Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rakai Pikatan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : SMA N 1 Wates

Mata Pelajaran            : IPS – Sejarah

Kelas                           : XI IPA / 2

Alokasi Waktu            : 1 Jam Pelajaran (1X45 Menit)

 

  1. A.    Standar Kompetensi

Memahami kerajaan Mataram Kuno pada masa kepemimpinan Rakai Pikatan

 

  1. B.     Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan Kerajaan Mataram Kuno masa kepemimpinan Rakai Pikatan

 

  1. C.    Indikator
    1. Menjelaskan faktor-faktor bersatunya dua wangsa pada masa Rakai Pikatan
    2. Mengidentifikasi pertempuran Rakai Pikatan dengan Balaputradewa
    3. Menyebutkan peninggalan-peninggalan sejarah Mataram Kuno pada masa Rakai Pikatan

 

  1. D.    Tujuan Pembelajaran

Setelah penyajian materi, diharapakan siswa dapat :

  1. Menjelaskan faktor-faktor bersatunya dua wangsa pada masa Rakai Pikatan
  2. Mengidentifikasi pertempuran Rakai Pikatan dengan Balaputradewa
  3. Menyebutkan peninggalan-peninggalan sejarah Mataram Kuno pada masa Rakai Pikatan

 

 

 

 

  1. E.     Materi Pelajaran

RAKAI PIKATAN

  1. 1.      Awal Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno diketahui dari prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M (656 Saka). Dalam prasasti itu disebutkan bahwa awalnya Jawa dipimpin oleh raja bernama Sanna. Setelah wafat kemudian digantikan oleh Sanjaya (G. Moedjanto, 2002 : 1). Menurut prasasti Matyasih bertahun 907 M (829 Saka), setelah raja Sanjaya, dikenal sejumlah raja yang masuk dalam dinasti Sanjaya yaitu :

  1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya;
  2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran;
  3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan;
  4. Sri Maharaja Rakai Warak;
  5. Sri Maharaja Rakai Garung;
  6. Sri Maharaja Rakai Pikatan;
  7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi;
  8. Sri Maharaja Rakai Watu Humalang;
  9. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung (G. Moedjanto.2002:7).

Bersamaan dengan pemerintahan sejumlah raja dari keluarga Sanjaya berlangsung pula pemerintahan keluarga raja-raja Sailendra, yaitu :

  1. Sri Maharaja Bhanu;
  2. Sri Maharaja Wisnu Dharmottungga;
  3. Sri Maharaja Indra Sanggramadananjaya;
  4. Sri Maharaja Samaratungga;
  5. Balaputradewa.

 

  1. 2.      Penyatuan Dua Wangsa

Setelah Rakai Panangkaran, Mataram terbagi menjadi dua kekuatan besar yaitu Sanjaya dan Sailendra. Keduanya bersaing untuk menanamkan pengaruh di Jawa. Sanjaya beragama Hindu menguasai Jawa Tengah bagian Utara, sedangkan Sailendra beragama Buddha menguasai Jawa Tengah bagian Selatan (R.Soekmono, 1981: 44).

Dalam persaingan tersebut, lama-lama nama Sailendra semakin memudar, untuk mengatasi hal itu Samaratungga yang merupakan pemimpin keluarga Sailendra menikahkan putrinya yang bernama Pramodawardhani dengan putra Garung, pemimpin keluarga Sanjaya. Garungpun menyetujuinya, dengan harapan bahwa pernikahan ini akan memberi kesempatan kepada Sanjaya untuk meningkatkan kekuatan dan prestise di Jawa (Paul M Munoz. 2009: 322). Dengan perkawinan politik ini, maka kedua wangsa yang selalu bersaing di Pulau Jawa ini menjadi satu yang dilambangkan dalam pernikahan Pramodawardhani dengan Rakai Pikatan.

Mpu Manuku, nama asli Rakai Pikatan menurut prasasti Argapura, anak Garung naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku. Ia merupakan raja ke enam dari kerajaan Mataram Kuno setelah menggantikan ayahnya, Rakai Garung.

 

  1. 3.      Pertempuran dengan Balaputradewa

Balaputradewa merupakan adik dari Pramodawardhani, yang menggantikan kedudukan ayahnya setelah meninggal sebagai pemimpin Mataram. Muda dan tak berpengalaman, hal itu membuat ia tidak diakui oleh para bangsawan Jawa. Rakai pikatan adalah seorang yang ambisius, ia tak pernah mengakui kepemimpinan Balaputradewa, dan ia memutuskan untuk melawannya dengan dukungan para bangsawan Jawa (Paul M Munoz. 2009:322).

Sumber lain menyebutkan bahwa asal perang saudara itu dimungkinkan karena, sesudah raja-raja Sailendra berkuasa selama 75 tahun di Jawa, tibalah saatnya raja dari keluarga Sanjaya mengakhiri keunggulan wangsa Sailendra. Untuk menjaga keberadaan wangsanya, Pramodawardhani berselisih dengan adiknya, Balaputradewa. Pramodawardhani berpendapat bahwa untuk mempertahankan eksistensi keluarganya bukan dengan cara konfontasi melainkan dengan “fusi”, dan akhirnya terjadi perkawinan politik Sanjaya dan Sailendra. Di sisi lain, Pramodawardhani tetap bertahta sebagai ratu, meski bersama Pikatan. Dengan demikian wangsa Sailendra tetap dapat mempertahankan eksistensinya dengan cara mencangkokkan pada kejayaan Sanjaya. Hal ini sangat ditentang keras oleh Balaputradewa, yang kemudian menjadi pemicu perang saudara (G. Moedjanto.2002:9).

Pramodawardhani dan Pikatan berkoalisi menghadapi Balaputradewa, dalam perang di bukit Ratu Boko. Dalam perang tersebut, Balaputradewa kalah dan mengundurkan diri ke Sumatera.

 

  1. 4.      Peninggalan Sejarah Masa Rakai Pikatan

Samaratungga digantikan oleh putrinya dengan gelar Sri Kahulunan, yang kemudian menikah dengan Rakai Pikatan. Mereka berdua banyak membangun bangunan suci, Pramodawardhani banyak mendirikan bangunan bercorak Buddha, sementara Rakai Pikatan membangun bangunan dengan corak Hindu. Salah satu bangunan yang megah pada masa Rakai Pikatan adalah Candi Plaosan. Candi ini disebut-sebut sebagai lambang kerukunan antar umat beragama Hindu dan Buddha pada masa itu. Hal ini disebabkan karena candi tersebut dibangun oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu, sedangkan candinya bercorak Buddha. Candi ini merupakan persembahan dari Rakai Pikatan untuk Pramodawardhani (R.Soekmono.1981:46).

Dalam dua buah prasasti tahun 842 Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah dan sawah untuk menjamin berlangsungnya pemeliharaan Kumulan, yaitu candi Borobudur yang telah didirikan Samaratungga tahun 824 M. Rakai Pikatan sendiri dimungkinkan telah membangun kelompok Candi Loro Jonggrang di Prambanan. Hal ini mungkin dilakukan, bahwa untuk menyaingi Sailendra dengan Borobudurnya, maka Sanjaya membuat Candi Loro Jonggrang. Dalam sebuah prasasti dari tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Dyah Lokapala atau Rakai Kayuwangi, segera setelah Rakai Pikatan turun dari tahta terdapat uraian tentang kelompok candi agama Siwa yang sesuai dengan keadaan candi Loro Jonggrang, serta nama Rakai Pikatan terdapat juga pada salah satu candi di kelompok tersebut dengan nama tergores cat (R. Soekmono.1981:46).

  1. F.     Metode Pengajaran
    1. Metode pengajaran : Ceramah Bervariasi
    2. Persiapan :

–          Salam

–          Presensi

–          Appersepsi

  1. Pelaksanaan :

–          Pemasangan media/materi pembelajaran

–          Tanya jawab

–          Evaluasi : tes formatif

–          Penugasan

  1. Penutup :

–          Salam

  1. Media yang menghantar ke penyajian materi

Terlampir

 

  1. G.     Sumber Pembelajaran
    1. Sumber Buku :

Moedjanto. G, 2002, Suksesi dalam Sejarah Jawa, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal 1 s.d 10.

 

Munoz. Paul Michael, 2009, Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia: Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Jaman Prasejarah – Abad XVI), Yogyakarta: Mitra Abadi. Hal 318 s.d 327.

 

R. Nico Thamiend, 2002, Sejarah untuk Kelas 1 Sekolah Menengah Umum Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Yudistira, Hal 100 – 110.

Soekmono. R, 1981, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisisus. Hal 42-49.

 

  1. Sumber Elektronik :

–       http://id.wikipedia.org/wiki/Rakai_Pikatan. diakses tanggal 20 Maret 2012, Pukul 23.12 WIB.

–       http://tyoo-smansa.blogspot.com/2010/11/rpp-xi-ipa-pertemuan-ke-4.html. diakses tanggal 22 Maret 2012, Pukul 08.03 WIB.

–       http://history55education.wordpress.com/2011/07/20/perkembangan-kerajaan-hindu-budha-di-indonesia/. Diakses tanggal 22 Maret 2012, Pukul 08.30 WIB.

 

  1. H.    Penilaian Hasil Belajar
    1. Tehnik

–          Tes Lisan (Appersepsi)

–          Tes Tertulis (Tes Formatif)

  1. Bentuk Soal : Essay
  2. Soal : Terlampir
  3. Standar Penilaian
  • Jawaban tepat sekali sesuai dengan kunci dan diungkapkan dengan bahasa yang baik dan benar mendapat skor 5.
  • Jawaban mendekati kebenaran diberi skor 4,3 atau 2.
  • Jawaban salah mendapat skor 1.
  • Rumus Penskoran:

 

 

Mengetahui,

Dosen Pengampu

Drs. Y. Supriyadi, M.Pd

NIP. 19530509 198703 1 001

Wates, 02 April 2012

Guru Praktikan

Saeful Rohman

NIM. 09021031

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

Soal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertempuran antara Rakai Pikatan dengan Balaputradewa!
  2. Jelaskan Mengapa Rakai Pikatan membangun Candi Plaosan?

 

Jawaban:

  1. Faktor yang menyababkan terjadinya perang antara Rakai Pikatan dengan Balaputradewa:
    1. Balaputadewa kurang cakap dalam memimpin wangsanya, sehingga para bangsawan Jawa tidak member simpati kepadanya, tetapi justru memihak kepada Rakai Pikatan yang tidak mengakui kepemimpinan Balaputradewa.
    2. Ketidaksepahaman antara Pramodawardhani dengan Balaputradewa dalam persoalan mempertahankan eksistensi wangsa Sailendra. Balaputradewa tidak setuju dengan usul Pramodawardhani dalam mempertahankan eksistensi Sailendra harus ber”fusi” dengan Sanjaya.
    3. Rakai Pikatan membangun Candi Plaosan untuk dipersembahkan kepada permaisurinya yaitu Pramodawardhani, selain itu candi itu merupakan simbol toleransi umat beragama Hindu dan Buddha pada masanya, ia beragama Hindu sedangkan Pramodawardhani beragama Buddha.

 

 

 

 

 

Lampiran 2

SANNA

SILSILAH RAJA MATARAM KUNO

Bhanu

Wisnu Sridharmatungga

Rakai Warak

Indra Sanggramadanajaya

Rakai Garung

Samaratungga

Rakai Pikatan

Rakai Kayu Wangi

Rakai Watu Humalang

Rakai Dyah Balitung

 

 

 

 

Rakai Panunggalan

Balaputradewa

Pramodawardhani

SAILENDRA                                                          SANJAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s