di Timur Jauh.

  1. Jaminan Weinberger : Atas Rekening Siapa?

Kunjungan Caspar Weinberger awal November 1982 ke Simgapura, Muangthai, Indonesia, Australia, dan Selandia Baru merupakan usaha Amerika Serikat dalam rangka strategi globalnya untuk menangkal peningkatan kehadiran kekuatan militer Uni Soviet di semua lautan dunia. Dari NATO pembagian beban pertahanan melewati tahap consensus, tahap pelaksanaan dan tahap penyempurnaan alokasi beban. Untuk kawasan Asia Pasifik pemencaran beban menjadi lebih problematic karena menyangkut sekutu Washington di Timur Jauh yang potensial yaitu Jepang. Washington memerlukan Tokyo untuk ikut mengamankan kawasan Asia-Pasifik.

Poster depan adalah Muangthai dan Filipina. Muangthai mempunyai 200.000 tentara Vietnam di Kamboja,. Filipina menghadap jalur Vladivostok-Cam Ranh. Posisi Singapura terancam oleh setiap maneuver dan kekuatan maritim yang kritis. Indonesia juga sulit, karena struktur geografisnya tersebar. Hal ini menyebabkan setiap usaha invasi akan dibayar mahal.

Kunjungan pertama kalinya seorang menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Indonesia member arti khusus pada posisi Jakarta di tengah keraguan tentang politik global Amerika Serikat dan di tengah ketidaksepakatan ASEAN mengenai posisi Jepang dalam rencana Weinberger. Jepang dibutuhkan oleh Uni Soviet untuk mengolah Siberia dan dibutuhkan oleh Cina untuk mengalihkan teknologi yang modern dan murah. Pejambon menata kembali politik global Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas tidak hanya berarti tidak terikat pada kekuatan raksasa manapun tetapi juga berarti tidak terikat untuk mencari patner. Aktif tidak hanya berarti sebagai usaha giat mempertahankan perdamaian tetapi berhubung dengan keadaan dunia yang mengimplikasikan upaya Indonesia untuk berdiri dan duduk dengan kekuatan raksasa dunia.

  1. Yasuhiro Nakasone : Patroit / Militeris?
  2. Profil Nakasone

Yasuhori Nakasone menggantikan Zenko Suzuki sebagai perdana menteri. Sebagai arsitek modernisasi Jepan’s Self Defence Forces Nakasone mengelak dalam menghadapi kontrovensi peningkatan anggaran pemerintahan Jepang. Menurut Kompas tanggal 25 November 1982 dituliskan wajah Nakasone memancarkan ekspresi dari orang yang mengetahui benar apa yang dikendaki yang berlatarbelakangkan pada pendidikan dan pengalamannya. Pada usia 28 tahun Nakasone menduduki posisi penting sebagai anggota parlemen. Nakasone pernah menjadi perwira angkatan laut kekaisaran dengan rencana pasukan bela diri periode 1972-1976 yang menekankan mobilitas maritime dan firepower. Setiap orang yang ingin menjamin pertahanan negaranya adalah patriot dan belum tentu militeris.

  1. Posisi dan Potensi Jepang

Naiknya Nakasone tepat seperti rencana Casper Weinberger untuk mencapai konsensus strategis di kawasan Asia Pasifik. Negara-negara Asia Tenggara dan Cina mengharapkan Jepang dapat menghadapi peningkatan presensi angkatan laut Soviet. Uni Soviet menyambut dingin perkembangan di Tokyo. Nakasone adalah orang yang tahu menaksir potensi pasukan bela dirinya. Jepang menduduki tempat kedua di dunia setelah Jerman Barat. Andalan pasukan bela diri Jepang terletak pada tiga daya yaitu teknologi yang mutakhir. Korps perwira yang berkecakapan tinggi dan disiplin yang bertradisi samurai.

  1. Kostitusi yang Kurang Seronok

Konstitusi Jepang pada akhirnya merupakan merupakan refleksi dari suatu perjanjian perdamaian yang didiktre oleh pihak pemenang perang. Perubahan konstitusi sering punya implikasi internasional yang tidak dapat diabaikan begitu saja.

  1. Militerisme/Self-reliance?

Jumlah anggaran pertahanan Jepang yang naik 3 % dari GNP hamper menyamai jumlah anggaran pertahanan RRC yang besarnya 11 % dari GNP Cina.

Nakasone mengamankan jalur suplai kebutuhan hidup negaranya berdasarkan kekuatan sendiri. Orang yang membela kepentingan nasional berdasarkan kekuatan sendiri sambil memperhitungkan syarat-syarat nyata dalam bentuk kekuatan militer sebenarnya adalah patriot yang normal dan belum militeris.

  1. Alternatif

Asia Tenggara akan memperkuat dirinya untuk meyakinkan bahwa kerjasama lebih menguntungkan daripada harus membayar harga tinggi untuk menggunakan paksaan militer jika terancam oleh naiknya Nakasone.

  1. ANDALAN KEMAMPUAN
  2. Menuju Asia Tenggara yang Aman dan Damai Lewat Mana?

Atas prakarsa Amerika Serikat, Laos dinormalkan pada tahun 1962 untuk mencegah RRC dan Uni Soviet mendapat posisi hegenoniat di sana. India dan RRC masih belum menyatakan dukungannya padaDeklarasi Kuala Lumpur bulan November 1971. Mengusulkan suatu sistem persekutuan majemuk bagi Asia Tenggara. Prakarsa Amerika Serikat untuk menetralkan Laos dan gagasan Brezhnev untuk mewujudkan perdamaian di Asia dengan jaminan Negara-negara besar ternyata mengalami kegagalan. Antara Deklarasi Kuala Lumpur, gagasan Soejatmoko dan gagasan Weinstein sama-sama menjurus pada system majemuk hanya perbedaannya kalau gagasan Soedjatmoko mengambarkan system majemuk yang dilandasakan pada akomodasi kepentingan para super powers. Sedangkan gagasan Weinsten lebih mengandalkan diri pada potensi Negara-negara Asia Tenggara untuk mengadakan akomodasi dan kerjasama diantara mereka sendiri. Prinsip kebebasan yang termuat pada Deklarasi Kuala Lumpur membuat gagasan Weinstein yang lebih condong pada deinternasionalisasi Asia Tenggara menjadi lebih aksetable untuk menunjang realisasi deklarasi tersebut. Gagasan Weinstein lebih sesuai dengan prinsip ketahanan regional.

Gagasan Soedjatmoko mengandung realism terutama berkaitan dengan globalisasi politik internasional. Gagasan Weinstein lebih cocok bagi Deklarasi Kuala Lumpur. Pokok kedua konsepsi ini adalah basis ketahanan nasional dan ketahanan regional. Akomodasi dan kerjasama regional tidak mungkin diwujudkan secara seimbang apabila para patner tidak mempunyai landasan ketahanan nasional.

  1. Netralisme dan Netralitas di Asia Tenggara

Deklarasi Kuala Lumpur bertujuan menjadikan Asia Tenggara sebagai suatu zone yang damai, bebas dan netral genap berusia sewindu. Netralisme dan netralitas merupakan alat untuk mencapai tujuan dimana suatu negara melalui politik  tidk memihak dalam perang dingin dan perang panas..

Netralisme adalah politologis yang digunakan untuk menandai konsopsi yang lebih terkenal dengan istilah “politik nonblok”. Netralisme berhasil mendapatkan banyak pengikut karena sebagian Negara yang baru merdeka di Asia dan Afrika sert Yugoslavia kemudian menganut politik ini dan menjadi netralis. Netralisme mendpat pijakan di Asia Tenggara sejak awal perkembangannya karena  Indonesia dan Burma menjadi pelopor negara-negara nonblok. Setelah perang Vietnam, Republik sosialis Vietnam menjadi netralis tahun 1976.

Netralitas mulai berkembang pada abad  XVI di Eropa Barat. Setelah PD II berakhir konsepsi netralitas dikembangkan  menjadi netralitas yang permanen. Setahun setelah netralisasi Laos Jenderal De Gaulle mengeluarkan gagasan untuk menetralisasikan seluruh kawasan Asia Tenggara. Gagasan ini tidak memperoleh banyak dukungan karena pertikaian antara Perancis dan Amerika Serikat yang timbul karena persoalan NATO di Eropa.

Jepang mempunyai kepentingan Vital di Asia Tenggara, maka Jepang berhati-hati terhadap deklarasi kuala Lumpur karena netralisasi Asia Tenggara dapat mengurangi peluang untuk memainkan peranan yang menentukan perkembangan ekonomi negara di kawasan ini. RRC mendukung Deklarasi Kuala Lumpur karena RRC belum mempunyai angkatan Laut / angkatan udara. Faktor lain yang menentukan terwujudnya cita-cita Deklarasi Kuala Lumpur adalah factor  intern-regional. Sejak berakhirnya Perang Indocina tahun 1975 telah tercipta polarisasi ideologis di Asia Tenggara. Kesediaan Negara Asia Tenggara untuk menyelesaikan pertikaian Intern –regional tanpa mengikutsertakan kekuatan ekstra regional adalah persyaratan mutlak bagi terciptanya suatu Asia Tenggara yang netral.

BAB II

PROBLEMA REGIONAL BAGI NEGARA-NEGARA ASIA TENGGARA

  1. NEGARA-NEGARA ASEAN
    1. Kepualauan Natuan Besar dan Teori “Thalweg”

Pada bulan November 1979  Republik Sosialis Vietnam mengklaim kepualau Natuna Besar / Kepulauan Bunguran Utara, yang menyangkut Pualu Laut. Vietnam mendasarkan klaim itu pada teori Thalweg. Teori Thelweg, berasal dari hokum internasional aliran Jerman. Istilah “Thal” dalam bahasa Jerman modern ditulis “Tal” yang berarti lembah / bagian terdalam dari palung sungai yang umumnya ditandai pada bagian Arus sungai yang paling deras. Kata “Weg” berarti jalan. Teori ThelWeg tidak cocok untuk dijadikan dasar bagi klaim Vietnam atas bagian utara dari Kepualauan Natuna Besar. Keadaan geografis dan geopolitics memisahkan Indonesia dari Vietnam. Teori Thelweg secara definitive berpangkal dari garis pelayaran kapal dan kemungkinan untuk diterapkan secara analog pada selat malaka dan selat Singapore.

Setelah pembentukan Republik Sosialis Vietnam pada tahun 1976 yang mengakhiri perang tiga puluh tahun lamanya, Vietnam tidak membatasi diri ekspansi didaratan saja tetapi dilaut juga. Diplomasi dan hokum internasional hanya merupakan instrument yang opsional untuk menegaskan dan mempertahankan kepentingan nasional dalam kancah hubungan Internasional.

  1. Normalisasi Hubungan RI-RRC : Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Pada tahun 1967 pemerintahan Indonesia yang baru dan prangmatis bersama dengan pemerintah Cian yang lama dan dogmatis sepakat untuk mewakilkan kepentingan kenegaraan masing-masing kepada Rumania, kedua belah pihak sebenarnya dengan kepala dingin telah memulai suatu kegiatan kalkulasi politik luar negeri yang panjang.

  1. Primat Kepentingan Nasional

Pada tahun 1967 kepentingan nasional Indonesia menuntut pembekuan hubungan diplomatic dengan Cina. Rekonsiliasi Sino-Amerika, pendekatan Sino-Soviet, emansipasi Jepang, Integrasi Vietnam, RRC dengan percobaan ICBN menempatkan kepentingan nasional Indonesia dalam peta bumi politik internasional yang baru, Kepentingan nasional tidak hanya dibaca sebagai situasi dalam negeri. Kepentingan nasional lebih substansial dari persoalan.

  1. Kriterium Subversi Komunisme

Subversi model Cina belum jauh dari tingkat bersembunyi dalam hutan yaitu Burma, Malaysia, Filipina, dan Muangthai, sementara subversi model Soviet lebih pasif yaitu Angola, Nikaragua, Afganistan, Kamboja.

  1. Mendapatkan “Kartu Cina”

Perkembangan konsteksi global menimbulkan urgensi untuk merumuskan alternative “baru dalam rangka kepentingan nasional Indonesia. Uni Soviet menjadi resah karena Amerika Serikat merebut peluang-peluang  untuk memainkan “Kartu Cina” terhadap Moskwa. Bulan April 1979 orang mulai merasa khawatir ketika Moskwa dan Beijing merayakan datangnya musim semi dengan pertukaran pesan perdamaian.

Komunisme Cian lebih berbahaya dari komunis Soviet. Penguasa Tian An Men (Gerbang Perdamaian Langit) dalam satu-satunya super power yang tidak setengah-setengah menyatakan dukungan ketika Indonesia dan Malaysia menjalankan langkah strategis dengan menasionalisasikan selat malaka tanggal 6 November 1971.

RRC melakukan permainan ganda dalam politik luar negerinya dan Beijing tidak segan mengatakannya. Ketika Deng Xiaoping berkunjung je sebagian Negara ASEAN pada akhir tahun 1978, Radio Beijing mengirimkan ucapan selamat kepada CPT (Muangthai), CPM (Malaysia) dan PKI. Doktrin permainan ganda membolehkan hubungan government to government. Hubungan Sino-Amerika mengalami stagnasi karena ulah Ronald Reagen di Taiwan, kerjasama teknologi dengan Jepang kurang lancer, sementara Vietnam bertingkah di selatan dan harapan memperoleh stabilitas di utara diganggu oleh krisis suksesi di Kremlin.

  1. Diplomasi dengan Hati dan Kepala Dingin

Indonesia harus dapat berunding dengan Negara super power sehingga Jakarta tidak perlu bergantung pada jasa baik perantara. RRC adalah pemeran hak veto dalam  forum PBB yang merupakan konfigurasi system internasional yang utama.

  1. Konstante dan Variabel dalam Politik Luar Negeri Krung Thep

Pada tahun 1942 Asia Timur digencangkan oleh ekspansi militer Jepang yang membuat kekuatan global seperti Inggris dan Amerika Serikat tercengang. Orang Thai menyebut ibu negerinya berusaha untuk menetapkan rumus pribun untuk menghadapi politik dunia dan politik regional.

  1. Sangkar Emas Bagi Raja

Narai mengatasi ancaman dominasi Inggris dan Belanda dengan menjalin komitmen bersama Perancis. Strategi dari maha mongkut dan Chulalongkorn mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Ketahanan nasional siam dapat ditingkatkan lewat modernisasi di berbagai bidang terutama bidang ketatanegaraan, militer dan kemasyarakatan. Chulalongkorn dapat disejajarkan dengan Meiji Tenno dari Jepang.

  1. Sangkar Emas Bagi Raja

Revolusi yang memuncak pada Coup dietat tahun 1931 boleh dikatakan merupakan salah satu hasil dari reformasi Chulalongkorn juga. Mengapa? Karena Pridi Bhanomyong yang sebenarnya adalah Dr. Luang Pradist Manudharm maupun Marsekal Phibun yang merancang coup d’etat tahun 1932 itu merupakan bagian dari program reformasi Siam. Keduanya dididik di Prancis, negeri dimana untuk pertama kalinya dimana raja digulingkan demi republic. Karena lewat coup d’etatmereka member Siam (nama “Muangthai” baru berlaku tahun 1939) suatu aturan permainan yang disebut konstitusi. Sri baginda Pradhipok, yaitu raja yang harus menalami semua itu, mereka seperti dimasukan kedalam sangkar emas dan kemudian minta pensiun.

Konstitusi tahun 1932 menggeser banyak wewenang dari raja kepada kaula yang teknokrat maupun yang militer. Hal itu juga terjadi di bidang politik luar negeri, dan semua ini untuk Siam dimasa itu merupakan suatu soal yang sukit dipercaya.

  1. Variable dari Kaum Teknokrat dan Militer

Kondisinya terletak dalam pernyataan, sejauh mana ASEANjuga mampu memenuhi harapan Muangthai, yang kini terutama diletakkan pada upaya untuk mengatasi konfik Kamboja yang sungguh merongrong bangsa thai disegala bidang. Lebih-lebih apabila Indonesia, Malaysia, dan Singapura manpu mengembalikan kedudukan pangeran Sihanouk pada posisinya yang pantas dalam gerakan Nonblok, nilai ASEAN akan smakin meningkat dimata para politis Krung Thep, yang teknokrat maupun yang militer. Yang menjadi persoalan bagi ASEAN adalah rendahnya tingkat kesinambungan proses pembuatan keputusan politik luar neberi di Bangkok,karena kaum teknokret dan militer secara bergantian menawarkan variable yang seperti tidak ada habisnya.

Posisi memang menjadi kurang seimbang karena Muangthai mengharapkan lebih banyak dari ASEAN, daripada apa yang dapat diharapkan ASEAN dari Krung Thep. Tetapi relasi serupa itulah yang hendaknya disadari oleh Negara-negar ASEAN. Pramagtisme adalah hal yang konstan dalam politik luar negeri Thai sejak 300 tahun yang lalu, dan hasilnya adalah variable bagi kawan dan lawan dari Krung Thep.

  1. Antara ASEAN dan Vietnam

Burma dan lebih-lebih Vietnam adalah dua nama yang kurang semerbak dalam sejarah Thai “sejak dahuli kala” karena itu Negara-negar ASEAN punya tempat yang lebih baik dalam kalkulasi para penguasa di Krung Thep.

Sejak tergulingnya triumvirat Thanom-Praphas-Narong akhir tahun 1973, telah berkembang semacam pola stabilitas yang khas untuk konstruksi sosio-demografis Muangthai. Para politis di Krung Thep berprinsip lebih baik ASEAN daripada Vietnam.

  1. 4.      Politik Luar Negeri Filipina 1963-1983: Eksperimen Emansipatoris

Pada tahun 1963, presiden Diosdado Macapagal memerintahkan penghapusan perayaan hari kemerdekaan Republik Filipina pada tanggal 4 Juli (yang sama dengan hari proklamasi kemerdekaan Amerika Serikat) dan sekaligus menetapkan tanggal 12 Juni sebagai hari kemerdekaan yang orisonal. Memang pada tanggal 12 Juni 1898 Emilio Aguinaldo telah memaklumkan pendirian Republik Filiphina berdasarkan Konstitusi Malolos”.

  1. Dilema “Spesial Relationship”

Special relationship adalah istilah yang digunakan untuk menandai pola hubungan Filipina-Amerika, yang dalam praktek terutama menyangkut kerja sama dibidang militer dan ekonomi. Dengan demikian special relationship juga menjadi masalah khusus dalam politik luar megeri Filipina selama dua dasawarsanya yang pertama. Ada dua kemungkinan mengenai sikap orang Filipina sendiri terhadap masalah itu mereka hanya terpaksa memperhatikan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai masalah khusus dalam keseluruhan kerangka politik luar negeri Manila.

Namun demikian konstatasi seperti ini tidak adil kalau tidak dilengkapi dengan factor bahwa orang Filipina harus melepaskan diri dari suatu kekuatan imperialis yang sedang menanjak menjadi super power.

Dengan keputusannya untuk menggeser hari kemerdekaan, Macapagal menjadi presiden pertama yang membangkang terhadap politik Amerika di Filipina, dan sikapnya itu nampaknya tidak hanya dilatarbelakangi oleh kejengkelan kebudayaan dan sejarah, melainkan juga dilandasi oleh wawasan politik yang lebih luas dan real.

  1. “The New Society”

Pada tahun 1973 Presiden Marcos yang ahli hokum, maka mengerti “demokrasi” serta sekaligus bekas gerilyawan dank arena itu juga tahu “revolusi”, menerbitkan buku deangan judul yang profokatif: Today’s Refolution: Democracy. Buku itu menjelaskan cara berdemokrasi “yang baik”. Namun yang jelas, buku itu merupakan usaha pembenaran langkah Marcos yang menemukanlubang dalam Konstitusi 1946 untuk menempuh jalan pintas menuju apa yang dinamakannya sebagai “The New Society” bagi bangsa Filipina. Jalan pintas Martial Law itu diumumkan pada tanggal 21 September 1972, yaitu 15 bulan sebelum masa jabatan Marcos yang terakhir sebagai presiden yang dibenarkan oleh konstitusi 1946 habis. Teoritis keadaan darurat perang itu sudah dibatalkan lagi pada tanggal 17 Januari 1981. Namun demikian suasana “Marcosian” terus berlanjut, dan mudah-mudahan Today;s Revolution: Democracy tidak akan dibaca sebagai From Democracy to Revolution, karena justru pematangan proses itulah yang kini sedang terjadi di dalam negeri.

  1. “Development Oriented Diplomacy”

Sasaran yang sebenarnya dari development oriented diplomacy adalah diversifikasi perjalanan politik luar negeri Filipina dengansekaligus mengadakan penyesuaian diri terhadap perkembangan dunia, yaitu suatu hal yang praktis diabaikan selama dua dasawarsa pertama republic itu.

Malahan hamper tiga puluh tahun lamanya hubungan diplomatic dengan Negara komunis seperti tabu dalam kamus Manila. Tabu itu ditembus pada tahun 1975 lewat pembukaan hubungan diplomatic dengan Beijing dan setahun kemudian juga dengan Moskwa dan Hanoi, sehingga Manila tidak perlu merasa berpihak dalam konflik Sino-Soviet yang bukanya tanpa risiko bagi Filipina yang terletak dalam jangkauan operasi Angkatan Laut Cina maupun Soviet.

  1. Prospek

Dengan system pendidikan yang termasuk paling maju di Asia Tenggara dan penggunaan bahasa Inggris yang tetap masih lebih luas dari bahasa Tagalog, Manila bias lebih tangkas dalam menjalankan diplomasi. Persoalnya adalah apa yang hendak diperjuangkan lewat diplomasi itu dan apakah Marcos mau berbagi tanggungjawab atas bangsa Filipina tidak hanya secara kekeluargaan, tetapi juga secara nasional,dalam soal itu tidak  ada siapa pun yang berhak beruding dengan Marcos, kecuali orang Filipina sendiri.

  1. 5.      Aquino versus Marcos: Konflik Peradapan

Banigno Aquino telah dibunuh. Aquino sendiri adalah seorang idealis yang realistis yang tidak menutup mata terhadap kemungkinan itu. Dia memandang perlu untuk mengenakan vest anti peluru, meskipun sebelumnya bersikap tidak getar pada hukuman mati yang telah dijatuhkan oleh hakim-hakim yang bekerja di bawah pemerintah Ferdinand Marcos. Benign Aquino, kandidat presiden Republik Filipina pada pemilihan umum tahun 1973 yang dibatalkan dan potensial kandidat presiden untuk tahun 1984, sekaligus saingan terkuat bagi Marcos dalam kepemimpinan nasional Filipina, kini telah tiada karena ditiadakan.sekalipun demikian tidaklah berarti bahwabeban nasional dan internasional yang menumpuk pada pundak establishment “Marcos dan Family” sekaligus telah berkurang sebagian.

  1. Aquino versus Marcos

Pada tanggal21 September 1972, yaitu 15 bulan sebelum masa jabatan terakhir bagi Marcos sebagai presiden yang dibenarkan oleh konstitusi 1946 habis, dia memberlakukan Martial Law . keesokan harinya Aquino ditangkap untuk kemudian mendekam hamper 8 tahun lamanya dipenjara Banifacio dan dijatuhi hukuman mati sekalipun Aquino telah membela diri dengan sedemikian cemerlang. Pertentangan antara Aquino dan Marcos mungkin malahan merupakan paradigm dari pertentangan peradaban masakini, yaitu antara absolutism yang mulai dirntokkan dalam Revolusi Prancis tetapi yang sampai sekarang masih bertahan di sana sini dan demokrasi yang sudah diletakkan dasar-dasarnya oleh plato dan Aristoteles.

  1. Urusan Nasional atau Internasional

Suara-suara yang menegaskan dampak internasional dari “peristiwa Tarmac” tidak saja dating dari Australia dan Jepang, tetapi juga dari Muangthai dan Korea Selatan, yaitu dua Negara yang masih terus membayar mahal untuk harga demokrasi.

“Peristiwa Tarmac” yang punya kadar sedemikian pekat itu memang merupakan “peristiwa dalam negeri”, tetapi kaitan-kaitan internasional yang ditimbulkannya tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Beberapa kalangan resmi internasional malahan menuntut dilaksanakannya pengusutan yuridis dibawah pengwasan ASEAN atau PBB.

  1. Sejarah, bagi Aquino atau Marcos ?

Dengan terbunuhnya Benigni Aquino, berakhir pula “Periode Marcial Banifacio” yang sebelas tahun kurang sebulan lamanya itu. Generasi-generasi mendatang masih akan manyaksikan, apakah sejarah memang memihak kepada para tiran dan menetapkan para pejuang kemanusiaan sebagai sasaran para penjahat? Karena itu akan menjadi menarik juga buku sejarah yang sedang ditulis oleh Matcos.

Sejarah juga masih akan memperlihatkan, apakah demokrasi, yaitu system politik dimana nasib rakyat ditentukan oleh rakyat sendiri dan bukan oleh seseorang atau oleh segelintir orang. Apabila Presiden Reagan juga sepakat dengan duta besarnya di PBB, Prof. Jeanne Kirkpatrik, dan percaya bahwa yang penting bukanlah apakah dunia ini menjadi demokratis artinya: tempat yang layak bagi rakyat banyak melainkan bahwa seluruh dunia menjadi antikomunis, maka kita tidak perlu lagi membedakan penguasa Moskwa atau Beijing.

B. NEGARA-NEGARA BUKAN ASEAN

  1. 1.      Netralisme Burma dalam Persimpangan

Meskipun penguasa Burma dalam tahun ini menjalankan beberapa langkah politik yang penting, terutama dengan pemberian amnesty umum bagi para tahanan politik didalam negeri dan pelarian politik yang tinggal di luar negeri, sulit untuk mengharapkan terjadinya perubahan dalam kaitan strategis regional dalam waktu dekat.

Sampai sekarang tidak dapat disangkal bahwa gerakan separatisme dan gerakan komunisme bersenjata serta proses keruntuhan ekonomi di Burma sama umurnya dengan pembebasan Negara itu dari penjajahan Inggris. Sedemikian parahnya keadaan, sehingga Burma yang sebelum Perang Dunia II merupakan pengekspor beras terbesar didunia, dalam waktu dekat diramalkan akan terpaksa mengimpor beras. Meskipun Ne Win masih tetap merupakan orang yang paling menentukan dalam politik luar negeri, bekas mentri pertahanan Jendral Tin Oo yang cenderung untuk menempuh jalan lain dalam mengtasi kemelut di Burma dan diperkirakan akan menggantikan Ne Win, sejak tahun 1976 berada dalam tahanan. Meskipun selama ini pemerintaha Ne Win berkat politik isolasinya relative berhasilmengibaskan campur tangan asing dalam urusan politik dalam negerinya.

  1. 2.      Sihanouk: Alternatif untuk Kamboja?

Dalam konsepnya untuk masa depan Kamboja, baik kawan maupun lawan akan memainkan peranan penting. Sihanouk yang oleh presiden Amerika sering dijuluki sebagai “pangeran yang angin-anginan” itu yang dalam konsepsinya malahan memberikan kesan bahwa dia betul-betul mau member tempat pertama pada “Real politik”yang diterapkan pada negaranya yang kecil dan lemah tetapi memilikki posisi yang strategis. Konsepsi ini dituangkan ke dalam asas-asas dari partai yang sekali waktu dan bila mungkin akan didirikanya dengan nama Front d’union nationale pour un Cambodge independent, neuter, pazifique et cooperative (FUNCINPEC) yang berarti Front persatuan nasional untuk Kamboja yang merdeka, netral, pasifis, dan koperatif.

Tegaknya asas itu menuntut beberapa persyaratan. Sihanouk yang pernah termasuk dalam kelompok pemimpin Negara penganjur netralisme kini menilai politik nonblok sebagai pelangi belaka, semarak dengan warna-warni tetapi tidak bias diandalkan. Dengan demikian Sihanouk menghidupkan kembali status Negara penyekat (buffer state) yang klasik dan pernah disepakati Muangthai ketika masih bernama Siam dan Vietnam ketika masih bernama Annam sebelum Prancis merangkum Kamboja, Vietnam, dan Laos ke dalam Union Indonhinoise dalam tahun 1884. Sihanouk memang dapat menjadi alternative untuk Kamboja, namun tidak tanpa dukungan masyarakat internasional.

  1. 3.      Setelah Bangsa Cham, menyusul Bangsa Khmer?

Sejak tangggal 30 Maret 1983, masyarakat di kawasan Asia-Pasifik harus member perhatian lebih kepada masalah perbatasan Muangthai-Kamboja. Vietnam melalui pasukannya mengejar pasukan Khmer Rounge yang mencari perlindungan di Muangthai.

Kamboja wilayahnya semakin menciut sejak pertengahan abad XIII. Kubilai Khan juga memberikan kebebasan bagi raja- raja Siam yang pertama, Ban Muang dan Rama Kamhaeng dari dinasti Sukhotahai yang memasukilembah Menam Chao Phraya, dua abad sebelumnya untuk menggerogoti wilayah Barat dari Khmer yang sedang Berjaya di bawah dinasti Angkor. Keutuhan wilayah Kamboja maupun eksistensi bangsa Kamboja sudah ada sejak 700 tahun yang lalu banyak ditentukan di daratan Cina. Hal itu semakin menjadi nyata, ketika Bangsa Annamit memusnahkan Bangsa Cham yang tergolong rumpun Melayu dan juga mulai memasuki wilayah Kamboja dari arah Timur, setelah membebaskan diri dari Cina pada tahun 939 M.

  1. a.      Negara Makmur dengan Perbatasan Rusuh

Setelah kepunahan bangsa Cham tahun 1471, bangsa Khmer merupakan satu-satunya bangsa yang tergolong rumpun melayu di Asia Tenggara. Setelah berkali-kali diserbu, pada tahun 1594 raja Khmer yang bernama Rama Chung Prey terpaksa mengakui kedaualatan dari raja Siam. Penguasa Annam di Hue mulai mengadakan intervensi ke Kamboja, ketika Chey Chetta II meminta bantuan Khmer uintuk mengatasi raja Siam. Chey Chetta II mungkin hendak menyelamatkan kedaulatan, tetapi akibatnya justru menciutkan wilayah bangsa Khmer secara bertahap. Dalam perkemabangn selnjutnya Siam memperoleh propinsi-propinsi lumbung padi Battambang dan Siem Reap (yang dikembalikan setelah PD II) serta propinsi Chanthaburi dan Korat (yang tidak perna dikembalikan lagi). Semua propinsi yang tidak kalah makmur di kawasan Delta Sungai Mekong yang terkenal dengan nama Kocin-Cina jatuh ketangan Vietnam sampai sampai sekarang.

Tanggal 10 November 1953, merupakan hari kemerdekaan Monarki konstitusional kamboja dan sekaligus menandakan berulangnya cerita lama dengan negara-negara tetangga yang tidak pernah ramah. Keadaan itu diperparah dengan komitmen Siam-Vietnam tahun  1845 untuk memberi status protektorat bersama kini tidak dapat dihidupkan lagi, karena konsekuensi hegemonial sudah mendapatkan faktor abad XX, yaitu ideologi.

  1. b.      Muangthai: Emergency exit

Pada tahun 1966 di depan Sangkum (parlemen) Sinhanouk masih menyebut dua musuh kamboja: imperialis Thai dan imperialis Vietnam. Sejarah Kamboja kembali berulang : mencari selamat di Muangthai bila di serang Vietnam, atau minta bantuan Vietnam bila di serbu muangthai. Karena itulah konflik di perbatasan Muangthai-kamboja sebenarnya merupakan masalah Kamboja sepenuhnya.

Setelah pecahnya konflik Kamboja –Vietnam, pemerintah Krung Thep di bawah Jendral Kriangsak menyatakan netral terhadap kedua pihak yang berperang. Hukum internasional mewajibkan setiap negara yang menyatakan netralitas terhadap satu konflik bersenjata untuk menangkap dan menginternir tentara dari pihak yang berperang yang memasuki wilayah yang dinyatakan netral. Tetapi dalam prakteknya Angkatan Bersenjata Muangthai hanya menggempur tentara Vietnam tetapi membiarkan gerilya Khmer rounge, gerilya nasionalis maupun gerilya Moulinaka untuk menyelamatkan diri dalam wilayahnya.

Dengan demikian Vietnam harus menghadapi 40.000 pasukan Demokratik Kampuchea yang tidak saling percaya dan yang dibantu oleh Angkatan Bersenjata Thai yang mengalami krisis pemerintahan di garis belakang. Konsekuensinya, Vietnam akan semakin bersikeras di Kamboja dengan dalih perbatasan Muangthai-Kamboja memang tidak aman, sehingga kawsan itu harus dijaga dan dikuasai.

  1. c.       Menangkal Vietnam

Sejak Ho Chi Minh mendirikan Vietnam Dong Ha (Republik Demokrasi Vietnam) September 1945, banyak sekali yang sudah dikerjakan oleh Dong Lao Dong (Partai Buruh). Kecuali mengalahkan tentara dari tiga negara Besar, mereka juga telah menghasilkan pemerintahan yang ketat dan punya disiplin nasional. Sementara itu Muangthai belum sanggup menyelesaikan proses demokratisasi yang dirintis tahun 1932. Vietnam mendominasi Laos pada tahun 1976,  pertengahan 1978 menyerbu Pnom Penh, dan mengunjungi Muangthai tahun 1980, dunia hanya sibuk dengan berbagai perundingan, sementara Vietnam lebih serius dalam upaya untuk membuat tank-tank Soviet dapat bertempur dalam musim hujan di rimba Kamboja.

  1. d.      Bersekutu demi Keadilan, Kemerdekaan, dan Perdamaian

Politk dan gerakan Vietnam di Indocina dan kemudian merambah ke Muangthai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemerdekaan serta berbahaya bagi perdamaian. Karena itu bukan hanya Muangthai yang sedang menghadapi keharusan untuk menentukan sikap, tetapi juga ASEAN. Mengikrarkan ZOFAN dalm bulan November 1971 sama sekali tidak meralang ASEAN untuk bersekutu, juga secara militer. Pandit Jawarhalal Nehru, bapak kemerdekaan india sekaligus pelopor gerakan Non Blok, berkata di hadapan PBB bulan September 1947 bahwa orang tidak boleh netral apabila keadilan dan kemerdekaan diinjak-injak dan apabila membahayakan perdamaian. ASEAN meluhurkan cita-cita mensejahterakan rakyat, ASEAN wajib menentukan sikap dan menindak teags keajahatan terhadap keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian.

  1. 4.      Posisi Vietnam dalam Proses Détente Sino-Soviet
    1. a.      Vietnam antar RRC dan Uni Soviet

Akhir tahun  1982 diisi dengan imbauan Beijing kepada Moskwa supaya memperlancar proses normailisasi hubungan kedua negara. Meskipun demikaian, bukan merupakan rahsia bahwa proses détente Sino-Soviet itu menghadapi banyak rintangan. Salah satu batu sandungan dalam paket rintangan itu adalah masalah Vietnam. Beijing menganggap Vietnam sebagai ranjau yang ditanam soviet untulk memblokir Cina dari Selatan. Vietnam tidak dapat ditolelir oleh Cina, karena samapi abad X, Vietnam merupakan propinsi Cina yang bernama Yue-nan dan kemudian oleh orang Cina disebut An-nan yang artinya wolayah Selatan yang sudah diamandamaikan. Uni Soviet sebaliknya menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan Vietnam. Mokswa terpaksa mendukung Hanoi secara massif, justru karena Cina mengancam kemamanan Negara itu dari Muangthai dan Kamboja.

  1. b.      Vietnam : Geopolitik dan Patriotisme

Disposisi Vietnam terhadap proses détente Sino-Soviet dapat ditelaah dari dua aspek, yaitu aspek geopolitik dan aspek kepentingan nasional yang dalam konteks Vietnam masih amat berbau patriotisme. Di Vietnam geopolitik diabaikan sebagai ilmu, tetapi sangat bermanfaat sebgai doktrin, terutama dalam kaitannya lebensraum. Sebagai ilmu, geopolitik menyodorkan konsep; lebih baik mempunyai tetangga yang akrab daripada sahabat jauh.

Doktrin geopolitik Vietnam banyak diimbas oleh patriotisme yang sukar diterobos. Patriotisme Vietnam tidak hanya dijiwai oleh semangat tidak mau dikuasai, tetapi juga oleh aspirasi untuk mengusai.

  1. c.       Skisma Sino-Soviet dalam petrang Vietnam

Ketika perang Vietnam dimulai tahun 1965, petrang dingin antara Moskwa dan Beijing sebenarnya sudah tidak dapat diatsi lagi. Tahun 1969 dan 1970 terjadi serangkaian insiden bersenjata antara Cina dan Soviet di pulau Zhenpao atau Damanski di tengah Sungai Ussuri yang diduga didalangi oleh Uni Soviet. Dalam kondisi ideal, ketika Deng Xiaoping memberi “pelajaran” kepada Pham Van Dong pada awal tahun 1979. Brezhnnev praktis menahan diri untuk menjaga agar keonaran dalam blok komunis tidak terjadi lebih besar. Artinya, sampai bats tertentu Moskwa rela mengorbankan Hanoi demi rapatnya tirai besi dan tirai bambu, yang berarti posisi Vietnam akjan runyam, bila skisma Sino-Soviet tidak kunjung berakhir.

  1. d.      Vietnam Lega, Asia Tenggara Celaka

Sesudah empat tahun, dengan dibantu skisma Sino-Soviet dan dukungan internasional lewat PBB, ASEAN belum juga berhasil menepis rezim Heng Samrin buatan Vietnam dari tampuk kekuasaan faktuan Kamboja. Perjuangan ASEAN untuk menundukkan suatu rezim yang lebih akseptabel secara regional baik Heng Samrin maupun Pot-sary si Pnom Pneh pasti akan menghadapi lebaih banyak rintanagn jika protes détente Sino-Soviet sudah mencapai tahap lebih matang, dan Triade Sino-Soviet akan mebuat Vietnam lebih leluasa dalam menyusun Pax Vienamica-nya sendiri.

Tantangan ASEAN adalah membuktikan kepada Vietnam bahwa ASEAN merupakan sarana untuk menuju kemakmuran yang sulit ditandingi, dan membuktikan bahwa secara geopolitis kerja sama dengan ASEAN merupakan alternatif yang sangat logis karena mengurangi ketergantungan Hanoi dan Moskwa.

BAB III

CINA: TETANGGA TUA DENGAN PROBLEMA TUA

 

  1. Pelajaran” untuk RRC dan Kita

Tahun 1962, pemerintah Nehru yang mendapat “pelajaran” dari ketua Mao, dalam persoalan yang sama yatu soal perbatasan. Karena baru empat tahun sebelumnya India dan Cina menandatangani suatu perjanjian Pancha Sheel (Pancasila) yang berisi ketentuan-ketentuan mengenai caranya hidup berdapingan secara damai. Mokswa merasa belum perlu turun tangan langsung, namaun langkah taktis maupun strategis sudah dijalankan.

Pengalaman dan disposisi Vietnam tidak hanya bisa menjadi pelajaran bagi Cina saja, melainkan untuk semua negara di kawasan Asia tenggara. Dan dari kejadian tersebut dapat disimpulkan dua hal penting. Pertama adalah bahwa jumlah penduduk bukan merupakan soal yang terlalu penting untuk sistem perang sekarang, yang lebih menentukan adalah kualitas dan kecakapan penduduk itu sendiri. Hal kedua adalah yang penting bagi Indonesia dari perang Cina-Vietnam adalah soal menyimak cara berpikir para pejabat tinggi RRC. Orang Cina menyebut negaranya adalah Cungguo, artinya negara ditengah atau pusat dunia. Sebutan tersebut sudah dapat diabayangkan bagaimana cara berpikir mereka.

  1. 2.      Asia Tenggara dalam banyangan “Modernisasi Empat” di RRC: Suatu Pendekatan Historis
    1. a.      Pengantar: Karakteristik Sejarah Cina

Dalam kerangka kebudayaan dunia, Sejarah Cina dan Kebudayaan yang dihasilkannya memang merupakan yang terpanjang dan tak terputus, dan dalam kenyataan telah membawa pengaruh besar pada pembentukan cara berpikir bangsa dan para pemimpin Cina. Orientasi diri dan sentisme memang dapat dijumpai pada banyak lingkungan kebuadayaan, namun demikian dalam lingkungan kebudayaan Cina orientasi diri maupun sentrisme itu mempunyai kadar yang sangat tinggi.

  1. b.      Kaitan Historis antara Cina dan Asia Tenggara

Asia Tenggara yang merupakan kawasan paling awal dikenal dalam bahasa mereka sebagai “Nan-Yang” (Laut selatan). Banyak raja di Asia Tenggara yang menolak tuntutan bahwa mereka adalh vassal dari Cina dan harus mengakui kedaulatan cina, akibatnya negara yang menolak akan dikirimi armada Cina untuk member “pelajaran”. Sementara itu raja–raja yang tidak menolak membayar upeti, melakukannya demi tujuan mendapat perlindungan dari raja Cina dalam menghadapi serangan dari negara-negara tetangga.

  1. c.       Dari Dominasi Barat Lewat Revolusi Kebudayaan Menuju “Modernisasi Empat”

Orientasi diri dan sentrisme bangsa Cina telah banyak menentukan perkembangan masyarakat menuju suatu isolasi diri. Perang Dunia II mengakibatkan berakhirnya dominasi Barat dan Jepang terhadap Cina dan kekuasaan kolinial di Asia Tenggara. Di dataran Cina disusul dengan perang saudara yang memebawa Partai Komunis Cina menuju kekuasaan De facto. Isolasi diri dijalankan lewan politik “tirai bambu’ yamg sementara itu menandai haluan negara-negara komunis lainnya. Namaun demikian, pertentangan politik dalam lingkungan kepemimpinan Partai Komunis selama hampir tiga puluh tahun berkuasanya Mao Ze Dong membuktikan bahwa “politik tirai bambu” itu tidak menghasilkan perkembangan yang memuaskan bagi masyarakat Cina seperti yang diharapkan.

Kematian Mao Ze Dong pada September 1976 menimbulkan kegoncangan, tetapi bangkitnya kaum pragmatis yang di zaman kuno sedikit banyak sudah mendapat angin dari Chou En Lai tidak dapat dihindari lagi. Politik kaum pragmatis Cina untuk melaksanakan modernisasi dalam bidang pertahanan, pertanian, industri dan ilmu pengetahuan dan teknologi, mau tidak mau telah memaksa disingkapnya tirai bambu, sebab hanya lewat kerja sama dengan negara-negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maju kaum pragmatis dapat mencapai tujuan mereka.

  1. d.      Pengaruh “Modernisasi Empat” terhadap Asia Tenggara

Politik buka pintu Cina terhadap negara-negara Barat dan Jepang sebagai sarana mewujudkan program “modernisasi empat” dapat dibandingkan dengan politik buka pintu yang dijalankan Jepang mulai tahun 1864 sebagai sarana melaksanakan restorasi Meiji. Sebagaimana halnya dengan restorasi Meiji, program Modernisasi empat menjanjikan resultat-resultat dalam ukuran makro, terutama karena potitik buka pintu dijalankan dan dikendalikan atas prakarsa Cina sendiri.

Negara-negara Asia Tenggara sudah akan dapat mendeteksi pengaruh dari modernisasi empat dalam jangka waktu dekat. Namun demikian pengaruh nyata sudah mualai harus dirasakan dalam hubungan antara negara-negara Asia tenggara terutama yang Komunis dengan negara-negara Barat dan Jepang. Ada dua alasan,  yang pertama adalah potensi penduduk Cina yang tak terbandingkan kira-kira satu milyar, menjadi tiga kali lipat dari jumlah penduduk Asia Tenggara. Alsan kedua adalah cadangan bahan mentah dan barang tambang Cina nampaknya juga terdapat diseluruh Asia Tenggara. Kedua faktor inilah yang mendorong berbagai negara Barat dan Jepang untuk mengubah politik Cina mereka secara mendasar, dengan akibat kedudukan dari negara Asia Tenggara (komunis atau tidak) menjadi lemah. Selagi negara-negara Asia non komunis disibukkan denganjatuhnya Indocina ketangan Komunis, goncangan berikut sudah datang pada tanggal 12 Agustus 1978 dengan ditandatanganinya perjanjian Jepang-Cina. Dalam kenyataannnya perjanjian itu membuka peluang simbiose bagi kedua negara.

  1. e.       Masalah Cina Regional dan langkah-langkah alternative

Posisi negara-negara Asia Tenggara terutama yang non komunis menjadi lebih problematis karena adanya warisan masalah Cina perantauan (Hoakiau) yang ternyata sebagain besar sangat sulit untuk dintregasikan dalam masyarakat tuan rumah. terdapat dua kenyataan yang harus diakui untuk tidak lebih mengacaukan masalh Cina perantauan ini. Kenyataan pertama adalah bahwa tidak semua Hoakiau berorientasi kea rah RRC. Kenyataan kedua adalah bahwa Chou En Lai maupun Deng Xiaping berulangkali menganjurkan para Hoakiau untuk mentaati hukum yang berlaku negara tuan rumah. Umumnya dapat disimpulkan bahwa politik buka pintu dan program modernisasi empat yang dijalankan RRC akan dihadapkan negara-negara Asia Tenggara.

  1. 3.      Pendekatan antara India dan RRC?

Tanggal 27 Juni 1981 telah diakhiri serangkaian perundingan antara India dan RRC di New Delhi yang mungkin akan membawa pengaruh dalam waktu dekat. Perundingan itu sendiri mempunyai arti besar karean telah mengakhiri dead-lock politik maupun diplomatik dalam hubungan kedua negara yang diakibatkan oleh perang perbatasan pada tahun 1962. Pemerintah India maupun RRC menunjukan persamaan yang cukup penting, yaitu pragmatisme dalam haluan politik dalam maupun luar negeri. Persamaan inilah yang mendorong Indira Gandhi maupun pemerintah Cina yang berada dalam bayangan Deng Xiaoping untuk menyesuaikan konstelasi Real politik sejalan dengan tantangan geopolitik yang dihadapi keduanya.

Usaha pendekatan RRC terhadap India boleh dipandang sebagai suatu usaha untuk menerobos kepungan Soviet yang strategis dan diplomatis terhadapnya. Karena itu secara diplomatis reaksi terhadap konstilasi Sino-India bisa diramalkan akan mengambil bentuk membesarnya tekanan terhadap RRC di kawasan Indocina. Memang akan ada pengaruh buruk dari suatu rekonsiliasi Sino-India, terutama yang berkaitan dengan reaksi Mokswa. Namun demikian secara menyeluruh pendekatan antara India dan Cina akanmembawa pengaruh baik bagi Asia, terutama Asia Selatan dan secara tidak langsung juga Asia Tenggara.