SEJARAH ASIA SELATAN II SRILANKA DAN GERAKAN SEPARATIS TAMIL


SEJARAH ASIA SELATAN II

SRILANKA DAN GERAKAN SEPARATIS TAMIL

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Kuliah

Sejarah Asia Selatan II

 

 

 

 

 

OLEH :

  1. 1.   Anissa Filial Putri (09021005)
  2. 2.   Eni Windarsih       (09021012)
  3. 3.   Marlina                  (09021024)
  4. 4.   Ngatilah                 (09021027)
  5. 5.   Saeful Rohman     (09021031)
  6. 6.   Septi Susilowati     (09021032)
  7. 7.   Tita Pratiwi           (09021041)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

FP IPS IKIP YOGYAKARTA

2010

SRILANKA DAN GERAKAN SEPARATIS TAMIL

  1. A.    Geografis Srilanka

Negeri pulau yang berbentuk buah pir ini terpisah dari semenanjung India oleh selat Palk selebar 13 mil di utara, Teluk Manar di barat laut, dan Samodra HIndia di timur, barat, dan selatan. Luas daerahnya 65.610 km­­­2 dengan penduduk: Sinhala yang beragama Buddha 69,3 %, orang Tamil India dan Tamil Srilanka yang beragama Hidhu 15,5%, orang Moor beragan Islam 7,6% dan lain – lain 0,1%.

Secara fisiografis negeri ini berupa pegunungan seperti jangkar dan lembah dipantai. Deretan puncak dari utara keselatan antara lain; Gunung Knuckles (1863 m), Gunung Piduru – Tagala (2524 m), Gunung Kirigalpotta (2395 m), dan Gunung Adam (2243 m). selain itu juga terdapat plato hallon di barat dan plato welimeda di timur. Di barat daya terdapat pegunungan Rakwana dan perbukitan Bulutota yang berketinggian rerata 900 meter.

Dataran rendah dipesisir selatan dan meluas di bagian utara, selain itu juga ada delta, laguna dan paya – paya. Sungai – sungainya pendek, kecil dan curam mudah kering dan mudah banjir. Beriklim tropis dan ikim laut. Negeri ini juga dikenal sebgai penghasil teh, kayu hitam (satinwood), karet, kelapa, coklat, panili, pala, padi jagung, kacang – kacangan, tembakau, dan ubi kayu. Terdapat binatang – binatang yang hidup dihutan seperti harimau, beruang, cheetah, kerbau liar, jakal, rusa, monyet, gajah, dan babi hutan.

Sumber daya alam yang paling utama dari negara ini adalah grafit. Sampai saat ini Sri Lanka menrupakan penghasil grafit terbesar di dunia. Grafit negara ini juga terkenal memiliki kualitas yang tinggi. Sumber daya alam lain terdiri atas bijih besi dan batu mulia. Sumber-sumber daya ini banyak ditemui di wilayah bagian tengah. Selain itu, daerah ini juga memiliki sumber daya berupa kaolin, yakni bahan pembuat porselen, bahan pembuat genteng, ubin, barang pecah belah dan batu bata, pasir kuarsa dan batu gamping atau kapur. Pasir pantainya menghasilkan ilmenit yaitu bahan baku logam titanium dan monazit, yang digunakan dalam menghasilkan energi nuklir. Terdapat juga endapan pasir kuarsa, yaitu bahan pembuat gelas dan batu kapur. Hasil industri berupa plywood, kertas, keramik, kimia, semen, tekstil, dan lain-lain.

 

  1. B.     Sri Lanka Sebelum Kemerdekaan

Tahun 237 SM sesudah perang kalinga, Ashokawardhana dibimbing biksu Bana akhirnya menganut agama Buddha, dan diberlakukannya dharmawijaya. Sebagai konsekuensinya ia aktif dalam menyiarkan agama Buddha, anatara lain membangun  stam-bhadharmacakra, larangan membunuh(ahimsa), memimpin prosesi keagamaan dan mengirimkan para misionaris buddha keberbagai daerah, salah satunya Srilanka. Peyiaran Buddha itu sukses terbukti banyak orang berziarah kekota suci di India utara seperti di Kapilawastu, Bodhgaya, Benares dan Kusinaya. Kerajaan Sinhala punya pengaruh yang luas dengan adanya perguruan tingggi Buddha Mahevihare banyak mahasiswa yang datang dari Birma, Thailand, Indochina, China dan Nusantara.

Bangsa Dravida yang berbahasa Tamil sebagian masuk Srilanka tahun 1771 M dan tetap mempertahan tradisi dan budaya hindu. Orang Tamil berkembang dan sukses mendesak orang Sinhala. Maka mulailah migrasi masal orang Tamil ke Srilanka bagian utara hingga menguasai Anuradhapura. Tahun 769 M menjadi tonggak bangsa Tamil untuk mengembangkan politik, agama hindu, budaya dan peradaban Tamil, meski tetap mempertahan tradisi lama dan menjalin hubungan dagang dengan Tamil di India.

Ramainya perdagangan mengundang bangsa arab yang beragama islam untuk masuk ke Srilanka yang di kenal dengan sebutan bangsa Moor. Mereka berdagang sambil menyebarkan agama islam. Bangsa Sinhala yang terdesak ke selatan akhirnya mendirikan kerajaan di Polomaruwa maka mulai terjadi persaingan antara bangsa Tamil dan bangsa Sinhala.

Orang Sinhala mulai menghimpun kekuatan untuk merebut kekuasaan dari bangsa Tamil dan baru berhasil tahun 1164 M untuk mengembalikan kejayaan peradaban Budhis di bangun pagoda dan istana di bawah pimpinan Parakramabahu(1153-1186) yang berhasil menguasai seluruh Srilanka dan syiar buddha sampai jazirah India selatan, serta mencegah hubungan Tamil Nadu dan Tamil Srilanka di madras.

Orang Tamil tidak tinggal diam menerima kekalahan, berbenah diri untuk balas dendam. Setelah Parakrambhahu wafat mereka menyerbu pusat pemerintah Sinhala untuk mengambil alih kekuasaan dan mendesak orang Sinhala ke daerah perbuktan Srilanka tengah. Di daerah ini mereka membangun pusat pemerintahan yang baru di Kandy.

Bangsa Inggris yang mengalahkan Perancis dalam perang Pessay, kemudian menekan dinasti moghul dan secara bertahap menguasai India. Dan melalui konvensi London yang di tandatangi tahun 1814, Inggris mendapatkan Srilanka dari pemerintah Inggris di India ikut menyumbang pertakaian etnis dengan memasukkan Tamil India selatan ke Srilanka untuk bekerja diperkebunan teh, kopi dan karet. Menurutnya Tamil India lebih tangguh untuk bekerja di perkebunan tropis serta gajinya murah.

 

  1. C.    Gerakan Nasionalis Srilanka

Gerakan menurut kemudian Srilanka hampir bersamaan dengan India gerakan nasionalisme di mulai dari the Ceylon league(Liga Ceylon) tahun 1865 dengan tuturan kemerdekaan dari Inggris dan terpisah dari India usaha  berhasil dengan penilaian otonomi untuk daerah Colombo, Kandy dan Golle.

Tahun 1918 terjadi kerusuhan antara penganut Buddha dan islam hampir di seluruh di seluruh Srilanka. Inggris menduga kerusuhan itu terjadi akibat kemenangan Jerman atas Triple Entente (Inggris, Perancis, dan Rusia) dalam Perang Dunia I. Inggris menuduh rakyat Srilanka memanfaatkan nasionalisme orang Arya untuk membangkitkan bangsa yang di jajah oleh Inggris. Inggris ketakutan dan menindas kerusuhan dengan kekejaman dengan dasar hukum Rowlat Act. Banyak tokoh Srilanka di jatuhi hukuman mati. Akibatnya timbul rasa kebangaan Srilanka dengan berdirinya “Ceylon National Congress” tahun 1918 yang menurut otonomi. Konggres National Ceylon, mempengaruhi Inggris dengan di bentuknya panitia untuk menyelidiki persiapan kemerdekaan rakyat Srilanka yang di pimpin oleh Donoughmore, yang bekerja keras untuk menghasilkan undang-undang bagi rakyat Srilanka.

Kontitusi 1913 yang telah di siapkan panitia Donoughmore kurang memenuhi harapan rakyat karena gubernur jenderal memonopoli kekuasaan. Dalam Susana memanas akibat belum pulihnya ekonomi akibat malaise tuntutan otonomi belum dapat di penuhi oleh Inggris sampai terjadinya Perang Asia Timur Raya.

Jepang yang sukses dalam restorasi meiji menjadi Negara industri dan imperialism. Dan di semangati oleh persaingan superioritas angkatan darat Jepang dengan angkatan laut Jepang terjadi serangan kilat ke pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Jepang sukses menguasai Singapura dan Birma. Sehingga Inggris merasa terancam kedudukannya di India dan Srilanka. Sehingga panglima Lord Louis Mountbatten ingin memindahkan ibukota dari Calcutta ke Colombo. Dari Srilanka tentara Inggris dukungan Gurkha untuk menyerang Singapura dan Indonesia.

Saat perang masih berlangsung Inggris menyiapkan konstitusi yang di sebut Soyulbury Corestution 1944 yang mengatur pemberian pemerintahan sendiri, tetapi di tolak rakyat Srilanka dan tetap menuntut status dominion.

Tanggal 14 agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Dan Inggris memenuhi  janjinya untuk menyiapkan kontitusi dengan status dominion. Tanggal 4 februari 1984 Srilanka di beri kemerdekaan dengan status dominion dalam lingkungan British Commonwealyh Of Nations. Presiden pertama Jayewadene dari United National Party.

 

  1. D.    Gerakan Separatis Tamil Paska Kemerdekaan

Tahun 1918 Sir Ponnambalan Arubchalam menyarankan pihak Srilanka dan Tamil untuk bersatu menuntut kemerdekaan Srilanka kepada Inggris. Saran itu di terima mereka berjuang sampai mendapat kemerdekaan walau sedikit terlambat di banding status dominion Pakistan dan India. Sampai Inggris meninggalkan Srilanka, kesatuan, kehidupan bernegara dan kesepakatan Tamil dan Sinhala untuk hidup rukun dalam semangat nasional terbina dengan baik.

Dua tahun kemudian pecah perselisihan Tamil dan Sinhala akibat isu yang mengadu domba di bidang politik. Perdana Mentri Don Stephen Senanayako(1947-1952) memprioritaskan kepentingan Tamil dengan menetapkan peraturan kenegaraan 1948 dan Sistem perwakilan dalam badan legislatif.

Tahun 1950 terjadi bentrokan rasial akibat PP tahun 1948. Kaum Sinhala memburu, memprotes dan menghancurkan pemukiman Tamil di Srilanka selatan. Kerusuhan itu berakar dari masalah keagamaan, puncaknya tahun 1956 dan 1958 terjadi pemberontakan. Dalam pemilu tahun 1952, Sinhala memenangkan 73 kursi dari 95 kursi yang diperebutkan. Tamil Srilanka mendapat 11 kursi, islam 8 kursi dan dan Tamil India 3 kursi, dan Solomon West Ridgeway Dias (SWRD) Bandaranaike menjadi perdana menteri. Sejak Inggris mengosongkan basis militernya, pemerintah Srilanka mulai terlibat diplomasi internasional, khususnya perjanjian pertahanan antara lain:

  1. Pemerintah Inggris dan Srilanka saling membantu keamanan  wilayah baik dari agresi luar maupun dalam negeri.
  2. Pemerintah Srilanka di bantu pemerintah Inggris dalam kebutuhan fasilitas point 1 sejauh di setujui. Fasilitas angkatan darat, laut dan udara  dan komunikasi.

Kekalahan Tamil memunculkan ide Negara Tamil Ceylon yang mengarah ke gerakan separatis kemerdekaan Tamil. Di tambah pernyataan perdana menteri SWRD Bandaranaike untuk menstrukturisai pemerintah, membentuk kabinet dan menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi dan bahasa Sinhala menjadi satu – satunya bahasa resmi di Srilanka.

Pernyataan itu mengguncang keamanan dan keamanan Srilanka. Tamil merasa di hina, di rendahkan dan menolak memakai bahasa Sinhala dan melakukan protes di depan gedung parleman di Colombo. Pengunjuk rasa di serbu oleh pasukan Sinhala, yang merasa mendapat perlindungan dari pemerintah Srilanka.

Tahun 1959 PM SWRD Bandaranaike di bunuh oleh seorang bikshu yang sangat panatik di kebun halaman rumahnya, karena menurut kebijakan mendukung gagasan jayewadene tidak dapat ditoleransi. Setelah itu istrinya yaitu Sirimavo Ratwatte Dias Bandaranaike diangkat menjadi PM wanita pertama di dunia. Tapi iapun mengikuti jejak suaminya. Dengan memberlakukan bahasa Sinhala sebagai bahasa nasional dan menasionalisasi beberapa perusahaan minyak asing.

Tetapi orang Tamil yang terbesar di seluruh pelosok Srilanka mendirikan organisasi-organisasi yang menurut otonomi terpisah dari pemerintah dukungan Sinhala. Di Jaffna lahir gerakan separatis dengan nama front persatuan pembahasan tami/Tamil united liberation front tulf. Organisasi itu di pimpin Samuel James Velupillai Chelvanayakan. Tahun 1976 dengan di bantu Appapillai Amirthalingam selaku sekertaris jendral perjuangan di lanjutkan oleh murugesu Sivasiyhampam, gerakan terorganisai dalam parlemen Srilanka melalui 26 wakilnya dan melatih 3300 gerilyawan 1977.

Tahun 1972 berdiri Liberation Tigers of Tamil Eelam(LTTE) di pimpin elupillai parabhakaran yang semula melatih 30 orang. Berkeahlian taktik kemiliteran sebelum tahun 1970. Telah berdiri Eelam People’s Revolutionary Liberation Front yang beranggotakan mahasiswa Tamil, tetapi di proklamasikan oleh KS Palmanabath tahun 1981.

Organisasi yang cukup kuat dan seimbang dengan LTTE yaitu PLOTE (People Liberation Organitation of Tamil Eelam) yang di pimpin oleh 5 maheswaran penulis aktif dari Srilanka utara.

 

  1. E.     Perjuangan Separatis Tamil

Pada masa pemerintah PM Sirimavo Bandaranaike (1970-1977) banyak terjadi kekacauan akibat di berlakukannya undang-undang tahun 1972 dan pembalasan untuk masuk perguruan tinggi, banyak pemuda Tamil yang tidak puas. Meraka melakukan serangkaian teror, perampasan dan pembunuhan. Selain itu pemerintah juga sedang menghadapi posisi dari beberapa partai dan juga kekurangan bahan. Makanan  tingkat nasioanal akibat kurangnya pengetahuan dari mereka yang bertanggung jawab atas produksi dan import bahan makanan.

Untuk mengatasi masalah itu tanggal 22 februari 1974 majelis nasional bersidang dan menyetujui rancangan undang-undang untuk membatasi pers termasuk larangan bagi surat kabar untuk menyiarkan berita kekurangan pangan dan hal-hal lain yang di rahasiakan oleh Negara.

Pada tanggal 3 oktober 1974 golongan oposisi parlemen yang terdiri dari partai petsatuan nasional, partai Negara Tamil, dan golongan-golongan merdeka mengajukan mosi tidak percaya pada pemerintah pimpinan PM Ny sirimavo bandarnaike dan mendesak pemerintah untuk menyerahkan kekuasaan. Sebagian akibat kegagalan pemerintah mengatasi berbagai tekanan tindak kekerasan dan rakyat menderita akibat kekurangan pangan.

Untuk mengatasi krisis pangan lima universitas di tutup, karena tidak tersedia bahan makanan bagi mahasiswa, dan rakyat di anjurkan untuk makan ubi. Menurut A.Jayeratman Wilson(1988) took pimpinan Tulf Chelvanayakan meninggal tahun 1977, maka hilanglah tokoh penggerak organisasi yang potensial dan Srilanka tampaknya tidak pernah memperhatikan tuntutan kaum sparatis Tamil untuk memberikan kemerdekaan di semenanjung Jaffa.

Pada tahun 1977  di Srilanka mendirikan pemilu baik tingkat nasional maupun tingkah daerah. Dalam pemilu ini terjadi perubahan besar, pemungutan suara di Srilanka bagian utara yang di huni mayoritas orang Tamil tetap gigih menuntut Negara terpisah, akan tetapi tetap di tolak. Akhirnya mereka mengancam akan menyerang penduduk sipil maupun tentara sehubungan undang-undang yang meresmikan bahasa Srilanka sebagai bahasa nasional.

Pemilu 1982 meskipun di bawah ancaman gerilyawan Tamil, namun tetap menghasilkan mayoritas Sinhala mendukung pemerintah, presiden JR Jayewerda menyatakan bahwa pemerintah Srilanka akan menindak tegas pelku-pelaku terorisme kaum sparatis Tamil. Usaha tersebut akhirnya menimbulkan bentrokan dengan kapal-kapal nelayan India, bahkan melibatkan angkatan laut kedua Negara.

5 juli 1985 terjadi peristiwa berdarah di mana Tamil telah menerima serangan senapan dan di hancurkannya kuil Hindu dan sekolah, hal ini membangkitkan kaum sparatis Tamil untuk balas menyerang perkampungan Sinhala yaitu dengan menyerang dan menghancurkan dua masjid yang di penuhi jemaah sembayang jumatan, yang membantai banyak rakyat sipil.

 

  1. F.     Usaha Penyelesaian Masalah Tamil

Secara budayawi orang Tamil Srilanka dengan Tamil Nadu memiliki kesamaan, di mana pemuda-pemuda Tamil di latih kemiliteran di Tamil Nadu dekat madras. Dari peristiwa-persistiwa yang terjadi pemerintah India turun tangan sesuai ketentuan konferensi Dacca Desember 1985. Terutama memelihara perdamaian dan stbilitas regional dengan mentaati hukum hubungan antar bangsa Asia selatan.

Dari hasil pemilu India 1985 Rajiv Gandhi sebagai perdana menteri mengigat terjadinya peristiwa 5 juni 1985 yang berakibat rusaknya tempat peribadatan diskusi antar kelompok ethnis dan keagamaan membahas bahasa resmi dalam pemerintahan, ketatanegaraan, pemindahan penduduk ke daerah leluhur kelompok Tamil belum dapat di terima. Sehingga penyelesaian masalah mengalami kegagalan. Wakil Sinhala menuntut pemerintah, agar Srilanka menjadi 24 distrik sedangkan wakil Tamil menuntut otonomi.

Pemerintah Srilanka mendapat desakan dari pemrintah India dan internasional untuk segera menyelesaikan masalah politik dalam negeri. Pemerintah presiden JR Jayewerdane agar India membantu bahan makanan dan persenjataan kepada pasukan Srilanka. Pada 29 juli 1987 ditandatangani  perjanjian perdamaian antar kedua pemerintah untuk mengakhiri gerakan sparatis Tamil. Masyarakat Sinhala memprotes perundingan tersebut karena hanya menguntungkan kelompok minoritas, dan apabila berhasil di bentuk Negara Tamil maka akan muncul bahaya bahaya bagi Sinhala yaitu serangan Tamil yang di bantu Tamil Nadu.

Kaum separatis Tamil juga menolak penyerahan senjata sesuai perjanjian tersebut, kaum separatis mengajukan persyaratan untuk penyerahan senjata, apabila India telah menarik semua pasukan Srilanka dari semenanjung Jaffna. India sanggup memberi jaminan perdamaian dan segera menarik mundur tentara Srilanka dukungan India, dan meminta tentara PBB untuk menggantikan pasukan India. Presiden JR Jayewerdane bersama menteri Gemini Dissanayake menyampaikan pernyataan”No Tamil Will Bealive In Ceylon”, jika India menyerang Srilanka, untuk sementara Srilanka tenang.

Dalam pemilu India 1989 konggres kalah, kekalahan di pihak Rajiv Ghandi di sebabkan karena beberapa faktor diantaranya isu korupsi. Ekonomi yang macet dan lebih mendekati rakyat jelata, kaum hindu militant menuduh Rajiv Gandhi melindungi kaum islam dan keterlibatan India dalam masalah dalam negeri Srilanka. 25 mei 1991 Rajiv Gandhi mati terbunuh akibat pemboman di daerah Sri Perumpundur di Negara bagian Tamil. Di duga pelaku pemboman tersebut di lakukan kelompok yang mendalangi pembunuhan Rajiv Gandhi yaitu:

  1. Kelompok sikli selalu  menteror pemerintah-pemerintah India dan tetap menuntut Negara sikh merdeka.
  2. Kelompok teroris Assam(Assam Sahitia Sabha) yang menginginkan Negara Assam merdeka dengan Bama Bodoland.
  3. Pemberontakan Islam Kashmir, yang menginginkan islam di Kashmir yang di dukung oleh Pakistan.

Srilanka sejak tahun 1980-1991 menjadi arena perjuangan mempertahankan suatu proses politik demokrasi melawan kesetiaan ethnis. Srilanka sebagai  pecahan kesatuan indi, sesudah merdeka mengulang masalah ethnis Tamil Sinhala. Peranan Tamil Nadu masih membayangi kematian Rijav Gandhi dan kemerdekaan di jaffna terpisah dari Srilanka masih belum menentu karena masalah etnis dan ras diskriminasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Supriyadi,Y.2006. Disintegrasi India. Yogyakarta: Kalika.

_________.1990. Negara dan Bangsa. Jakarta : PT. Widyadara.

http://id.wikipedia.org/wiki/sri_langka (selasa, 14 Desember 2010, 2:10).

http://berita.kapanlagi.com/pernik/srilanka-pulau-permata-yang-terus-berkilau-cqrdapo.html (Senin, 13 Desember 2010, 6:29).

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1989/09/09/LN/mbm.19890909.LN23550.id.html

(Senin, 13 Desember 2010, 6:38).

http://khukus.multiply.com/journal/item/16 (Selasa,14 Desember 2010, 5:54).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s