PERANG IRAN – IRAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, POLITIK DAN EKONOMI NEGARA ARAB


PERANG IRAN – IRAK  DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, POLITIK DAN  EKONOMI NEGARA ARAB

 

  1. A.    Latar Belakang

 

Perang Iran – Irak dikenal sebagai pertahanan suci dan perang revolusi Iran dan Qadisiyyah Sadam  di Irak. Perang ini dimulai pada bulan September 1980 dan berakhir bulan Agustus 1988. Perang bermula ketika pasukan Irak menerobos perbatasan Iran tanggal  22 September 1980. Akibat masalah yang berlarut-larut antara kedua Negara dan kekhawatiran Saddam Husein atas perlawanan syiah yang dibawa oleh Khomeini dalam revolusi Iran.

Walaupun Irak tidak mengeluarkan pernyataan perang, tentaranya gagal dalam misinya di Iran dan akhirnya serangan mereka dapat dipukul mundur oleh Iran. Walaupun PBB meminta adanya genjatan senjata, pertempuran tetap berlanjut sampai tanggal 20 Agustus 1988, pertukaran tawanan terakhir antara kedua Negara terjadi tahun 2003.Perang ini memiliki kemiripan dengan Perang Dunia I. taktik yang digunakan seperti pertahanan parit, pos-pos pertahanan, serangan dengan Bayonet, kawat berduri, penggunaan senjata kimia seperti gas Mustard (Iqbal,Ahmad, 2010:170).

  1. B.     Faktor penyebab perang Iran-Irak

Iran dan Irak merupakan dua negara yang bertetangga, namun keduanya tidak dapat saling akur, hal ini disebabkan karena keduanya merasa sama – sama lebih unggul. Hal ini diperjelas lagi setelah kemenangan kaum revolusioner di Iran yang berhasil menumbangkan rezim monarki dan menggantinya menjadi negara Republik Islam Iran serta ingin mengekspor revolusinya ke negara negara – negara Arab lainnya yang masih berbentuk monarki. Hal ini mendorong Irak untuk tampil sebagai juru selamat bangsa Arab dari ancaman invasi revolusi Iran.

  1. 1.      Sebab umum perang Iran – Irak :
  1. Kedua negara tidak mau mengakui keunggulan masing – masing
  2. Masalah minoritas etnis
  3. Perbedaaan orientasi politik luar negeri
  4. Irak beruasaha untuk merebut kembali beberapa daerah Arab yang telah di klaim oleh Iran (Shatt al – Arab dan tiga pulau kecil di selat Hormus menurut perjanjian Algiers th 1975).
  1. 2.      Sebab Khusus Perang Iran – Irak

 

  1. Adanya serangan granat pada tanggal 1 April 1980 terhadap wakil PM Irak Tariq Aziz yang diduga didalangi oleh Iran
  2. Adanya pengusisran ribuan keturunan Iran oleh sadam, serta melancarkan serangan yang sengit terhadap pribadi Khomeini dan membatalkan perjanjian Algiers. Sedangkan Menlu Iran Shodeh Godzadeh berjanji untuk menumbangkan rezim Baath yang berkuasa di Irak serta memutuskan hubungan diplomatik.
  3. Kedua negara saling menempatkan pasukan masing – masing di daerah perbatasan dalam jumlah  yang cukup besar (Subaryana, 1997 : 28 – 29).
  1. C.    Jalannya Perang Iran – Irak

Sejak kedua negara menempatkan pasukannya di perbatasan perang kecil – kecilan sudah terjadi di beberapa daerah perbatasan. Perang secara terbuka diawali ketika enam pesawat tempur Irak pada tanggal 22 September 1980 menyerang lapangan terbang Iran. Dengan adanya serangan tersebut Iran segera membalas dengan pasukan altilerinya ke wilayah Iran.

Pertempuran Iran – Irak dibagi menjadi tiga sektor, yaitu :

  1. 1.      Sekor Utara

Yakni daerah Qosh – e Shirin yang terletak di jalan raya antara Bagdad dengan Teheran, yang merupakan daerah bukit – bukit. Di daerah inilah Iran melancarkan serangan balasan ke Irak.

  1. 2.      Sektor Tengah

Terdapat di daerah Kuzestan, tepatnay di kota Dezwul dan Ahwaz yang terdapat ladang minyak yang cukup potensial, di sektor ini  kedua pasukan cukup berimbang. Sebenarnya apabila Irak berhasil memenangkan sektor ini, maka perak Iran – Irak ini akan dimenangkan oleh Irak. Tetapi Irak lebih memfokuskan tentaranya di sektor selatan yang kemungkinan demi prestise.

  1. 3.      Sektor Selatan

Terjadi di daerah Shatt al – Arab sepanjang 100 mil termasuk kota pelabuhan Khorram Shajr dan Abadan, di sektor inilah nampaknya pasukan Irak berhasil menguasai beberapa wilayah Iran meskipun sesekali Iran berhasil merebutnya kembali.

  1. D.    Dampak Perang terhadap sistem sosial, politik dan ekonomi

 

Perang Iran – Irak berakhir setelah kedua negara bersedia menerima resolusi DK PBB no. 598 tentang genjatan senjata, dan secara resmi mengakhiri perang yang sudah terjadi selama 8 tahun pada tanggal 20 Agustus 1988. Keduanya kemudian merealisasikan genjatan senjata dengan saling tukar menukar tawanan perang dan kemudian dilanjutkan dengan hubungan diplomatik.

Dengan berakhirnya perang Iran – Irak membawa kerugian besar bagi keduabelah pihak dari segi material, sosila, ekonomi dan politik. Dari segi material bagi masing – masing negara diperkirakan mencapai U$ 500 juta. Sebagai akibatnya pembangunan ekonomi jadi terhambat, produksi minyak menurun sangat drastis dan hal ini jelas mempengaruhi perekonomian dunia, khususya industri – industri di dunia Barat dan Jepang. Di samping itu Mesir yang sejak persetujuan damai dengan Israel dikucilkan oleh negara Arab terutama Saudi Arabia, mulai di dekati kembali. Kerugian lebih besar harus di tanggung Irak karena selama perang Irak memang aktif mencari pnjaman untuk menambah alusista (Subaryana, 1997 : 30).

Selain itu kondisi dan kemampuan Irak setelah perang Teluk pun jauh di bawah keadaan sebelum Perang Teluk. Ladang minyak dari kedua negara mengalami kerusakan, untuk Irak di daerah Kirkuk, Basra dan Fao, sedangkan untuk Iran mengalami kerusakan di pulau Kharg dan Abadan.

Dalam perang Iran – Irak jumlah korban tewas Irak mencapai 200.000 jiwa lebih, sedangkan korban tewas Iran mencapai 1 Juta jiwa lebih. Iran lebih banyak memakan korban jiwa karena militer Iran banyak mengorbankan tentaranya untuk berhadapan langsung dengan senjata musuh. Jumlah tersebut belum tersebut belum termasuk korban luka parah dan penyakit “syndrom Perang Teluk”.

Setelah perang selesai, terjadi tak terjadi perubahan yang besar pasca perang. Wilayah – wilayah yang menjadi bahan sengketa statusnya kembali seperti sebelum perang dan batas kedua negara juga tidak berubah. Contohnya wilayah perairan Shatt al- Arab tetap dibagi menjadi milik kedua negara. Pasca perang kedua negara juga melakukan perbaikan hubungan bilateral.

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Sumber Buku

Barley, Peter.tt. Sejarah Dunia. Jakarta : Erlangga.

Iqbal, Akhmad.2010. Perang – perang Paling Berpengaruh di Dunia. Yogyakarta: Bangkit Publisher.

King, Jamie. 2010. 111 Konspirasi Menghebohkan Dunia. a.b IsnainiKhomarudin. Jakarta :

Linda J. Bilmes, E. Stiglitz. 2008. The Tree Trilion Dollar War : The True Cost of the Iraq Conflict. a.b. M. Rudi Atmoko (Perang 3(Tiga) Triliun Dolar : Bencana Ekonomi dibalik Invasi Amerika ke Irak).

NN.2009. Ensiklopedi Sejarah dan Budaya. Jakarta : Central Abadi.

Suryohadiprojo, Sayidiman. 2005. Si Vis Pacem Para Bellum : Membangun Pertahanan Negara yang Modern dan efektif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

  1. Elektronik

http://pencerahan-sejarah.blogspot.com/2011/02/perang-iran-irak.html. diakses pada Jum’at, 6 Mei 2011. Jam 20:54.

http://wikipedia.org/perang-iran-irak.html diakses pada

Diterbitkan oleh

2 tanggapan untuk “PERANG IRAN – IRAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, POLITIK DAN EKONOMI NEGARA ARAB”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s